Drama Menit Akhir di GBLA: Berguinho Bawa Persib Gusur Borneo FC dari Puncak Klasemen!

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi saksi drama heroik saat PERSIB Bandung sukses menundukkan PSBS Biak dengan skor tipis 1-0 pada laga pekan ke-18 Liga 1, Minggu (25/1).

Gol semata wayang Rosembergne “Berguinho” Da Silva di menit ke-87 tidak hanya mengunci kemenangan, tetapi juga resmi membawa Maung Bandung bertakhta kembali di puncak klasemen sementara.

Dominasi Tanpa Hasil di Babak Pertama

Sejak peluit awal dibunyikan, anak asuh Bojan Hodak langsung tancap gas. Motor serangan yang digalang Beckham Putra Nugraha menciptakan setidaknya lima peluang emas sepanjang 45 menit pertama. Namun, tembok kokoh bernama Kadu—kiper PSBS Biak—tampil gemilang di bawah mistar, memaksa skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Perubahan Taktis dan Kartu Merah
Memasuki babak kedua, Hodak melakukan perjudian taktis dengan memasukkan penyerang asal Prancis, Andrew Jung.

Baca juga Dipimpin AKBP Bagus Priandy, KRYD Polres Madina Amankan Dua Pengguna Narkoba Malam Minggu

Tekanan meningkat, terutama setelah gelandang timnas Thom Haye melepaskan tendangan jarak jauh yang mengancam gawang Biak di menit-menit awal babak kedua.

Petaka bagi PSBS Biak datang di menit ke-55. Kapten kesebelasan mereka, Heri Susanto, harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap Alfeandra Dewangga. Unggul jumlah pemain, PERSIB semakin membombardir pertahanan lawan.

Momen Krusial: Sentuhan Magis Berguinho

Meski terus menyerang melalui Frans Putros dan sundulan Andrew Jung, gol yang dinanti tak kunjung tiba. Di menit ke-80, Hodak kembali memutar otak dengan memasukkan Ramon “Tanque” dan Robi Darwis.

Baca juga BANDUNG PEDULI! Dinsos Kota Bandung Gerak Cepat Tembus Lokasi Longsor Cisarua Lembang

Strategi ini terbukti jitu. Pada menit ke-87, sebuah skema serangan apik terbangun:

  • Andrew Jung mengirimkan umpan silang akurat dari sisi kiri.
  • Bola diterima dengan dingin oleh Ramon Tanque.
  • Ramon kemudian menyodorkan bola kepada Berguinho yang berdiri bebas.
  • Dengan satu sontekan tenang, pemain bernomor punggung 97 tersebut merobek gawang Kadu dan meledakkan kegembiraan di GBLA.

Kembali ke Puncak

Kemenangan kandang kesembilan ini memiliki arti krusial bagi PERSIB. Tambahan tiga poin membuat Pangeran Biru kini mengoleksi 41 poin dari 18 pertandingan, unggul tipis satu angka dari pesaing terdekatnya, Borneo FC, yang kini harus rela turun ke peringkat kedua.

STATISTIK PERTANDINGAN

  • Skor Akhir: PERSIB 1 – 0 PSBS Biak
  • Pencetak Gol: Berguinho (87′)
  • Kartu Merah: Heri Susanto (PSBS – 55′)
  • Venue: Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)
  • Tanggal: Minggu, 25 Januari 2026

Tentang PERSIB Bandung:

PERSIB Bandung adalah klub sepak bola profesional Indonesia yang berbasis di Bandung, Jawa Barat. Saat ini berkompetisi di kasta tertinggi Liga 1 dan terus berkomitmen untuk meraih prestasi tertinggi di kancah sepak bola nasional maupun internasional.(Her)

 

PEMALANG SIAGA SATU: Banjir Kiriman Gunung Slamet Terjang Pemalang Selatan, Warga Diimbau Waspada Wabah Penyakit!

PEMALANG, JURNAL TIPIKOR – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Tengah beberapa hari terakhir mulai menunjukkan dampak serius. Curah hujan dengan intensitas tinggi tidak hanya mengguyur pemukiman, tetapi juga memicu banjir di sejumlah titik strategis di wilayah Pemalang bagian selatan.

