Kapolri Baru Tak Buang Waktu: 88 Pati-Pamen Digeser dalam 24 Jam, Pengamat Sebut “Dream Team” Polri Terbentuk

Jakarta, JURNAL TIPIKOR – Baru dua hari resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto langsung tancap gas. Tanpa jeda, tanpa kompromi: 88 perwira tinggi dan menengah Polri dimutasi dan dirotasi dalam satu sapuan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Langkah kilat yang mengirim sinyal keras ke seluruh tubuh Korps Bhayangkara — era baru telah dimulai, dan tidak ada ruang untuk pejabat yang sekadar “duduk manis”.

Pengamat kepolisian Poengky Indarti, mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), tidak menyembunyikan apresiasinya. Dalam keterangannya kepada ANTARA di Jakarta, Minggu (4/10), ia menyebut jajaran Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri yang baru bukan sekadar hasil pergeseran kursi, melainkan penempatan orang-orang dengan kapabilitas yang tepat di posisi yang tepat.

“Ini bukan mutasi biasa. Saya melihat profesionalisme semakin menguat, dan hal ini menunjukkan sangat positif bagi peningkatan prestasi Polri,” tegas Poengky.

Baca juga GUNCANGAN ISTANA: Prabowo Jalankan ‘Operasi Presisi’, Preteli Siji-Siji Figur Kunci Solo, Konsolidasi Kekuasaan Penuh Dimulai!

Nama-Nama Besar di Balik “Dream Team” Baru

Poengky menyoroti empat jabatan strategis di Mabes Polri yang menurutnya diisi oleh figur-figur dengan rekam jejak tak terbantahkan:

Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam). Jenderal bintang dua ini pernah bertugas langsung di bidang intelijen, sehingga memiliki fokus, keahlian, dan pengetahuan yang tajam. “Skill dan knowledge-nya mumpuni,” kata Poengky singkat namun tegas.

Irjen Pol. Herry Heryawan dipercaya memegang tampuk Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam). Bagi Poengky, ini adalah penempatan yang nyaris sempurna. “Cocok dengan pengalaman beliau yang lama di penegakan hukum dan keamanan, sehingga diharapkan mampu menangani pemeliharaan keamanan dengan baik,” ujarnya.

Irjen Pol. Asep Safrudin mengisi posisi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) — jabatan yang kerap menjadi sorotan publik. Latar belakang reskrim yang kuat membuatnya, menurut Poengky, pilihan yang sudah tepat.

Sementara itu, Irjen Pol. Arie Ardian Rishadi ditunjuk sebagai Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipidkor), sebuah jabatan krusial di tengah tuntutan publik akan pemberantasan korupsi yang tanpa pandang bulu. Poengky menilai kombinasi latar belakang penegakan hukum dan pengalaman sebagai pimpinan kewilayahan menjadikan Arie figur yang pas untuk posisi panas ini.

Baca juga SAPU BERSIH DI HARI PERTAMA! Kapolri Suyudi Langsung Rotasi 19 Kapolda, Kursi Panas Metro Jaya Jadi ‘Panggung’ Pembuktian

Kapolda Metro Jaya: Medan Tempur Paling Berat

Tak hanya di tingkat Mabes, Poengky juga menyoroti penunjukan **Irjen Pol. Dadang Hartanto** sebagai Kapolda Metro Jaya — wilayah yang diakui sebagai medan paling menantang bagi seorang Kapolda di seluruh Indonesia.

Dadang bukan orang baru di medan berat. Ia pernah menjabat sebagai Wakapolda Sumatera Utara yang penuh dinamika, lalu teruji sebagai Kapolda Maluku. Kini, ia dipanggil ke Jakarta untuk memimpin kepolisian di ibu kota negara yang kompleksitasnya tak tertandingi.

“Irjen Pol. Dadang Hartanto yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakapolda Sumut yang penuh tantangan serta teruji di Maluku sebagai Kapolda Maluku, saat ini dipercaya menjadi Kapolda Metro Jaya yang tantangannya jelas lebih berat. Itu menunjukkan penguatan *skill and knowledge* untuk memimpin kewilayahan,” jelas Poengky.

Baca juga GEbrakan Cepat Kapolri Suyudi Ario Seto: ‘Bongkar Pasang’ 27 Kursi Panas Pati dan Kapolda, Sinyal Keras Percepatan Kinerja Polri!

Pesan di Balik Kecepatan

Langkah Kapolri baru yang langsung merombak 88 pati dan pamen hanya dalam hitungan hari setelah pelantikan bukan tanpa makna. Polri sendiri menyebut mutasi ini sebagai “percepatan yang dibutuhkan” — sebuah pengakuan bahwa institusi memerlukan penyegaran segera untuk menjawab tantangan keamanan yang terus berkembang.

Bagi Poengky, susunan baru ini adalah fondasi kuat. Ketika orang yang tepat duduk di kursi yang tepat, profesionalisme bukan lagi slogan, melainkan praktik nyata.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Kapolri baru berani bertindak, melainkan seberapa jauh “dream team” ini mampu membuktikan diri di lapangan. Publik menunggu — dan ekspektasi sudah terlanjur tinggi.

Narasumber:
Poengky Indarti – Pengamat Kepolisian, Mantan Anggota Kompolnas

Sumber Data:
Surat Telegram Kapolri No. ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *