JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Tepat pada peringatan 71 tahun Dasa Sila Bandung, jaringan Aktivis ’98 Lintas Kota mengeluarkan pernyataan sikap keras terhadap arah kebijakan nasional saat ini.
Mereka menilai bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah melakukan penyimpangan fundamental yang mencederai semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 dan amanat Pembukaan UUD 1945.
Refleksi 71 Tahun: Dari Mercusuar Dunia Menjadi Subordinasi Global
Dasa Sila Bandung yang lahir pada 18-25 April 1955 bukan sekadar dokumen historis, melainkan manifesto politik bebas aktif yang berhasil mengguncang dominasi blok-blok dunia. Namun, para aktivis menilai momentum 71 tahun ini justru diwarnai oleh kebijakan yang kontradiktif dengan prinsip kedaulatan dan antineokolonialisme.
“Peringatan ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni kosong. Kita sedang berada di ambang transformasi strategis, namun pilihan pemerintah untuk bergabung dengan “Board of Peace (BOP)” adalah wujud nyata dari pengkhianatan terhadap semangat Dasa Sila Bandung,” tegas perwakilan Aktivis ’98 dalam pernyataan resminya.
Dosa Struktural dan Pengkhianatan Konstitusi
Dalam dokumen refleksinya, Aktivis ’98 menyoroti lima poin krusial yang dianggap sebagai kegagalan rezim saat ini:
Pengkhianatan Geopolitik: Langkah bergabung dengan entitas luar seperti BOP dinilai menabrak prinsip non-intervensi dan kedaulatan yang diperjuangkan para “Founding Fathers”.
Runtuhnya Supremasi Hukum: Merujuk pada “World Justice Project (WJP) Rule of Law Index 2025”, skor penegakan hukum Indonesia anjlok ke angka “0,52”. Demokrasi liberal prosedural dituding hanya melahirkan tirani mayoritas yang opresif.
Korupsi yang Mengakar: Skor Indeks Persepsi Korupsi yang jalan di tempat pada angka “34/100” menunjukkan kegagalan negara dalam bersih-bersih birokrasi.
4. Ekonomi Kapitalistik Rente : Pemerintah dianggap masih “bertekuk lutut” di bawah rezim neoliberalisme warisan 50 butir “Letter of Intent” (LoI) IMF. Praktik privatisasi dan deregulasi dinilai sebagai bentuk subordinasi yang mengkhianati “Pasal 33 UUD 1945”.
Marginalisasi Budaya: Imperialisme budaya atau westernisasi yang masif telah meminggirkan masyarakat adat dan mengikis jati diri bangsa sebagai bangsa timur yang berdaulat secara budaya.
Pernyataan Sikap: Rezim Telah Berpaling
Berdasarkan tinjauan mendalam terhadap kondisi geopolitik, hukum, dan ekonomi nasional, jaringan Aktivis ’98 Lintas Kota menyatakan sikap tegas:
“Bahwa demi hukum dan moralitas sejarah, kami memutuskan dan menyatakan bahwa Rezim Pemerintahan Prabowo-Gibran telah mengkhianati Dasa Sila Bandung.
Kekecewaan ini didasari atas hilangnya posisi tawar Indonesia dalam sistem global. Alih-alih menjadi pemimpin bagi negara-negara berkembang (Global South), Indonesia dinilai lebih memilih menjadi pelaksana agenda kekuatan eksternal yang memperdalam ketergantungan struktural dan melemahkan kontrol negara atas sektor strategis.