Titik Banjir dan Pengaruh Gunung Slamet

Berdasarkan laporan lapangan, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Pulosari (Desa Sima dan Penakir) hingga wilayah Randudongkal dan Sikasur. Banjir ini disinyalir merupakan fenomena kompleks; selain akibat curah hujan lokal yang ekstrem, kondisi di hulu yakni Gunung Slamet turut memicu luapan air.

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah tetangga, yakni daerah Serang (Kabupaten Purbalingga) dan kawasan Guci (Kabupaten Tegal), yang hingga kini dikabarkan masih terendam banjir. Aliran air dari dataran tinggi ini menjadi ancaman nyata bagi warga di daerah bawah.

Baca juga BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

Ancaman Kesehatan Mengintai

Di tengah kepungan air, masyarakat diingatkan untuk tidak lengah terhadap ancaman “bencana kedua”, yaitu gangguan kesehatan.

Cuaca yang lembap dan lingkungan yang kotor pasca-banjir menjadi sarana penyebaran penyakit yang cepat.

Pemerintah setempat dan tokoh masyarakat mengimbau warga untuk mewaspadai:

  • Infeksi Saluran Pernapasan: Demam, flu, pileg, dan batuk.
  • Penyakit Endemik: Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dipicu oleh genangan air sebagai sarang nyamuk.
  • Pola Hidup Bersih: Tetap mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga kebersihan lingkungan meski dalam kondisi darurat.

Harapan Kedepan

Meski prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan, warga diharapkan tetap tenang namun selalu siaga terhadap evakuasi mandiri jika debit air kembali meningkat.

“Semoga cuaca bisa segera membaik dan air cepat surut agar aktivitas warga kembali normal,” pungkas laporan tersebut.

Pewarta : JT Biro Pemalang

Editor : Azi

 

Dipimpin AKBP Bagus Priandy, KRYD Polres Madina Amankan Dua Pengguna Narkoba Malam Minggu

MADINA, JURNAL TIPIKOR – Kepolisian Resor Mandailing Natal (Polres Madina) menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli dan razia terpadu di wilayah hukum Polres Madina, Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 24–25 Januari 2025.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Mandailing Natal, AKBP Bagus Priandy, S.I.K., M.Si., dan melibatkan 20 personel gabungan dari berbagai satuan fungsi Polres Madina, unsur TNI, serta Satpol PP Kabupaten Mandailing Natal.

Kapolres Mandailing Natal, AKBP Bagus Priandy, menyampaikan bahwa pelaksanaan KRYD merupakan langkah konkret kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat.

“KRYD ini kami laksanakan sebagai langkah preventif dan penegakan hukum untuk menekan berbagai bentuk gangguan kamtibmas, seperti penyakit masyarakat, penyalahgunaan narkoba, premanisme, balap liar, serta penggunaan kendaraan yang tidak sesuai ketentuan,” ujar AKBP Bagus Priandy.

Baca juga BANDUNG PEDULI! Dinsos Kota Bandung Gerak Cepat Tembus Lokasi Longsor Cisarua Lembang

KRYD dimulai pada pukul 21.30 WIB hingga selesai, dengan dukungan sarana dan prasarana berupa kendaraan dinas roda empat dan roda dua dari Sat Samapta dan Sat Lantas, satu unit truk Dalmas, kendaraan Polisi Militer, serta kendaraan operasional Satpol PP.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli mobile dengan rute Mako Polres Madina, Gunung Tua, Simpang Ladang Sari, Pasar Lama, Pasar Baru, SPBU Pasar Baru hingga Lintas Timur, kembali ke Mako Polres Madina. Selain patroli, petugas juga menggelar razia kendaraan bermotor di depan Mako Polres Mandailing Natal serta melakukan penggerebekan sarang narkoba di Kelurahan Huta Siantar, Kabupaten Mandailing Natal.

“Kami hadir langsung di lapangan melalui patroli dan razia di titik-titik rawan, termasuk penggerebekan sarang narkoba, sebagai bentuk komitmen Polres Madina dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Kapolres.

Baca juga BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

Dari hasil pelaksanaan KRYD, petugas berhasil mengamankan dua orang terduga pengguna narkoba. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal melalui tes urine, keduanya dinyatakan positif dan langsung dibawa ke Mako Polres Mandailing Natal untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti yang ditemukan di rumah para terduga.

