KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Kelompok 3 Gelar Sosialisasi Parenting Perkuat Pola Asuh Anak Berkualitas di Tengah Keluarga

KUNINGAN, JURNAL TIPIKOR -Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Kelompok 3 menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Parenting di Desa Sagaranten, Kec. Ciwaru. Sabtu, (1/8/2026). Kegiatan tersebut sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan peran keluarga.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para orang tua mengenai pentingnya pola asuh yang tepat dalam membentuk karakter, kepribadian, serta perkembangan anak sejak usia dini hingga dewasa.

Sosialisasi ini mengangkat tema “Membangun Generasi Berkarakter melalui Pola Asuh Positif dan Berkualitas”, dengan menghadirkan materi yang membahas proses parenting secara menyeluruh. Parenting dipahami sebagai keseluruhan proses pola asuh, sikap, perilaku, dan cara orang tua dalam mendidik, membimbing, melindungi, mengarahkan, serta memenuhi kebutuhan fisik, psikologis, emosional, sosial, dan spiritual anak sejak bayi hingga memasuki usia dewasa.

Baca juga Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Terbitkan SE Larangan Pungutan dan Komersialisasi di Sekolah

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi setiap anak. Oleh karena itu, kualitas interaksi antara orang tua dan anak memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan kecerdasan intelektual, emosional, sosial, maupun moral. Pola komunikasi yang hangat, penuh kasih sayang, disertai penerapan disiplin yang positif diyakini mampu membentuk pribadi anak yang mandiri, percaya diri, bertanggung jawab, serta memiliki karakter yang kuat.

Kegiatan sosialisasi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan dasar anak secara seimbang. Orang tua tidak hanya berkewajiban menyediakan kebutuhan fisik seperti pangan, sandang, kesehatan, dan pendidikan, tetapi juga harus mampu memenuhi kebutuhan emosional melalui perhatian, penghargaan, dukungan, rasa aman, serta komunikasi yang terbuka. Keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan fisik dan emosional menjadi fondasi penting dalam membentuk kesehatan mental dan perkembangan psikologis anak secara optimal.

Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai pola asuh yang berkembang dalam ilmu psikologi, seperti pola asuh otoriter, permisif, demokratis, dan pengabaian. Dari berbagai pendekatan tersebut, pola asuh demokratis dinilai sebagai salah satu model yang paling efektif karena mampu mengombinasikan kasih sayang, kedisiplinan, komunikasi dua arah, serta penghargaan terhadap hak dan pendapat anak. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan hubungan keluarga yang harmonis sekaligus mendorong anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Baca juga Proyek Normalisasi Drainase Di Desa Talunjaya Kecamatan Banyusari Di Duga Rubah Spesifikasi,Papan Proyek Tidak Sesuai

Mahasiswa KKN juga menekankan bahwa tantangan pengasuhan di era digital semakin kompleks. Orang tua diharapkan mampu mendampingi anak dalam menggunakan teknologi secara bijaksana, mengawasi aktivitas digital, membangun literasi digital keluarga, serta menjaga keseimbangan antara penggunaan gawai dengan interaksi sosial secara langsung. Pendampingan yang tepat akan membantu anak memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana belajar tanpa mengabaikan nilai-nilai moral, budaya, dan agama.

Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk merefleksikan kembali peran strategis keluarga sebagai pondasi utama dalam membentuk generasi masa depan. Pendidikan karakter sejatinya dimulai dari rumah melalui keteladanan orang tua dalam bersikap, bertutur kata, serta mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Anak tidak hanya belajar melalui nasihat, tetapi juga melalui contoh nyata yang diberikan oleh kedua orang tuanya.

Program sosialisasi parenting ini mendapat respons positif dari masyarakat yang mengikuti kegiatan. Para peserta menyampaikan apresiasi atas materi yang relevan dengan kehidupan keluarga serta mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pengasuhan anak di lingkungan keluarga.

Baca juga ‘Bandung Darurat Begal’, Negara Tidak Boleh Kalah oleh Penjahat Jalanan

Melalui pelaksanaan program ini, KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Kelompok 3 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola asuh yang positif, adaptif, dan berorientasi pada tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Sinergi antara keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan pembangunan bangsa di masa depan.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, di mana mahasiswa hadir sebagai mitra edukasi yang berupaya memberikan solusi, pengetahuan, serta pemberdayaan kepada masyarakat melalui program-program yang aplikatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas kehidupan keluarga dan masyarakat.

(Deden)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *