Tawarkan Putrinya Beasiswa Kuliah, Niat Mulia Sang Ayah di Sukabumi Berujung Ancaman Dilaporkan Mantan Mertuanya Ke Polisi

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Iqbal Salim (47), warga Kampung Cireundeu, RT.15 RW. 04, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hendak menawarkan beasiswa kuliah untuk putrinya bernama Wirdah (18), warga Kampung Bojongjengkol RT.14 RW. 04, diancam akan dilaporkan Polisi oleh mantan ibu mertuanya diketahui bernama Oneng.

Pada saat itu, 24 Juli 2025, Iqbal mendatangi rumah tempat kediaman putrinya bermaksud menawarkan beasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang berada di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

"Saat itu, saya menemui mantan ibu mertuanya. Mendengar tawaranku, dia meluapkan emosinya mau melaporkan saya kepolisi Bojonglopang kalau saya berani lagi datang kerumahnya,"Kata Iqbal Kepada awak media, Sabtu (09/08/2025).

 Baca juga Miliki Rasa Empati Dan Simpati Yang Tinggi, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Kunjungi Pengrajin Bola Difabel

Sedangkan Iqbal ingin menawarkan beasiswa untuk putrinya, dirinya langsung dihardik dengan kata-kata kasar yang tidak sepantasnya diucapkan demi masa depan putrinya, seakan pendidikan bagi mereka hanya formalitas biasa.

“Dia luapkan emosinya tidak memberikan penjelasan manfaat kuliah sesuai mata kuliah yang diinginkan putriku, dia (Oneng) membentak saya dengan berkata. Ah, tidak perlu kuliah, perempuan hanya ujungnya dapur dan kawin, kamu datang ke sini, saya laporkan kamu di polisi Bojonglopang (Polsek Jampangtengah). Saya sudah omong sama polisi,”Hardiknya.

Iqbal mengaku, dirinya dipisahkan paksa dengan putrinya sejak berusia setahun oleh kedua mantan mertua yaitu Oneng dan almarhum Badrudian alias Embad sehingga putrinya tidak kenal dirinya sebagai bapak kandungnya lantaran tidak menyerahkan akte buku nikah dan menuntut ceraikan istrinya yaitu, Leli Setiawati, tujuannya menghilangkan statusnya sebagai anak dan bapak kandung.

“Kedua mertua waktu itu, tahun 2008, saya dikeroyok sama mertua saling rebutan buku nikah. Beruntung buku nikah milikku saya pertahankan. Sejak itu saya pisah dengan putriku hingga saat ini hanya gara-gara buku nikah tidak saya serahkan dan tidak mau tanda tangan surat talak yang mereka sudah sediakan.

Sedangkan ibunya menikah lagi tahun 2010 tanpa cerai dari saya menggunakan surat talak palsu dan manipulasi statusnya menjadi janda dikeluarkan oleh pemerintah desa Bojongjengkol dan Dinas kependudukan Kabupaten Sukabumi. Meski saya pernah protes, tapi para oknum tidak menanggapi. Bahkan KTPku dicekal Diskucapil dengan alasan Sukabumi punya aturan sendiri yang tidak bisa diatur hukum negara, waktu itu saya temui ibu Ida tahun 2015. Sakarang dia menjabat sebagai Sekdis Diskucapil. KTPku bisa kembali terbit setelah saya layangkan surart keperesiden,”lirihnya.

Dampak dari masalah tersebut, Iqbal tidak bisa mendidik putrinya dan sering di intimidasi oleh para oknum instansi dan segelintir aparat yang punya kepentingan bilamana mengadu ke pemerintah pusat termasuk berkali-kali dijebak berbagai macam cara. Sebab, mereka menfitnah saya status nikah sirih, padahal statusnya tercatat menikah KUA Jampangtengah. Tidak sampai disitu, dirinya sering alami pengeroyokan dan pihak Puskesmas Jampangtengah, turut mempersulit lakukan visum terhadap dirinya. Pihak Puskesmas Jampangtengah, mengarahkan harus ada izin dari Polsek.

