Fenomena Ketukan Pintu Misterius Resahkan Warga Desa Sukalarang Sukabumi

Sukabumi, JURNAL TIPIKOR – Warga Desa Sukalarang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi dilingkupi rasa cemas dan ketakutan menyusul fenomena aneh yang terjadi berulang kali: ketukan misterius di pintu rumah mereka setiap menjelang malam.

Kejadian ini telah terjadi sebulan lamanya sehingga menciptakan suasana mencekam di lingkungan desa tersebut.
Rasa was-was dan takut kini menjadi teman sehari-hari warga, terutama ketika malam tiba.

Salah seorang warga yang merasakan dampak langsung dari fenomena ini, sebut saja Bu Ebah (nama samaran), menceritakan kecemasannya kepada Jurnal Tipikor melalui sambungan telepon seluler pada Senin (6/10) pagi.

“Perasaan yang diselimuti rasa takut dan was-was itu selalu datang ketika malam tiba,” ungkap Bu Ebah.

Baca juga Bandung Kembali Gaungkan Musik dan Kreativitas: Bandung Musik Journey: East Pride 2025 Menuju Asia Africa Youth Forum

Saat dihubungi, Bu Ebah mengaku belum melaporkan kejadian ini secara resmi kepada pihak kepolisian. Ia berharap, dengan menyampaikan kisahnya kepada media, keluhan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat.

“Saya menghubungi pihak Jurnal Tipikor dengan harapan dapat dinaikkan beritanya, sehingga bisa tersampaikan ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Bahkan, saat wawancara berlangsung, Bu Ebah mengaku baru saja mendengar kembali suara ketukan di pintunya. “Saat ini pun, saya bersama anak saya yang kecil dirundung rasa takut karena baru saja mendengar ada yang ketuk pintu, sedang suami sedang kerja tugas malam,” tuturnya cemas.

Bac juga BPKP Soroti Tolak Ukur Keberhasilan Kepala Daerah, Sebut IKKD Kemendagri Jadi Instrumen Kunci

Bu Ebah, yang mewakili keresahan masyarakat Desa Sukalarang, sangat berharap agar keluhan ini segera direspons.

“Harapannya, semoga keluhan saya yang mewakili warga masyarakat Desa Sukalarang dapat tersampaikan kepada pihak kepolisian khususnya Polsek Sukalarang, agar segera datang ke kampung kami agar masyarakat bisa kembali ada rasa aman dan tenteram,” pungkasnya.

Warga Sukalarang kini menantikan kehadiran aparat kepolisian untuk menyelidiki penomena ini dan mengembalikan rasa aman serta ketenangan di desa mereka.
(Redaksi/JT)

Bandung Kembali Gaungkan Musik dan Kreativitas: Bandung Musik Journey: East Pride 2025 Menuju Asia Africa Youth Forum

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Kota Bandung kembali menegaskan jati dirinya sebagai kota kreatif dan kota musik melalui acara Bandung Musik Journey: East Pride 2025 di Teras Sunda Cibiru, pada Minggu, 5 Oktober 2025.

Acara ini bukan sekadar perayaan musik, melainkan juga bagian penting dari pra-event menuju Asia Africa Youth Forum (AAYF) 2025, sebuah forum pemuda internasional yang mengusung semangat solidaritas dan kolaborasi lintas negara.

Semangat Suara, Nada, dan Karya
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menuturkan bahwa acara ini merupakan perwujudan dari semangat Bandung sebagai kota yang hidup oleh suara, nada, dan karya. Ia menekankan peran musik sebagai bahasa universal.

“Musik bukan hanya hiburan, tapi bahasa universal yang menyatukan kita semua. Lewat Bandung Musik Journey, kita ingin menunjukkan bahwa Bandung terbuka bagi talenta muda dan siap menjadi destinasi kreatif dunia,” ujar Erwin saat hadir di lokasi.

Baca juga Kodim 0607/Kota Sukabumi Gelar Upacara HUT TNI ke – 80

Merayakan Episentrum Kreativitas Bandung Timur

Tahun ini, tema East Pride diangkat secara khusus untuk merayakan kawasan Bandung Timur sebagai episentrum kreativitas yang kaya akan sejarah, komunitas, dan kolaborasi seni.
Ketua Panitia Bandung Musik Journey, Iman Rahman Anggawiria Kusumah, menjelaskan latar belakang pemilihan tema ini.

