Wali Kota Bandung: Pemuda Jangan Cuma Terpukau Flexing Medsos, Jaga Kedaulatan Data dan Beraksi Nyata!
BANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan pesan mendalam dan tajam saat memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda tingkat Kota Bandung di Lapangan Balai Kota. Di hadapan ratusan pemuda, Farhan menyerukan agar generasi muda tidak sekadar menjadi penonton pasif di dunia maya yang silau oleh kemewahan (flexing), melainkan turun langsung menjawab realitas sosial dan menjaga kedaulatan data bangsa di era persaingan global.
Mengusung semangat Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia, Farhan menegaskan bahwa jika pemuda era 1928 berjuang menyatukan suku, agama, dan bahasa demi kemerdekaan, maka tantangan pemuda hari ini adalah membela kemanusiaan dan kedaulatan bangsa di ruang digital.
Poin-Poin Kunci Amanat Wali Kota Bandung:
- Hentikan Kagum pada Flexing, Lihat Realitas Sosial: Farhan mengingatkan para pemuda untuk tidak terjebak dalam ilusi kemewahan media sosial. Ia meminta generasi muda membumi dan mendengarkan suara masyarakat kecil yang belum mendapatkan porsi keadilan dan kesejahteraan yang cukup.
- Tambah Ikrara Sumpah Pemuda: “Satu Data Indonesia”: Mengingat vitalnya integrasi data di era digital, Farhan menegaskan pentingnya kedaulatan data sebagai bentuk baru patriotisme. “Bentuk patriotisme kita hari ini adalah menambah satu poin Sumpah Pemuda: tidak hanya bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, tetapi bertekad menjaga Satu Data Indonesia,” tegasnya.
- Bijak Berdigital, Jangan Dikendalikan “Emosi Dua Jempol”: Literasi digital harus menjadi benteng generasi muda. Pemuda diminta memahami teknologi secara kritis dan tidak mudah terprovokasi atau menyebarkan informasi hanya berdasarkan emosi sesaat di ruang digital.
- Kepemimpinan Humanis, Pentungan Bukan Solusi: Dalam tata kelola kota, Pemkot Bandung bersama Forkopimda berkomitmen mengedepankan musyawarah, dialog, dan empati. “Bukan dengan wajah garang penuh represi atau pentungan, tetapi dengan dialog dan kesepakatan. Kekerasan bukan pilihan,” kata Farhan.
Baca juga Momentum Sumpah Pemuda, Bupati Sukabumi Tekankan Peran Pemuda Dalam Persatuan Dan Pembangunan
Komitmen Pelayanan dan Keadilan Sosial
Sejalan dengan semangat empati tersebut, Pemerintah Kota Bandung menegaskan kesiapannya untuk hadir menutupi celah sistem data nasional. Terhadap warga rentan yang membutuhkan bantuan sosial namun belum terakomodasi dalam data pusat, Pemkot Bandung siap menyalurkan bantuan intervensi sementara.
“Buktikan bahwa kita adalah pemuda yang patriotik, gigih, dan memiliki empati, karena sesungguhnya pemuda adalah untuk Indonesia,” tutup Farhan.
Sumber : Humas Pemerintah Kota Bandung
Editor : Azi

