Kepala Desa Parungkuda Hadiri Acara Pemberian Santunan Anak-Anak Yatim Piatu yang Digelar DPD IWO I Kabupaten Sukabumi

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Kepala Desa Parungkuda, Didih Jaenudin, menghadiri acara pemberian santunan bagi anak-anak yatim piatu yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO I) Kabupaten Sukabumi.

Acara santunan ini digelar pada Jumat, 31 Oktober 2025, di Sekretariat DPD IWO I Kabupaten Sukabumi, Perum Pusaka Bumi Parungkuda Blok A9, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kegiatan pemberian santunan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh DPD IWO I Kabupaten Sukabumi, sebagai wujud kepedulian dan juga kecintaan kepada anak-anak yatim piatu di Kabupaten Sukabumi.

Baca juga Kapolres Bersama Pejabat Utama Polres Sukabumi Salurkan Paket Sembako di Tiga titik Lokasi Bencana Alam

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Parungkuda, Didih Jaenudin, menyampaikan ucapan terima kasih kepada DPD IWO I Kabupaten Sukabumi atas kegiatan yang sangat mulia ini. Beliau pun berharap, kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk peduli terhadap anak-anak yatim piatu.

“Alhamdulillah, dihari jum’at yang penuh berkah ini saya sebagai kepala desa Parungkuda ditakdirkan untuk bisa menghadiri acara ini. InsyaAllah, acara seperti ini akan mengundang banyak keberkahan hadir kepada kita semua. Terimakasih DPD IWO I Kabupaten Sukabumi telah peduli dan sayang kepada anak-anak yatim piatu,”ucapnya.

Di lokasi yang sama, Ketua DPD IWO I Kabupaten Sukabumi, Heriyadi, mengucapkan rasa syukur karena acara santunan ini dapat konsisten dilaksanakan setiap minggunya. Ia pun menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kepala Desa Parungkuda yang sudah meluangkan waktunya untuk bisa menghadiri kegiatan pemberian santunan ini.

“Syukur Alhamdulillah, dihari Jumat ini kita masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa melaksanakan kegiatan pemberian santunan bagi anak-anak asuh kita. Tidak lupa, saya selaku ketua DPD IWO I Kabupaten Sukabumi sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Kepala Desa Parungkuda, Bapak Didih Jaenudin yang sudah bisa hadir di acara kami ini. Terimakasih Bapak Kades, semoga bapak sehat selalu dan selalu dalam lindungan Allah SWT,”ujarnya.

Baca juga SIAGA MERAH DAERAH: Indikator-Indikator Mematikan yang Menyatakan Kemajuan Hanya Ilusi!

Heriyadi pun mengucapkan banyak terimakasih kepada para donatur yang sudah sangat peduli terhadap anak-anak yatim piatu, terutama pada donatur tetap DPD IWO I Kabupaten Sukabumi yaitu Bapak Teddy Setiadi, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari fraksi partai Gerindra yang sangat luar biasa kecintaan dan kepeduliannya pada anak-anak yatim piatu.

“Terimakasih kepada para donatur, semoga Allah berikan balasan kebaikan yang berlipat ganda dan Allah mudahkan segala urusannya,” ucapnya.

Heriyadi mengajak kepada semua instansi pemerintahan, pengusaha dan juga semua elemen masyarakat untuk peduli dan sayang kepada anak-anak yatim piatu yang ada disekitarnya.

“Mari, kita semua hidupkan rasa kepedulian dan kecintaan juga rasa sayang kita terhadap anak-anak yatim piatu yang ada disekitar kita. InsyaAllah, jika kita peduli, sayang dan cinta kepada anak-anak yatim piatu maka Allah SWT pun akan menyayangi dan mencintai kita,” pungkasnya.

(Rama)

Kapolres Bersama Pejabat Utama Polres Sukabumi Salurkan Paket Sembako di Tiga titik Lokasi Bencana Alam

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si., bersama pejabat utama Polres Sukabumi dan personel Polres sukabumi meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (31/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Sukabumi tidak hanya meninjau kondisi wilayah terdampak, tetapi juga memimpin kegiatan bakti sosial dan penyaluran bantuan kepada warga di Posko Bencana Pamokoan, Desa Sukarame. Bantuan yang diberikan meliputi paket kebutuhan pokok dan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Baca juga SIAGA MERAH DAERAH: Indikator-Indikator Mematikan yang Menyatakan Kemajuan Hanya Ilusi!

Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan di tiga titik lokasi yang terdampak, yakni Desa Cikahuripan Kecamatan Cisolok, Desa Sukarame Kecamatan Cisolok, dan Desa Cikakak Kecamatan Cikakak Kabupaten Sukabumi.

“Kami turut berduka atas musibah yang menimpa warga. Kehadiran kami di sini sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, sekaligus memastikan proses penanganan pasca-bencana berjalan dengan baik dan situasi tetap aman,” ujar AKBP Dr. Samian.

Selain memberikan bantuan sosial, personel Polres Sukabumi juga turut membantu warga membersihkan material longsor dan lumpur yang menutup akses jalan di sekitar lokasi bencana. Kegiatan tersebut dilakukan bersama unsur pemerintah daerah, TNI, relawan, dan masyarakat setempat.

Baca juga KPK Sita Pabrik dan 13 Pipa Gas di Cilegon Terkait Kasus Korupsi Jual Beli Gas PGN

Kapolres menambahkan bahwa upaya gotong royong ini merupakan wujud nyata sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.

“Kami bersama seluruh personel Polres Sukabumi terus membantu membersihkan material longsor agar akses warga dapat kembali normal. Alhamdulillah, seluruh kegiatan berjalan aman dan lancar,” tutupnya.

(Rama)

Polres Sukabumi Gelar Bakti Sosial Sebagai Wujud Kepedulian Terhadap Korban Bencana Alam di Desa Sukawayana dan Desa Cisolok

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam hidrometeorologi, Polres Sukabumi melaksanakan kegiatan bakti sosial di lokasi pengungsian korban banjir bandang yang berada di Eks SDN Sukawayana, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/10/2025).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si. tersebut diikuti oleh para pejabat utama Polres Sukabumi, Kapolsek Cikakak beserta anggota, pengurus Bhayangkari Ranting Cikakak, serta unsur masyarakat dan perangkat desa setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sukabumi bersama rombongan meninjau kondisi para pengungsi dan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terdampak bencana. Selain itu, Polres Sukabumi juga menyalurkan Puluhan paket sembako untuk membantu meringankan beban masyarakat di lokasi pengungsian.

Baca juga Ketua DPD JWI Sukabumi Raya Soroti Dugaan Pelanggaran SPPG di Sukabumi, “Program Nasional Bukan Ajang Cari Untung, Tapi Untuk Gizi Rakyat!”

Setelah menyerahkan bantuan sosial, Kapolres Sukabumi bersama jajaran turut meninjau rumah warga yang terdampak serta mengecek kondisi aliran Sungai Sukawayana yang menjadi salah satu titik rawan bencana.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami hadir tidak hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga memastikan kondisi masyarakat dalam keadaan aman dan sehat,” ujar AKBP Dr. Samian di lokasi kegiatan.

Kapolres menambahkan bahwa Polres Sukabumi akan terus bersinergi dengan BPBD dan Basarnas Kabupaten Sukabumi dalam proses penanganan pascabencana, termasuk membersihkan material tanah dan puing-puing yang menumpuk di sekitar lokasi terdampak.

“Kami bersama BPBD dan Basarnas terus berupaya membantu warga dalam proses pemulihan pasca banjir bandang ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan menjadi motivasi untuk bangkit kembali,” ungkapnya.

Baca juga Desa Sukarami Kaur Tengah Memanas proyek dana desa jalan rabat beton di segel Warga.Diduga Sebagian Tak Kantongi Hibah.