“Dua orang terduga pengguna narkoba telah kami amankan. Hasil tes urine menunjukkan positif dan selanjutnya diproses sesuai ketentuan hukum,” tambahnya.

Kehadiran aparat kepolisian di sejumlah titik keramaian mendapat respons positif dari masyarakat. Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di seputaran Kota Panyabungan terpantau aman dan kondusif.

Baca juga Bandung Lautan Empati: BPBD Kota Bandung Terjang Cisarua Lembang, Kirim Bantuan Kilat dan Pasukan Siap Nginap

Menutup keterangannya, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung upaya kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.

“Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus bekerja sama dengan kepolisian demi terwujudnya Mandailing Natal yang aman dan kondusif,” pungkas AKBP Bagus Priandy.

(Siregar)

BANDUNG PEDULI! Dinsos Kota Bandung Gerak Cepat Tembus Lokasi Longsor Cisarua Lembang

BANDUNG BARAT, JURNAL TIPIKOR– Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kota Bandung terhadap musibah longsor yang menerjang wilayah Cisarua Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sejak Sabtu pagi (24/1/2026), tim Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) langsung terjun ke titik bencana untuk menyalurkan bantuan darurat dan memetakan kebutuhan mendesak warga.

Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa, menegaskan bahwa kehadiran timnya di Desa Pasirlangu bukan sekadar peninjauan, melainkan aksi nyata untuk memastikan warga terdampak tidak kekurangan kebutuhan dasar.

“Begitu kabar sampai, tim Dinsos dan Tagana langsung bergerak membawa bantuan sandang dan pangan. Ini langkah awal. Kami hadir bersama BPBD dan Diskarmatan untuk menginventarisir apa saja yang paling dibutuhkan di lapangan saat ini,” ujar Yorisa di lokasi bencana, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga Bandung Lautan Empati: BPBD Kota Bandung Terjang Cisarua Lembang, Kirim Bantuan Kilat dan Pasukan Siap Nginap

Kolaborasi Lintas Wilayah dan Rencana Dapur Umum

Dalam aksi kemanusiaan ini, Dinsos Kota Bandung tidak bergerak sendiri. Yorisa telah berkoordinasi intensif dengan Kepala Dinsos KBB untuk menyamakan data agar bantuan tepat sasaran. Fokus utama saat ini adalah memastikan logistik mencukupi selama masa tanggap darurat.

“Besok (Minggu, 25/1/2026), kami kembali lagi untuk memastikan kebutuhan logistik lanjutan. Kami akan hitung detail jumlah KK dan jiwa yang terdampak untuk menentukan kapasitas dapur umum yang akan didirikan selama masa pengungsian dan pencarian korban,” jelasnya.

Galang Kekuatan Kolektif

Tak hanya mengandalkan APBD, Dinsos Kota Bandung juga menggerakkan kekuatan sipil. Lembaga Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) se-Kota Bandung turut dilibatkan untuk mempertebal dukungan kemanusiaan.

Baca juga  LUMPUHNYA SURGA PAPRIKA: Longsor Maut Terjang Cisarua, 6 Tewas dan 84 Warga Masih Tertimbun

Yorisa menekankan pentingnya manajemen distribusi agar bantuan tidak menumpuk di satu titik.

“Kami ingin bantuan tertata dan merata. Bukan hanya bahan pokok, pakaian dan nutrisi tambahan juga menjadi perhatian kami. Semua harus sesuai dengan data terbaru agar tepat guna bagi warga yang sedang berduka,” pungkas Yorisa.

Sumber : Diskominfo kota bandung

Editor  : Azi

 

Bandung Lautan Empati: BPBD Kota Bandung Terjang Cisarua Lembang, Kirim Bantuan Kilat dan Pasukan Siap Nginap

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Menunjukkan solidaritas tanpa batas wilayah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung bergerak cepat mengirimkan bantuan logistik dan personel ke wilayah terdampak bencana di Cisarua Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu, 24 Januari 2026 petang.

Langkah ini diambil sebagai respons darurat untuk memastikan warga terdampak segera mendapatkan sokongan kebutuhan dasar dan alat evakuasi.

Logistik Tempur dan Alat Evakuasi
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bandung, Robby Darwan, merinci bahwa bantuan yang dikirimkan mencakup perlengkapan teknis hingga kebutuhan pokok. Sedikitnya 500 karung, 20 cangkul, dan 10 sekop dikirimkan untuk membantu proses pembersihan material bencana.