“Bandung Timur menyimpan banyak cerita. Dari legenda Sangkuriang, jejak Kerajaan Kendan, hingga semangat musik independen yang menembus panggung internasional. Inilah alasan kami mengangkat East Pride sebagai tema utama tahun ini,” jelasnya.

East Pride juga menjadi bagian kelima dari seri film dokumenter Bandung Music Journey yang mengangkat berbagai kawasan kota Bandung sebagai destinasi musik dan budaya, menyusul seri sebelumnya: West Pride, Central Pride, North Pride, dan South Pride.

Baca juga Wakil Wali Kota Bandung: UKM Adalah Laboratorium Kehidupan bagi Mahasiswa

Kolaborasi sebagai Kunci Destinasi Kelas Dunia

Semangat utama dari Bandung Musik Journey adalah kolaborasi. Pemerintah, komunitas, seniman, pelaku industri kreatif, dan masyarakat didorong untuk bersinergi membangun masa depan Bandung sebagai kota budaya dan destinasi kelas dunia.

“Kami mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi. Bandung adalah milik kita semua. Mari jadikan kota ini sebagai panggung bagi talenta muda untuk bersinar, dan sebagai rumah yang ramah bagi kreativitas,” ajak Erwin.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menambahkan bahwa musik dan budaya telah menjadi kekuatan utama dalam membangun destinasi wisata Bandung.

“Bandung dari dulu hingga kini selalu jadi tempat lahirnya gerakan musik dan budaya yang berpengaruh. Dari pop kreatif, musik underground, hingga komunitas pemuda yang menyuarakan perubahan,” ujarnya.

“Melalui tema Bandung Bersuara: Destinasi Berkembang, kami ingin mengembangkan kawasan timur Bandung dengan cara yang inklusif, melibatkan komunitas, pelaku kreatif, hingga masyarakat lokal,” tutup Adi.

( Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung)

BPKP Soroti Tolak Ukur Keberhasilan Kepala Daerah, Sebut IKKD Kemendagri Jadi Instrumen Kunci

Bandung, Jurnal Tipikor – Ketua Umum Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP), A. Tarmizi, menyoroti kompleksitas dalam mengukur keberhasilan seorang Kepala Daerah dalam memimpin wilayahnya.

Menurutnya, penilaian keberhasilan tersebut bersifat multidimensi dan tidak bisa hanya dilihat dari satu aspek tunggal.

Hal ini disampaikan Tarmizi kepada Jurnal Tipikor pada hari Minggu (5/10), menekankan bahwa di Indonesia, instrumen resmi yang digunakan oleh Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), untuk menilai kepemimpinan daerah adalah melalui Indeks Kepemimpinan Kepala Daerah (IKKD).

“Kepala daerah yang berhasil adalah mereka yang mampu menerjemahkan kewenangan otonomi daerah menjadi peningkatan kesejahteraan rakyat yang terukur dan berkelanjutan,” ujar Tarmizi, “didukung oleh tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan inovatif.”

Baca juga Kodim 0607/Kota Sukabumi Gelar Upacara HUT TNI ke – 80

Tiga Pilar Utama Tolak Ukur Keberhasilan

Tarmizi merinci bahwa secara umum, keberhasilan kepemimpinan Kepala Daerah dapat diukur melalui tiga pilar utama yang saling terkait:

1. Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Aspek ini fokus pada hasil nyata tata kelola pemerintahan dan diukur melalui indikator-indikator krusial:

  • Peningkatan Kesejahteraan Rakyat: Tercermin dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang mencakup kesehatan, pendidikan, dan daya beli, serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
  • Kinerja Fiskal Daerah: Dinilai dari kemampuan daerah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), efektivitas belanja anggaran, dan rasio otonomi fiskal.
  • Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good Governance): Meliputi kualitas pelayanan publik, transparansi, akuntabilitas, dan upaya pencegahan korupsi.
  • Realisasi RPJMD: Pencapaian visi, misi, dan program yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

2. Kepemimpinan Kepala Daerah

Pilar ini menilai kualitas personal dalam menggerakkan pemerintahan dan masyarakat:

  • Inovasi Daerah: Kemampuan Kepala Daerah menciptakan terobosan dalam pelayanan publik dan tata kelola.
  • Kemampuan Mengambil Kebijakan: Keputusan yang efektif, berani, dan berorientasi pada kepentingan publik, termasuk dalam mengalokasikan anggaran untuk subsidi atau bantuan sosial (bansos) yang tepat sasaran.
  • Integritas dan Moralitas: Kualitas moral dan etika dalam menjalankan tugas, termasuk pencegahan konflik kepentingan dan praktik korupsi.
  • Partisipasi Masyarakat: Kemampuan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan dan pengambilan keputusan.

Baca juga Wakil Ketua DPRD Bengkalis dan Camat Bathin Solapan Dukung Penuh Pembukaan STQ ke-IX Desa Buluh Manis

3. Stabilitas dan Keamanan

Keberhasilan kepemimpinan juga tercermin dari kondisi makro daerah:

  • Stabilitas Politik dan Keamanan: Daerah yang aman, tertib, dan minim konflik adalah indikasi kepemimpinan yang berhasil menjaga persatuan.
  • Kondusifitas Investasi: Kemampuan menciptakan iklim usaha yang menarik bagi investasi, yang berujung pada penciptaan lapangan kerja dan pergerakan ekonomi.

Tarmizi menambahkan bahwa IKKD Kemendagri sendiri, yang merupakan instrumen formal, mencakup dua variabel utama: Kinerja Pemerintah Daerah dan Kepemimpinan Kepala Daerah, dengan beragam indikator turunan untuk menghasilkan penilaian yang komprehensif dan objektif.

(Her)

Kodim 0607/Kota Sukabumi Gelar Upacara HUT TNI ke – 80

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Bertempat di Makodim 0607/Kota Sukabumi, Jalan R.A. Kosasih, Ngaweng, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, telah dilaksanakan Upacara HUT TNI ke-80 th.2025 Minggu (05/10/2025).

Selaku Inspektur Upacara Letkol Czi Indra Gunawan,S.T.,M. Komandan Kodim 0607/ Kota Sukabumi
Komandan Upacara Kapten Inf Ahmad Amin.S.Pd.I Danramil 0607-01/ Sukaraja,Pengucap Saptamarga Serda Rinto Bakodim
Dalam Sambutannya Irup Membacakan Amanat Panglima TNI.

Dalam upacara tersebut diberikan penghargaan Satya lencana Ekapaksi kepada Perwakilan Anggota Babinsa Serma Rusman Gani Koramil 0607-08/ Cikembar.

Usai pelaksanaan Upacara, Dandim 0607/Kota Sukabumi melakukan potong tumpeng didampingi Ketua Persit KCK Cab.XVII, Ny. Alia Indra Gunawan. Tumpeng diberikan kepada Anggota yang Purna tugas (pensiun) yaitu Sertu Anwar Basuni yang bertugas sebagai Babinsa Koramil 0607-09/Cisaat.

Kepada Awak Media, Dandim 0607/Kota Sukabumi, Letkol Czi. Indra Gunawan S.T., M.M., menuturkan, bahwa temanya sudah jelas disampaikan oleh Bapak Panglima TNI menyampaikan tema HUT ke-80 TNI “TNI Prima, TNI Rakyat, TNI Indonesia Maju”.

”Setelah saya sampaikan, amanat yang disampaikan oleh Bapak Panglima TNI, bahwa TNI itu TNI Rakyat. Khususnya kita mengemban tugas, yaitu dimana TNI dilahirkan oleh Rakyat dan Untuk Rakyat. Intinya, segala sesuatu yang disampaikan atau kita aplikasikan dalam ketentaraan ini. Kita bantu untuk masyarakat yang lebih membutuhkan,” terangnya.

Baca juga Pemkot Bandung Integrasikan “Segitiga Program” Unggulan: Kang Pisman, Buruan Sae, dan Dapur Dahsat untuk Solusi Holistik Persoalan Kota

TNI Prima itu, kata Dandim 0607/Kota Sukabumi yaitu TNI bisa mengemban tugas sesuai dengan norma-norma dalam TNI. Dan, keterlibatan TNI untuk masyarakat, untuk membantu kejayaan rakyat Indonesia.

Dandim pun menyampaikan harapan dari para anggota TNI, ”Kita junjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI dan aplikasikan ideologi kita, ideologi Pancasila di lingkungan masyarakat dan sekitarnya,” imbaunya.

Tak lupa, Dandim juga berpesan untuk masyarakat, supaya masyarakat tidak boleh sungkan, ”TNI adalah Satuan yang tegas, bukan satuan yang menakutkan. Karena TNI berdiri atau lahir dari rakyat, untuk rakyat. Makanya untuk masyarakat, monggo silahkan terbuka, TNI untuk rakyat,” pesan Letkol Indra.

”Kami siap membantu masyarakat lemah atau masyarakat membutuhkan, semampu kami. Sebagai anggota TNI, untuk bisa membantu bapak-bapak dan ibu-ibu masyarakat semuanya,” pungkasnya

( Pendim 0607).

Wakil Ketua DPRD Bengkalis dan Camat Bathin Solapan Dukung Penuh Pembukaan STQ ke-IX Desa Buluh Manis

Bathin Solapan, JURNAL TIPIKOR – Masyarakat Desa Buluh Manis, Kecamatan Bathin Solapan, menyambut hari yang istimewa dengan penuh kegembiraan pada Minggu, 5 Oktober 2025. Penjabat (Pj) Kepala Desa Buluh Manis, Samsul, secara resmi membuka perhelatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat desa yang ke-IX di Aula Desa Buluh Manis.

Mengangkat tema inspiratif, “Generasi Muda Al-Qur’an di Desa Buluh Manis”, acara ini mendapat dukungan dan perhatian langsung dari jajaran pemerintah daerah, TNI, dan Kepolisian setempat, menunjukkan komitmen kuat terhadap pembinaan keagamaan di tingkat desa.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah

Kehadiran Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, M. Arsya Fadillah, bersama Camat Bathin Solapan, Muhammad Rusdy, S.STP., M.Si., menjadi penanda dukungan penuh Pemerintah Kecamatan Bathin Solapan. Turut hadir pula perwakilan dari Koramil Mandau, Polsek Mandau yang diwakili oleh Bripka Agus Rizal, serta mantan kepala desa Legimun.

Dalam suasana khidmat dan gembira, acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Azhar M,AG. Suasana semakin semarak dengan penampilan paduan suara tilawah Al-Qur’an yang memukau.

Melahirkan Generasi Muda Berakhlak Mulia

Sebanyak 39 peserta kafilah STQ dari berbagai RW/RT di Desa Buluh Manis siap berkompetisi dalam ajang ini. Setelah pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama para peserta dan seluruh tamu kehormatan.

Pj. Desa Buluh Manis, Samsul, berharap kegiatan STQ ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga berperan strategis. “Kami berharap ajang ini dapat mencari dan melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan pemahaman yang luas terhadap ayat-ayat suci Al-Qur’an,” ujarnya.

Baca juga Camat Bathin Solapan, Kapolsek, dan Koramil Hadiri Pelantikan Peserta STQ Desa Air Kulim

Acara penting ini turut dihadiri oleh Sekdes Buluh Manis Marawen, Kepala KUA Suryanto, Ketua LPTQ Suardi, Ketua BPD Desa Buluh Manis Musriyanto, serta berbagai elemen masyarakat lainnya, termasuk tokoh agama, Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan pengurus LPTQ.
(Irwansyah)

Wali Kota Bandung Apresiasi Relawan FPRB, Dorong Sinergi untuk Kota Tangguh Bencana

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh relawan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Bandung atas komitmen mereka dalam upaya mitigasi bencana.

Apresiasi ini disampaikan Farhan dalam kegiatan Musyawarah Daerah ke-II FPRB Kota Bandung di Aula Kwarcab Kota Bandung, Sabtu (4/10).

Farhan menekankan pentingnya peran relawan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Kota Bandung yang tangguh terhadap bencana.

“Sebagai salah satu kelompok relawan yang punya semangat dan komitmen tinggi, saya berharap mereka bisa menjadi mitra strategis BPBD Kota Bandung dalam mencegah dan mengurangi risiko bencana. Kita ingin Bandung menjadi kota yang tangguh terhadap bencana,” ujar Farhan.

Baca juga Wakil Wali Kota Bandung: UKM Adalah Laboratorium Kehidupan bagi Mahasiswa

Prioritas Utama: Kesiapsiagaan dan Nol Korban Jiwa

Wali Kota Farhan menuturkan bahwa kunci utama dalam penanganan bencana adalah kesiapsiagaan masyarakat untuk memastikan tidak adanya korban jiwa.

Menurutnya, dengan langkah cepat dan koordinasi yang baik, penanganan bencana akan berjalan lebih efektif.

“Kalau pun bencana terjadi, kita harus pastikan masyarakat sudah tangguh dan penanganannya bisa dilakukan secara cepat. Tujuan kita adalah tidak ada korban jiwa,” tegasnya.

Baca juga Mahkamah Konstitusi Nyatakan UU Tapera Inkonstitusional Bersyarat, Negara Diminta Tata Ulang dalam Dua Tahun

Sebagai bentuk komitmen Pemkot Bandung, Wali Kota Farhan bersama OPD dan DPRD Kota Bandung dalam dua minggu terakhir rutin melaksanakan kegiatan Siskamling Siaga Bencana.

Kegiatan ini melibatkan kunjungan langsung ke tiap kelurahan untuk memverifikasi kesiapan warga dan melakukan pemetaan risiko bencana di setiap wilayah, mencakup bencana alam maupun non-alam.

“Saya datang langsung ke kelurahan-kelurahan untuk memastikan bahwa di setiap wilayah sudah ada upaya mitigasi risiko. Kita perlu tahu potensi bahaya di wilayah pemukiman, dan memastikan masyarakat tahu harus bagaimana kalau bencana terjadi,” jelas Farhan.

FPRB Siap Berkolaborasi dan Edukasi Masyarakat

Menanggapi harapan tersebut, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Bandung, Trio Meirdiano, menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung langkah-langkah pemerintah dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

“FPRB siap berkolaborasi dengan pemerintah dan terjun langsung ke masyarakat untuk sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana. Kita ingin setiap warga punya pengetahuan dasar dan siap siaga di lingkungan tempat tinggalnya,” ujar Trio.

Dengan sinergi yang kuat antara Pemerintah Kota, relawan FPRB, dan partisipasi aktif masyarakat, Kota Bandung diharapkan akan menjadi kota yang lebih siap, aman, dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

(Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung)

Wakil Wali Kota Bandung: UKM Adalah Laboratorium Kehidupan bagi Mahasiswa

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam membentuk karakter dan kompetensi generasi muda. Hal ini disampaikannya saat menghadiri dan membuka kegiatan UKM Day 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) LPKIA, Sabtu (4/10/2025).

Acara yang mengusung tema “The Common Ground” ini, menurut Erwin, sangat relevan sebagai semangat membangun ruang bersama bagi mahasiswa baru.

“Tema ini mencerminkan pentingnya menciptakan titik temu, tempat mahasiswa baru bisa mulai mengenal lingkungan kampus, memahami potensi diri, dan membangun jejaring yang akan menjadi bekal penting untuk perjalanan akademik maupun non-akademik,” ujar Erwin di Kampus LPKIA Jalan Soekarno-Hatta.

Baca juga Pemkot Bandung Gerak Cepat Tanggapi Aspirasi Warga Rusunawa Cingised, Wakil Wali Kota Turun Langsung Tinjau Kondisi

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa di tengah kompleksitas tantangan global dan perubahan teknologi yang masif, UKM bukan sekadar kegiatan tambahan, tapi laboratorium kehidupan.

Wakil walikota Bandung, Dr.H.Erwin S.E., M.Pd (Poto : Istimewa)

Membentuk Karakter dan Kepemimpinan

Erwin menyoroti peran strategis UKM dalam membentuk karakter mahasiswa. Melalui UKM, mahasiswa diajarkan untuk belajar kepemimpinan, mengelola perbedaan, serta bekerja dalam tim untuk mencapai tujuan bersama.

“UKM Day ini bukan hanya kegiatan seremonial, tapi momentum penting. Ini adalah titik awal kalian untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi, serta memperkuat jejaring pertemanan dan semangat kepemimpinan,” tambahnya.

Baca juga Pemkot Bandung Integrasikan “Segitiga Program” Unggulan: Kang Pisman, Buruan Sae, dan Dapur Dahsat untuk Solusi Holistik Persoalan Kota

Pemerintah Kota Bandung, lanjut Erwin, berkomitmen menciptakan generasi muda yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi masa depan. Ia optimistis mahasiswa LPKIA dapat menjadi motor penggerak perubahan di Kota Bandung.

“Kota Bandung tidak akan maju hanya karena infrastruktur atau teknologi, tapi juga karena hadirnya generasi muda yang punya karakter kuat dan daya juang tinggi,” tegasnya.

UKM sebagai Ruang Kreasi dan Asah Soft Skill

Senada dengan Wakil Wali Kota, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan LPKIA, Andi Victor, menyampaikan bahwa UKM adalah bagian penting dari pendidikan di kampus.

“Di LPKIA, mahasiswa tidak hanya belajar di kelas. Lewat UKM seperti inkubasi bisnis, futsal, kreasi, hingga paduan suara, mahasiswa bisa tumbuh, berkreasi, dan berkolaborasi secara nyata,” jelas Andi Victor.

Baca juga Mahkamah Konstitusi Nyatakan UU Tapera Inkonstitusional Bersyarat, Negara Diminta Tata Ulang dalam Dua Tahun

Ia mengajak seluruh mahasiswa baru untuk terlibat aktif di UKM, karena di situlah proses pembelajaran yang sesungguhnya dimulai. “Memimpin itu dimulai dari berani menghadapi tantangan dan membangun jejaring yang kuat,” pungkasnya.

UKM Day 2025 menjadi momen penting bagi mahasiswa baru untuk memilih dan terlibat dalam berbagai unit kegiatan, mulai dari wirausaha, desain grafis, hingga olahraga.

(Diskominfo Kota Bandung)

Kemendagri Dorong BUMD Jadi Lokomotif Ekonomi Daerah dan Agen Pembangunan

Jakarta, JURNAL TIPIKOR – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah mendesak seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk mengoptimalkan pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Optimalisasi ini bertujuan menjadikan BUMD sebagai lokomotif perekonomian daerah dan agen pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Horas Maurits Panjaitan, menegaskan pentingnya peran strategis BUMD.

“Jadikan BUMD sebagai agen pembangunan daerah untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian daerah,” kata Maurits dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Baca juga DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi Bagikan Santunan dan Baju Pramuka kepada Anak-Anak Yatim Piatu

Menurut Maurits, penguatan BUMD memiliki nilai strategis seiring dengan semangat otonomi daerah yang memberikan kewenangan kepada daerah untuk menumbuhkan kemandirian di semua aspek pembangunan, termasuk peningkatan pelayanan publik. BUMD hadir sebagai sarana utama bagi Pemda untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Hal ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD, yang menetapkan tiga tujuan utama pendirian BUMD:

  1. Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu bagi pemenuhan hajat hidup masyarakat.
  2. Memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah.
  3. Memperoleh laba dan/atau keuntungan.

Maurits menekankan bahwa meskipun BUMD memiliki orientasi pada keuntungan, peran pelayanan publik harus tetap menjadi perhatian.

Baca juga Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik, Ombudsman Aceh Jalin Sinergi Erat dengan KPK Upaya Pencegahan Korupsi dan Malaadministrasi di “Tanah Rencong”

Data dan Aset BUMD di Indonesia
Saat ini, tercatat terdapat 1.091 BUMD di seluruh Indonesia, meliputi:

  • BUMD perbankan: 27 Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan 212 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik Pemda.
  •  394 BUMD air minum.
  • Lebih dari 458 BUMD aneka usaha.