Sementara itu, Kepala Desa Cisolok, Hedi Sunardi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran Polres Sukabumi atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak.

“Kami mewakili warga Desa Cisolok dan sekitarnya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Sukabumi beserta jajarannya yang telah turun langsung memberikan bantuan dan dukungan moral kepada warga kami. Kehadiran Polres Sukabumi di tengah-tengah masyarakat benar-benar memberikan semangat dan harapan bagi para korban untuk bangkit kembali,” ujar Hedi Sunardi.

(Rama)

Ketua DPD JWI Sukabumi Raya Soroti Dugaan Pelanggaran SPPG di Sukabumi, “Program Nasional Bukan Ajang Cari Untung, Tapi Untuk Gizi Rakyat!”

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Sukabumi Raya, Lutfi Yahya, menyoroti maraknya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sukabumi yang diduga tidak mematuhi aturan dan standar operasional sebagaimana telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut hasil investigasi JWI di lapangan, ditemukan dugaan pelanggaran pada salah satu SPPG yang berlokasi di Kampung Kebon Kai RT 04/01, Desa/Kecamatan Nyalindung, yang dikelola oleh Yayasan Cahaya Dede Lestari dengan nama SPPG Berkah Family. Lutfi menyebut, lokasi tersebut perlu ditinjau ulang karena diduga melanggar beberapa ketentuan penting terkait keamanan pangan, kesehatan, dan keselamatan.

"Kami menemukan indikasi bahwa, diduga SPPG Berkah Family beroperasi tidak sesuai dengan standar yang berlaku. Apalagi, lokasinya bersebelahan dengan sumber polusi dari pabrik teh, ini jelas berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan keamanan pangan,” Ungkap Lutfi Yahya, Kamis (30/10/2025).

JWI pun mendesak terkait Kepatuhan terhadap Standar dan Sertifikasi resmi.

Baca juga Desa Sukarami Kaur Tengah Memanas proyek dana desa jalan rabat beton di segel Warga.Diduga Sebagian Tak Kantongi Hibah.

Lutfi menegaskan, bahwa setiap pengelola SPPG wajib memenuhi ketentuan teknis dan hukum yang telah diatur pemerintah. Beberapa di antaranya:
1. Standar Higiene dan Sanitasi, yang dimana bangunan harus memenuhi syarat kebersihan tinggi untuk mencegah kontaminasi makanan.
2. Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang Wajib diterbitkan oleh Dinas Kesehatan setempat.
3. Kepatuhan pada Standar Keamanan Pangan seperti HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points).
4. Peraturan Bangunan dan K3 Termasuk ventilasi, pencahayaan, konstruksi aman, serta penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja.

“Program ini adalah program nasional dengan anggaran besar dan tujuan mulia untuk meningkatkan gizi masyarakat. Jadi, jangan hanya bicara soal hak dan keuntungan tapi juga jalankan kewajiban dengan benar. Kalau tidak, yang dirugikan adalah rakyat sendiri,” ucap Lutfi.

Menurut Lutfi, SPPG yang beroperasi tanpa SOP dan tanpa payung hukum resmi dari BGN dapat dikenakan sejumlah sanksi hukum, antara lain :
1. Peringatan resmi dari BGN untuk memperbaiki kekurangan.
2. Sanksi administratif, berupa penangguhan kegiatan atau pencabutan izin operasional.
3. Sanksi pidana, apabila pelanggaran menyebabkan keracunan atau kerugian masyarakat.

Baca juga Temukan Dugaan Indikasi Penyalahgunaan Dana Desa, Inspektorat Kaur Akan Umumkan Nama Desa Di Awal Bulan November Lewat Media

Adapun dasar hukum yang mengikat antara lain:
1. Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan,
2. Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan Pangan, serta
3. Peraturan BGN yang mengatur SOP dan pengawasan terhadap SPPG.