Baca juga BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

Untuk kebutuhan warga, BPBD menyalurkan:

  •  40 dus air mineral
  • 75 lembar selimut hangat
  • 19 paket sembako lengkap
  • Perlengkapan higienis, sarung tangan, hingga kantong jenazah sebagai antisipasi keadaan darurat.

“Sembako sudah kami kemas dalam paket, isinya lengkap,” jelas Robby saat dikonfirmasi Humas Pemkot Bandung di tengah persiapan keberangkatan tim.

Siaga di Lokasi: “Kami Siap Bertenda”
Tak sekadar mengantar barang, BPBD Kota Bandung menunjukkan komitmen total dengan menerjunkan tim yang siap bermalam di titik bencana.

Sebanyak 10 personel inti telah diberangkatkan dengan perlengkapan tenda operasional yang lengkap.

“Kami melihat situasi di sana. Kalau memang harus membantu dengan menginap, kami siap bertenda dan menginap di lokasi,” tegas Robby.

Mobilisasi Relawan

Selain personel resmi, Robby menyebutkan bahwa gelombang relawan dari Kota Bandung diperkirakan akan menyusul untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Saat ini, pendataan terhadap relawan yang ingin bergabung masih terus dilakukan agar koordinasi di titik bencana tetap efektif.Aksi cepat ini diharapkan dapat meringankan beban warga Cisarua Lembang dan mempercepat proses pemulihan pascabencana melalui kolaborasi antardaerah yang solid.

Sumber : Diskominfo kota bandung

Editor : Azi

BPKP Bongkar “Dosa” Tata Ruang KBB: Longsor Bukan Sekadar Takdir, Tapi Kegagalan Mitigasi!

BANDUNG BARAT, JURNAL TIPIKOR – Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) mengeluarkan pernyataan keras terkait rentetan musibah tanah longsor yang terus menghantui Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dalam kajian terbarunya, BPKP menegaskan bahwa bencana yang menelan kerugian materi hingga nyawa ini bukan murni fenomena alam, melainkan dampak nyata dari karut-marutnya implementasi kebijakan tata ruang.

Ketua Umum BPKP, A. Tarmizi, dalam keterangannya kepada Jurnal Tipikor pada Sabtu (24/1), menyatakan bahwa ada interaksi berbahaya antara kondisi geologis yang labil dengan kebijakan pemerintah daerah yang cenderung abai terhadap aspek keamanan lingkungan.

Baca juga “Jangan Tukar Nyawa dengan Sayur!”: Dedi Mulyadi Berang Lihat Hutan Burangrang Jadi Kebun di Lokasi Longsor Cisarua

Anatomi Bencana: Lereng Terjal dan Tanah Labil

Secara teknis, Tarmizi memaparkan bahwa wilayah seperti Cipongkor, Lembang, dan Gununghalu adalah “bom waktu” geologis.

Dengan kemiringan lereng mencapai 25–40% dan struktur tanah vulkanik muda yang porus, wilayah ini sangat rentan mengalami pergerakan tanah saat diguyur hujan dengan intensitas di atas 100 mm per hari.

“Tanah di KBB itu mudah menyerap air tapi tidak stabil. Begitu hujan ekstrem masuk, tanah menjadi jenuh, bobot massa meningkat, dan seketika meluncur di atas bidang gelincir batuan,” urai Tarmizi.

Baca juga LUMPUHNYA SURGA PAPRIKA: Longsor Maut Terjang Cisarua, 6 Tewas dan 84 Warga Masih Tertimbun

Sorotan Tajam: Alih Fungsi Lahan dan Izin di Zona Merah

BPKP menyoroti tiga celah kritikal dalam kebijakan Pemerintah Daerah KBB sebelum bencana terjadi:

  • Pelacuran Tata Ruang (RTRW): Tekanan ekonomi dan pembangunan wisata di Kawasan Bandung Utara (KBU) telah mengalahkan fungsi lindung. “Hutan beralih jadi vila dan kawasan komersial. Akar pohon yang seharusnya mengikat tanah hilang, digantikan beton yang mempercepat bencana,” tegas Tarmizi.
  • Izin di ‘Zona Merah‘: BPKP menemukan adanya pembiaran terhadap pembangunan pemukiman di lokasi dengan tingkat kerentanan gerakan tanah tinggi akibat kurangnya detail mikrozonasi dalam pemberian IMB/PBG.
  • EWS dan Mitigasi yang ‘Mati Suri’: Dari sekian banyak titik rawan, pemasangan alat Early Warning System (EWS) masih sangat minim. Bahkan, alat yang ada sering kali tidak berfungsi karena minimnya biaya pemeliharaan.

Tabel Ringkasan Analisa BPKP

Aspek

Kondisi Sebelum Kejadian

Dampak Terhadap Bencana

Tata Ruang

Alih fungsi hutan menjadi area komersial/pertanian.

Hilangnya daya ikat tanah & meningkatnya infiltrasi air.

Kebijakan Izin

Pembangunan di kaki bukit/tepi tebing dibiarkan.

Meningkatnya jumlah korban jiwa & kerusakan material.

Edukasi Warga

Sosialisasi mitigasi bersifat sporadis (tidak rutin).

Warga gagal mengenali tanda awal (retakan/pohon miring).

Kesimpulan: Butuh Revolusi Tata Ruang

BPKP menyimpulkan bahwa kejadian longsor di Bandung Barat adalah akumulasi dari kegagalan mitigasi yang tertinggal jauh oleh laju pembangunan.

“Kami merekomendasikan pemerintah untuk segera menerapkan disaster-based spatial planning. Zona merah jangan hanya jadi coretan di peta, tapi harus benar-benar dikosongkan dari bangunan permanen jika kita tidak ingin terus-menerus memanen bencana,” tutup A. Tarmizi.

Pewarta : Heryanto

Editor : Azi

“Jangan Tukar Nyawa dengan Sayur!”: Dedi Mulyadi Berang Lihat Hutan Burangrang Jadi Kebun di Lokasi Longsor Cisarua

BANDUNG BARAT, JURNAL TIPIKOR – Suasana duka menyelimuti Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pasca dentuman keras menyerupai bom pada Jumat dini hari pukul 02.00 WIB yang meluluhlantakkan pemukiman warga. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung ke medan bencana untuk meninjau proses evakuasi dan menyoroti akar masalah yang memicu tragedi ini.

Alih Fungsi Lahan: “Hutan Hilang, Bencana Datang”

Di tengah lumpur dan puing bangunan, Gubernur Dedi Mulyadi tidak dapat menyembunyikan keprihatinannya. Ia menegaskan bahwa bencana ini bukan sekadar faktor alam, melainkan dampak nyata dari kerusakan ekosistem di lereng Gunung Burangrang.

Gubernur menunjuk langsung kondisi perbukitan yang kini gundul dan berubah wajah. Vegetasi penahan tanah yang seharusnya kokoh menjaga lereng, kini telah lenyap berganti menjadi komoditas ekonomi jangka pendek.

“Daerah ini seharusnya berisi pohon penahan tanah dan air, tapi kawasannya diubah menjadi kebun bunga dan sayuran. Ini mungkin salah satu faktor penyebab tanah longsor,” tegas Dedi Mulyadi dengan nada bicara yang dalam.

Video Gubernur Jawa Barat sedang Meninjau Musibah Longsor di Kabupaten Bandung Barat

 

Menurutnya, transformasi hutan pegunungan menjadi taman bunga dan kebun sayur membuat struktur tanah kehilangan "jangkar" alaminya, sehingga menjadi sangat labil saat diguyur hujan deras.

Moratorium dan Evaluasi Total

Merespons kehancuran ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah tegas. Dedi Mulyadi menyatakan komitmennya untuk segera memutus rantai alih fungsi lahan di wilayah rawan bencana.

  • Stop Alih Fungsi: Larangan keras bagi perubahan fungsi lahan hutan menjadi perkebunan di seluruh area perbukitan Jawa Barat.
  • Kembalikan Fungsi Hutan: Instruksi kepada jajaran terkait untuk mengevaluasi asal-usul lahan dan mengembalikan fungsinya sebagai hutan pelindung.
  • Audit Lingkungan: Peninjauan kembali izin-izin pemanfaatan lahan di lereng gunung untuk memastikan keamanan warga di masa depan.