Secara kolektif, total aset BUMD di Indonesia mencapai Rp1.240 triliun, dengan ekuitas sebesar Rp236,5 triliun. Total laba yang berhasil dicatatkan adalah Rp24,1 triliun, dengan kontribusi dividen kepada daerah mencapai Rp13,02 triliun.

Pentingnya Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance)
Mengingat besarnya nilai aset dan kontribusi BUMD, Maurits mengingatkan bahwa menjaga kredibilitas, kepercayaan penyertaan modal daerah, dan nama baik adalah hal yang sangat penting.

“BUMD juga perlu mewaspadai dan memitigasi risiko pada sektor asuransi, suap dan gratifikasi, kredit fiktif, pengadaan barang dan jasa, serta fee penempatan dana,” tutupnya.

Langkah-langkah ini krusial untuk menciptakan BUMD yang terpercaya, bersih, dan menerapkan good corporate governance.

(Azi)

Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik, Ombudsman Aceh Jalin Sinergi Erat dengan KPK Upaya Pencegahan Korupsi dan Malaadministrasi di “Tanah Rencong”

BANDA ACEH, JIRNAL TIPIKOR– Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Aceh memperkuat sinergi dan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meningkatkan pengawasan di sektor pelayanan publik di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan korupsi dan malaadministrasi demi peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, di Banda Aceh, Sabtu, menegaskan bahwa mandat kerja kedua lembaga memiliki irisan yang kuat.
“KPK dan Ombudsman mandatnya berisian. Sebab, malaadministrasi dari pelayanan publik kerap menjadi pintu masuk praktik koruptif. Karena itu, sinergi Ombudsman dan KPK terus diperkuat,” ujar Dian Rubianty.

Tindak Lanjut Hasil Survei Penilaian Integritas KPK

Sinergi ini semakin penting mengingat temuan dari Tim Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK yang sebelumnya menggandeng Ombudsman Aceh.

Berdasarkan data Indeks Integritas Nasional 2024 di Provinsi Aceh, sebagian besar kabupaten/kota masih memperoleh skor rendah, yang mengindikasikan perlunya perhatian serius dan tindak lanjut segera dari pemerintah daerah.

Dian Rubianty menjelaskan bahwa skor SPI yang rendah menunjukkan bahwa instansi pemerintah perlu didorong untuk membenahi sistem, menyederhanakan layanan, meningkatkan transparansi informasi, serta memperbaiki tata kelola pengaduan.

“Data survei KPK tersebut akan semakin kuat jika dipadukan dengan temuan Ombudsman Aceh dalam menyelesaikan malaadministrasi serta meningkatkan upaya pencegahan korupsi pada layanan publik,” tambahnya.

Kepala Ombudsman Aceh juga menekankan bahwa korupsi tidak hanya menyebabkan kerugian negara, tetapi secara langsung juga merugikan masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

“Dengan diperkuatnya sinergi Ombudsman dan KPK ini diharapkan kualitas pelayanan publik di Aceh meningkat serta dapat mencegah praktik korupsi di layanan kepada masyarakat,” tutup Dian Rubianty.
[red)

DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi Bagikan Santunan dan Baju Pramuka kepada Anak-Anak Yatim Piatu

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan sosial dengan membagikan santunan dan Baju Pramuka kepada anak-anak yatim piatu yang bertempat di Kantor DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi, Jln. Pakuwon, Perum Pusaka Bumi Parungkuda, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Jum'at (03/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial organisasi DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi terhadap anak-anak yatim piatu.

Ketua DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi, Heriyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian organisasi wartawan terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim piatu.

"Kami dari DPD IWO-I Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan ini untuk memberikan bantuan dan juga dukungan kepada anak-anak yatim piatu dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka, serta untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap anak yatim piatu,"ujarnya.

Baca juga Profile singkat mengenai latar belakang dan tujuan Komunitas Peci Hitam didirikan di Kota Bandung.

Heriyadi pun berharap, dengan digelarnya kegiatan ini akan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi anak-anak yatim piatu dan juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepedulian sosial.

(Rama)