DARURAT KARHUTLA! Pemprov Kaltim Gelontorkan Rp3 Miliar: Fokus Selamatkan Napas Warga, Tegas Tegaskan Bukan untuk Insentif
SAMARINDA, JURNAL TIPIKOR– Di tengah perjuangan keras memadamkan api yang tak kunjung reda dan kepulan asap yang mulai mengganggu aktivitas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengambil langkah agresif. Pemprov mengalokasikan anggaran sebesar *Rp3 miliar khusus untuk menangani dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak, dengan tegas meluruskan persepsi di tengah masyarakat. Ia memastikan bahwa uang miliaran tersebut **bukanlah dana tunai untuk insentif relawan**, melainkan dikonversi sepenuhnya menjadi “senjata” medis untuk menyelamatkan nyawa.
“Anggaran ini sepenuhnya direalisasikan dalam bentuk barang. Kami tidak bagi-bagi uang tunai. Fokus kami adalah logistik penyelamatan nyawa,” tegas Andi Muhammad Ishak, Jumat (6/11/2026).
Baca juga BONGKAR KARUT-MARUT NIKEL SULTRA: IUP ‘ZOMBIE’ DAN ALIRAN SUAP, KEJAGUNG BIDIK SOSOK AK
Oksigen Jadi Prioritas Utama
Rincian belanja Rp3 miliar ini diprioritaskan untuk pengadaan tabung oksigen, oksigen konsentrat, oksigen portabel, masker berkualitas medis, multivitamin, serta obat-obatan esensial. Andi menegaskan bahwa logistik ini tidak ditimbun di provinsi, melainkan langsung “dihujankan” ke kabupaten/kota yang menjadi titik merah terdampak asap.
“Pemprov bagikan ke kabupaten/kota yang terdampak, bukan untuk stok di provinsi. Kita distribusikan sesuai kondisi darurat di lapangan, dan sebagian akan menjadi stok strategis kabupaten-kota,” ujarnya.
Lindungi Para Pahlawan Asap
Di tengah distribusi untuk warga, Pemprov Kaltim juga menunjukkan perhatian khusus bagi para garda terdepan. Sebagian logistik, khususnya oksigen portabel dan multivitamin dosis tinggi, disiapkan khusus untuk melindungi paru-paru para petugas pemadam dan relawan yang berjibaku menerjang titik api.
Puskesmas Jadi “Oase” Udara Bersih
Tak hanya mengirim barang, Pemprov menginstruksikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, terutama puskesmas di zona merah, untuk bertransformasi menjadi tempat perlindungan. Dinas Kesehatan memerintahkan penyediaan *clean air room* (ruang udara bersih) yang dilengkapi tabung oksigen.
Masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan tidak perlu ragu untuk mencari pertolongan.
“Silakan masyarakat yang mengalami sesak karena asap, singgah ke puskesmas. Ada disiapkan ruang udara bersih dan tabung oksigen. Silakan dipakai sampai kondisinya relatif membaik. Kami hadir untuk memastikan warga bisa bernapas lega,” pungkas Andi.
Langkah cepat ini menjadi sinyal tegas bahwa Pemprov Kaltim memprioritaskan keselamatan jiwa di atas segalanya di tengah bencana kabut asap yang melanda.(*)