Baca juga LUMPUHNYA SURGA PAPRIKA: Longsor Maut Terjang Cisarua, 6 Tewas dan 84 Warga Masih Tertimbun

Update Evakuasi: 17 Keluarga Tertimbun

Hingga saat ini, Tim SAR masih berpacu dengan waktu untuk mencari warga yang hilang. Tangis pecah di posko pengungsian, salah satunya dari Ai Siti Jubaedah, warga selamat yang menyaksikan detik-detik mengerikan tersebut. Ia melaporkan sedikitnya 17 keluarga tertimbun material longsor.
Fokus pencarian saat ini tertuju pada satu rumah yang dihuni keluarga Pak Jajang.

Sebanyak 5 orang anggota keluarga, termasuk anak dan cucu, hingga kini belum ditemukan keberadaannya.
Bencana ini menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa eksploitasi lahan yang mengabaikan keselamatan ekologis harus segera dihentikan sebelum lebih banyak nyawa menjadi taruhannya.(*)

Tim Redaksi

Editor : Azi

LUMPUHNYA SURGA PAPRIKA: Longsor Maut Terjang Cisarua, 6 Tewas dan 84 Warga Masih Tertimbun

BANDUNG BARAT, JURNAL TIPIKOR -Duka mendalam menyelimuti kaki Gunung Burangrang. Bencana tanah longsor skala besar melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari pukul 02.00 WIB.

Hingga siang ini pukul 12.38 WIB, tercatat 6 orang meninggal dunia dan 84 warga dilaporkan masih hilang tertimbun material tanah.

Bencana ini meluluhlantakkan dua titik utama, yakni Kampung Babakan RT 05/11 dan Kampung Pasir Kuda. Operasi pencarian korban saat ini menjadi perlombaan melawan waktu di tengah medan berlumpur dan ancaman cuaca ekstrem.

Baca juga Hujan Lebat Bukan Menjadi Penghalang, DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi Tetap Gelar Santunan Di Jum’at Ke-4 Tahun 2026

Ironi di Balik Desa Mandiri

Desa Pasirlangu bukan sekadar pemukiman biasa. Berada di ketinggian 1.000–1.400 mdpl, desa seluas 1.020 hektar ini merupakan sentra pertanian paprika terbesar di Indonesia.

Melalui Koperasi Mitra Sukamaju, warga Pasirlangu selama ini telah menjadi tulang punggung pemasokan sayuran kualitas unggul bagi Jawa Barat dan nasional.

“Saat ini kondisi Desa Pasirlangu sedang berduka. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama seluruh instansi terkait sudah berada di lapangan untuk memastikan penanganan darurat berjalan maksimal,” ujar Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman.

Baca juga KBB BERDUKA, Lereng Gunung Burangrang Longsor, Puluhan Rumah Tertimbun dan Warga Terjebak

Potret Wilayah dan Dampak Bencana

Bencana ini memutus denyut nadi ekonomi desa yang dihuni oleh 10.926 jiwa tersebut. Selain korban jiwa, kerugian materil diprediksi mencapai angka yang fantastis mengingat banyaknya lahan pertanian paprika dan sayur mayur yang hancur tertimbun longsoran dari lereng Gunung Burangrang.

Secara geografis, Pasirlangu merupakan benteng pengawasan alami. Nama “Pasirlangu” sendiri berasal dari kata Langeu (melihat/mengawasi), yang secara filosofis bermakna menyelesaikan masalah dengan cara “didudukkan perkaranya untuk mencari jalan damai.” Namun kini, warga terpaksa ngalangeu (merenung) di tengah puing-puing rumah mereka yang hancur.

Poin Utama Situasi Terkini:

  • Waktu Kejadian: Sabtu, 24 Januari 2026, Pukul 02.00 WIB.
  • Korban: 6 Meninggal Dunia, 84 Dalam Pencarian (Status Pukul 12.38 WIB).
  • Lokasi Terdampak: Kampung Babakan RT 05/11 dan Kampung Pasir Kuda.
  • Tim Penyelamat: Tim SAR Bandung, BPBD KBB, TNI/Polri, dan Relawan.
  • Kendala: Medan berlumpur tebal dan potensi cuaca ekstrem susulan.

Pemerintah menghimbau masyarakat di sekitar lereng Gunung Burangrang untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Bandung Barat.

Sumber :
Pusat Informasi Bencana KBB / Humas Pemprov Jabar
Editor : Azi

Hujan Lebat Bukan Menjadi Penghalang, DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi Tetap Gelar Santunan Di Jum’at Ke-4 Tahun 2026

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWO I) Kabupaten Sukabumi, kembali menggelar acara santunan di Jum'at ke-3 tahun 2026. Acara berlangsung di kantor DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi, Perum Pusaka Bumi Parungkuda Blok A-06, Desa Parungkuda, kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jum'at (23/01/2026).

Acara santunan ini merupakan salah satu program DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim piatu dalam upaya mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah.

"Alhamdulillah,meskipun diguyur hujan dari pagi hari tapi acara tetap kami laksanakan dan berjalan lancar. Acara santunan ini adalah bukti kepedulian kami terhadap masyarakat, terutama anak-anak yatim piatu. Kami berharap, bantuan ini dapat membantu mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari," ujar Heriyadi, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi.

Baca juga KBB BERDUKA, Lereng Gunung Burangrang Longsor, Puluhan Rumah Tertimbun dan Warga Terjebak

Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi dan diisi bukan hanya dengan pemberian santunan saja akan tetapi dilakukan pendataan juga terkaiit kebutuhan sekolah anak-anak yatim piatu.

DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program sosial kemasyarakatan di tahun 2026, sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat dan wujud nyata menjadikan Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarokah).

(Rama)

KBB BERDUKA, Lereng Gunung Burangrang Longsor, Puluhan Rumah Tertimbun dan Warga Terjebak

CISARUA, BANDUNG BARAT, JURNAL TIPIKOR – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memicu bencana besar. Hujan dengan intensitas tinggi selama empat hari terakhir mengakibatkan lereng Gunung Burangrang longsor, menerjang pemukiman warga di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Jumat (23/1/2026) malam hingga Sabtu (24/1/2026) dini hari.

Pemukiman Hancur dalam Sekejap
Material tanah dan terjangan air deras dilaporkan menghantam tiga kampung sekaligus, yakni Kampung Pasirkuning, Pasiran Cikandang, dan Tarikkolot. Luas kawasan yang terdampak diperkirakan mencapai 30 hektare.

“Tiba-tiba saja tanah dan air deras menghantam pemukiman saat warga sedang beristirahat. Hingga kini belum diketahui secara resmi terkait korban jiwa,” tutur Wahyudin (60), salah satu warga setempat yang menyaksikan mencekamnya suasana di lokasi.

Baca juga Skandal 6,5 Miliar: BPKP Endus Bau Amis Proyek Mangkrak SMAN 1 Cibitung, Desak Blacklist Kontraktor!

Data Terkini: 5 Warga Terjebak, Puluhan Rumah Terdampak
Hingga berita ini diturunkan, pendataan masih terus dilakukan di tengah kondisi gelap gulita akibat listrik padam dan cuaca yang masih ekstrem. Berikut adalah poin-poin situasi terkini:

    • Rumah Terdampak: Lebih dari 30 rumah dikabarkan tertimbun/rusak berat.
    • Warga Terjebak: Teridentifikasi 5 warga masih terjebak di dalam reruntuhan rumah dan belum berhasil dievakuasi.
    • Wilayah Terdampak Lain: Longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, yang memakan 2 korban jiwa.

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin, mengonfirmasi bahwa tim gabungan sedang berupaya keras menembus lokasi.

“Informasi terakhir, ada 5 warga terjebak akibat terjepit di dalam rumahnya. Kami bersama BPBD dan relawan sedang mendata rumah dan korban yang mungkin tertimbun,” jelasnya.

Evakuasi dan Penanganan Darurat
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD KBB, BPBD Provinsi Jabar, Polsek Cisarua, TNI, Polhut Perhutani, dan relawan telah dikerahkan ke lokasi.

Fokus utama saat ini adalah:

    • Evakuasi Korban: Menyelamatkan warga yang terjepit material bangunan.
    • Relokasi Aman: Mengevakuasi warga di zona bahaya ke Kantor Desa Pasirlangu untuk menghindari potensi longsor susulan.
    •  Pembersihan Jalur: Membuka akses yang tertutup material tanah dan air.

Pemerintah menghimbau warga di sekitar kaki Gunung Burangrang untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.(*)