Lutfi juga menegaskan, bahwa langkah JWI bukan semata mencari kesalahan, melainkan dorongan agar semua pihak melakukan pembenahan bersama demi kepentingan masyarakat.

“Kami tidak sedang ingin menjatuhkan siapa pun. Justru kami mendorong agar pemerintah daerah, pengelola SPPG, dan BGN bersinergi memperbaiki sistem. Tujuannya, agar layanan pemenuhan gizi ini benar-benar bermanfaat dan dipercaya masyarakat. Kalau semua pihak dapat terbuka dan taat aturan, SPPG bisa menjadi program unggulan nasional yang benar-benar mampuh membangun generasi sehat dan kuat,”pungkasnya.

(Rama)

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Sembako Bagi Para Korban Banjir Bandan Di Wilayah Kecamatan Cisolok

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Polres Sukabumi, Polda Jabar, bergerak cepat terjun ke lokasi bencana banjir bandang yang menghantam wilayah cikahuripan sejak senin sore, 27 Oktober 2025, untuk membantu mengevakuasi warga sekaligus membagikan bantuan sembako bagi korban yang terdampak.

Diketahui, sekitar 500 rumah terendam banjir bandang akibat meluapnya air Sungai Cisolok.

Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, S.H.,S.I.K.,M.Si.,mengatakan, pihaknya sejak kemarin sore Senin, 27 Oktober 2025 ketika banjir bandang menghantam wilayah Cikahuripan langsung terjun ke lokasi untuk membantu mengevakuasi warga.

"Kami langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian, ini soal kemanusiaan, kami langsung membantu mengevakuasi korban banjir," ujar AKBP Dr. Samian kepada awak media, Selasa (28/10/2025).

Baca juga Dokkes Polres Sukabumi Berikan Pelayanan Kesehatan di tengah Korban Bencana Banjir Cisolok

Tak hanya membantu mengevakuasi warga dan memberikan bantuan sembako, polisi juga turut membersihkan lumpur dari rumah warga dan jalan akibat banjir yang terjadi.

Tadi siang, Polres Sukabumi juga membawa bantuan sembako dan menurunkan tim kesehatan ke lapangan untuk warga terdampak banjir bandang.

“Alhamdulillah tadi kami sudah memberikan bantuan sembako, kami juga dari Polres melakukan bakti sosial kebersihan pasca bencana serta kesehatan lapangan,” ucap AKBP Dr. Samian.

Baca juga Gerak Cepat Kepolisian Evakuasi Korban Banjir Sukabumi hingga Beri Bantuan

AKBP Dr. Samian pun menyampaikan, bahwa kegiatan penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata dari kepedulian polri melalui polres sukabumi bagi para korban yang terdampak bencana banjir bandang.

Banjir bandang dan longsor terjadi di Kecamatan Cisolok dan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, pada akhir pekan lalu menyebabkan sejumlah rumah terendam lumpur dan akses jalan tertutup material tanah. Bencana ini juga menyebabkan aktivitas warga terganggu.

Kapolres Sukabumi berharap, agar bantuan tersebut dapat menjadi penguat semangat bagi para korban yang terdampak.

(Rama)

Dokkes Polres Sukabumi Berikan Pelayanan Kesehatan di tengah Korban Bencana Banjir Cisolok

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana alam, personel Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Sukabumi turun langsung memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat korban banjir di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin oleh Kasi Dokkes Polres Sukabumi, Aiptu Fahmi Yusa, atas perintah Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si. Tim Dokkes memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan ringan, serta bantuan medis kepada warga yang mengalami keluhan akibat banjir.

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polres Sukabumi terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Kami akan selalu hadir untuk masyarakat, khususnya dalam memberikan pertolongan pertama dan pelayanan kesehatan kepada warga yang terdampak bencana,” ujar Kapolres.

Baca juga Gerak Cepat Kepolisian Evakuasi Korban Banjir Sukabumi hingga Beri Bantuan

Selain pelayanan kesehatan, tim Dokkes juga memberikan kebutuhan obat-obatan yang dibutuhkan oleh warga serta imbauan kepada warga agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan mewaspadai potensi penyakit pascabanjir seperti diare dan infeksi kulit.

Kehadiran Polres Sukabumi di tengah masyarakat diharapkan dapat meringankan beban para korban serta memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menghadapi situasi bencana.

(Rama)

Satuan Samapta Polres Sukabumi Polda Jabar Cepat Tanggap Membantu Pengguna Jalan yang Terjebak Banjir di Cikakak

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Satuan Samapta Polres Sukabumi Polda Jabar melakukan aksi cepat tanggap membantu masyarakat pengguna jalan yang terjebak banjir di Jalan Nasional Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, pada Senin, (26/10/2025).

Banjir yang melanda ruas jalan nasional tersebut menyebabkan beberapa kendaraan mengalami mogok dan arus lalu lintas menjadi terganggu.

Melihat situasi tersebut, Satuan Samapta Polres Sukabumi Polda Jabar segera mengambil tindakan dengan mengatur arus lalu lintas dan membantu mendorong kendaraan para pengendara untuk melintasi banjir.

Baca juga ANGGOTA DEWAN MANGKIR! KPK Periksa Keterlibatan Legislator dalam Skandal Korupsi Dana CSR BI-OJK, Rajiv Absen Tanpa Alasan Jelas

Kehadiran petugas kepolisian sangat membantu dalam mengatasi kemacetan dan memastikan keselamatan pengguna jalan.

Masyarakat pengguna jalan pun sangat mengapresiasi kinerja Satuan Samapta Polres Sukabumi Polda Jabar yang sigap membantu dalam situasi darurat seperti ini.

“Terimakasih pak Polisi sudah cepat tanggap turun ke lokasi dan membantu kami selaku pengguna jalan yang terjebak banjir,” Ucap Ujang, salah satu pengguna jalan yang terjebak banjir.

Baca juga “BANDUNG TERJEBAK DI LINGKARAN SETAN BANJIR: SOLUSI TAK HANYA POMPA, TAPI KOMITMEN TOTAL!”

Dengan adanya bantuan dari Satuan Samapta Polres Sukabumi Polda Jabar, para pengendara yang melintas di Jalan Nasional Kecamatan Cikakak dapat melintasi banjir dengan aman dan dapat melanjutkan kembali perjalanan dengan lancar.

(Rama)

“BANDUNG TERJEBAK DI LINGKARAN SETAN BANJIR: SOLUSI TAK HANYA POMPA, TAPI KOMITMEN TOTAL!”

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Banjir di Kota Bandung bukan lagi sekadar genangan air, melainkan sebuah krisis multi-dimensi yang telah menjadi ‘lingkaran setan’ tahunan, mengancam ekonomi, infrastruktur, dan keselamatan warga, terlebih saat ini Kota Bandung sudah memasuki musim penghujan, hal tersebut disampaikan tegas Ketua Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) Kota Bandung, Heri Irawan kepada Jurnal Tipikor, Senin (27/10).

Meskipun Pemerintah Kota melaporkan adanya tren penurunan titik terdampak, analisis menunjukkan bahwa akar masalah utama belum terselesaikan, menjebak kota dalam skema penanganan yang mahal dan reaktif.

KRISIS AKAR RUMPUT: SIKLUS HULU, HILIR, DAN PERILAKU

Kajian mendalam mengidentifikasi bahwa upaya penanggulangan teknis, seperti pengoperasian 27 Rumah Pompa dan 15 Kolam Retensi, seringkali kalah cepat oleh tiga faktor utama yang saling terkait:

  1. “Kiamat” di Bandung Utara (KBU): Alih fungsi lahan dari area resapan menjadi beton di wilayah hulu terus berlangsung. Hal ini secara drastis meningkatkan debit air permukaan yang menghantam kota dengan kecepatan dan volume yang tak tertampung oleh sistem drainase lama. Ini adalah bom waktu lingkungan yang diabaikan.
  2. Drainase Kota yang “Sakit Parah”: Sistem drainase yang sempit, dangkal, dan usang kini berfungsi layaknya bendungan mini akibat sumbatan masif. Ironisnya, biang keladinya adalah sampah dan sedimentasi yang menumpuk, secara efektif melumpuhkan investasi miliaran pada infrastruktur pengendalian air.
  3. Anatomi Sungai yang Tercekik: Pembangunan liar di sepanjang sempadan sungai mempersempit badan air, mengubah fungsi sungai dari jalur evakuasi air menjadi kanal yang tercekik. Upaya normalisasi dan pengerukan menjadi sia-sia jika penegakan hukum terhadap pelanggaran tata ruang tetap lemah.

Baca juga DARURAT SATWA! DPRD DESAK WALKOT TURUN TANGAN, KONFLIK KEBUN BINATANG BANDUNG ANCAM NASIB IKON DAN KESEJAHTERAAN HEWAN

BANJIR BUKAN BENCANA ALAM MURNI, TAPI BENCANA MANUSIA

“Banjir di Bandung adalah manifestasi dari kegagalan kolektif. Ini bukan hanya tentang curah hujan tinggi, tapi tentang perilaku membuang sampah sembarangan dan lemahnya kontrol terhadap pembangunan liar di hulu,” tegas, ungkap heri

“Setiap kali kita membuang sampah ke sungai atau membiarkan satu hektar lahan di KBU diubah menjadi bangunan, saat itu juga kita mengurangi daya tahan kota.”, Ujarnya

JALAN KELUAR: DARI REAKTIF MENJADI HOLISTIK

Penanggulangan banjir tidak bisa lagi dilihat hanya dari kacamata infrastruktur hilir semata. Solusi yang ditawarkan harus bersifat holistik dan melibatkan komitmen politik total:

  • Audit dan Pengendalian KBU: Memperketat pengawasan perizinan, melakukan audit lingkungan, dan memaksimalkan pembangunan sumur imbuhan di kawasan hulu dan tengah kota untuk mengembalikan fungsi resapan.
  • Revolusi Kebersihan dan Penegakan Hukum: Mengubah program Bebersih Bandung dari sekadar event menjadi kultur harian. Selain itu, penindakan tegas terhadap pemilik bangunan yang menyumbat drainase atau berdiri di sempadan sungai harus menjadi prioritas tanpa kompromi.
  • Sinergi Lintas Batas: Menguatkan kolaborasi dengan BBWS Citarum dan Pemerintah Daerah di Bandung Raya untuk penanganan DAS Citarum Hulu secara terpadu, ungkap Heri.

Pada kesimpulannya, Heri mengatakan bahwa Kota Bandung berada di persimpangan jalan: terus bergantung pada pompa dan pengerukan yang hanya menawarkan solusi sementara, atau mengambil langkah drastis dengan menegakkan tata ruang, mengontrol hulu, dan mendisiplinkan warganya.

Banjir akan terus berulang dan semakin parah jika akar masalah—yakni alih fungsi lahan dan sampah—tidak dicabut tuntas. Waktunya bagi Bandung untuk berhenti hanya “membersihkan” dan mulai “menyembuhkan.”, tutup Heri

(Fjr)

Hari Santri Tingkat Kabupaten Sukabumi, H. Asep Japar “Jadikan Momentum Kebangkitan Santri”

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M., hadiri upacara hari santri tingkat kabupaten yang dipusatkan di Stadion Korpri Gelanggang Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Rabu (22/10/2025).

Bupati Sukabumi H. Asep Japar bertindak sebagai pembina upacara. Kegiatan tersebut dihadiri Forkopimda, Forkopimcam, para tokoh dan ribuan santri.

H. Asep Japar mengatakan, hari santri harus menjadi momentum kebangkitan. Terutama, para santri harus mampuh menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia.

"Santri sekarang harus mengusai dunia digital. Dimana, Dunia digital dapat menjadi ladang dakwah baru bagi para santri," ujarnya.

Baca juga Kecamatan Parungkuda Gelar Upacara Peringatan Hari Santri 2025, Tedi Setiadi Sumbang 1.000 Paket Sembako Dan Kain Sarung

H. Asep Japar pun mengajak kepada para santri untuk membawa semangat pesantren ke ruang publik, dunia kerja, hingga ranah internasional.

“Jadilah santri yang berilmu, berahlak, dan berdaya. Rawatlah tradisi pesantren, tetapi peluk juga inovasi zaman. Tunjukan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi,” ucapnya.

Harus diingat pula, sudah 10 tahun hari santri diperingati sejak pertama kali ditetapkan pemerintah pada 2015. Dalam kurun waktu itu pula, peran pesantren dan santri semakin kuat dalam berbagai bidang.

“Dari rahim pesantren, lahir para tokoh besar bangsa ini. Dimulai dari pejuang kemerdekaan hingga pemimpin umat. Bahkan, alumni pesantren banyak yang menjadi tokoh nasional, pejabat publik, pengusaha, ilmuwan, hingga pemikir dunia. Bahkan saat ini, banyak santri yang sudah berkiprah di level internasional” ungkapnya.

Baca juga WNA Rusia di Kabupaten Bandung Terancam Deportasi Usai Diduga Langgar Aturan Keimigrasian dan Resahkan Warga

Berkaca dari hal tersebut, dirinya mengingatkan agar santri tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru, menjadi pembawa nilai-nilai Islam rahmatan lil’alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban.

“Semoga dengan semangat hari santri ini, kita dapat berkolaborasi membangun cita-cita Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, penetapan 22 Oktober sebagai hari santri merujuk pada tercetusnya resolusi jihad KH. Hasyim Asy’ari yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.

Baca juga Kejagung Sarankan Fleksibilitas Hukuman Kerja Sosial dalam KUHP Baru: Eksekutor Lebih Leluasa Tentukan Jenis Kerja

Resolusi jihad inilah yang membakar semangat dan mengobarkan api perlawanan anak bangsa. Sehingga, dengan gagah berani, tanpa ada rasa takut. Laki-laki, perempuan, orangtua, kaum muda, semua bersatu melawan kolonial yang ingin kembali menjajah Indonesia.

Berawal dari resolusi jihad 22 Oktober 1945, pecah peristiwa heroik 10 November 1945 yang saat ini diperingati sebagai hari pahlawan.

(Rama)

Kecamatan Parungkuda Gelar Upacara Peringatan Hari Santri 2025, Tedi Setiadi Sumbang 1.000 Paket Sembako Dan Kain Sarung

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Kecamatan Parungkuda menggelar upacara peringatan Hari Santri 2025 yang berlokasi di Lapangan Monumen Perjuangan Palagan, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Rabu (22/10/2025).

Dalam rangka memperingati Hari Santri, anggota Dewan, Tedi Setiadi, memberikan bantuan berupa 1000 paket Sembako dan kain sarung kepada para Kiyai dan juga santri serta masyarakat.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar dan berprestasi.

Baca juga WNA Rusia di Kabupaten Bandung Terancam Deportasi Usai Diduga Langgar Aturan Keimigrasian dan Resahkan Warga

Tema Hari Santri tahun ini adalah “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”. Tema ini menekankan akan pentingnya peran santri dalam membangun masa depan bangsa dan negara. Pada peringatan Hari Santri 2025 ini, diharapkan tema yang diusung dapat semakin meningkatkan semangat dan motivasi para santri untuk menjadi agen perubahan yang positif di masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Tedi Setiadi, menyampaikan bahwa upacara peringatan Hari Santri ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan penghargaan terhadap peran penting para santri dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para santri dapat terus menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi diri dan meningkatkan kualitas hidup,” pungkasnya

(Rama)