“Jangankan ketemu anak, lihat dari jauh saja diancam. Dan lebih gilanya, awal tahun 2017 saya dikeroyok kesekian kalinya oleh keluarga mertua karena istri waktu itu mau menikah ketiga kalinya tapi ditolak KUA karena waktu itu statusku belum ada cerai pengadilan agama meski dokumen kependudukannya istri sudah status janda cerai mati atas nama Suhud Hidayat, sedangkkan petugas di Polsek Jampangtengah seperti Muhammad Sofyan dan Okkey, waktu itu memaksa saya damai dengan keluarga mertua, mereka iming-imingi saya nanti akan memperbaiki hubunganku dengan anakku. Begitu damai, besoknya saya tagih mereka, malahan mereka ingkar janji, lalu para oknum kembali berulah seperti sediakala,”Keluhnya Iqbal.

Baca juga Pemanggilan Ulang Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Haji

Iqbal juga menyayangkan pihak penegak hukum perihal dua laporannya di Polres Sukabumi masih mangkrak dan tidak jelas perkembangannya sampai saat ini. Bahkan, laporannya terdahulu, juga ditolak termasuk pernikahan istrinya tahun 2010 dan 2017. Begitu kasus ancaman pelecehan terhadap putrinya tahun 2010 oleh pria yang menikahi ibunya yaitu Suhud Hidayat sebelum minggal dunia. Sedangkan pernikahan 2017 bersama Ade alias Bahro, masuk penjara di Lapas Nyomplong dalam kasus narkoba. Sedangkan kepercayaan Iqbal terhadap lembaga kepolisian seakan pudar.

“Ada dua laporanku di Polres tidak jelas perkembangannya, yang pertama pemalsuan surat pernyataan talak tanggal 23 Maret 2015, Nomor B/1-/02/III/2015/SAT Reskrim, yang kedua laporan aduan tentang pemalsuan dokumen kependudukan milik mantan istri dilakukan Oleh Dinas Kependudukan Kabupaten Sukabumi, tanggal 19 April 2022. Akibat ulah mereka keuntungan pribadinya, masa depan anakku suram. Sebab, para oknum hanya mementingkan kepentingan pribadinya tidak peduli kemajuan masa depan masyarakat. Intinya, mereka berharap saya celaka termasuk ditahun 2016, rumah tempat saya mengontrak di Kampung Cirenudeu, pernah ditebarkan berbagai jenis narkoba, diduga mau menjebak saya kasus narkoba, sejak itu saya tidak lanjutkan kontrakan rumah dan memilih pindah keluar dari kecamatan Jampangtengah, meski KTP tetap alamat Desa Bojongjengkol, sedangkan istri baru gugat cerai saya di Pengadilan Agama tahun 2022,”Pungkasnya.

(Rama)

Miliki Rasa Empati Dan Simpati Yang Tinggi, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Kunjungi Pengrajin Bola Difabel

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.I.P, memiliki rasa empati dan juga simpati yang tinggi terhadap warga masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Terbukti, Budi Azhar merespon cepat dengan munculnya kabar adanya pengrajin bola difabel bernama sandi yang beralamat di Bojongkaung Rt. 03 Rw. 08, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Budi Azhar langsung menyambangi kediaman Sandi dan memberikan support berupa moril dan materil agar sandi terus tetap semangat dalam menjalankan kesehariannya.

"Alhamdulillah,hari ini saya dapat bersilaturahim sama kang sandi dan keluarga. Kang Sandi sebagai pengrajin bola memiliki peran penting dalam industri olahraga lokal, namun seringkali mengahadapi problem ekonomi," ucap Budi Azhar kepada awak media, Sabtu (09/08/2025).

Baca juga Pemanggilan Ulang Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Haji

Budi Azhar berharap, Kang sandi dapat terus semangat dalam menjalankan kesehariannya dan Kang sandi bersama keluarga selalu diberikan kesehatan.

“Semoga Kang Sandi dan keluarga diberikan selalu kesehatan dan terus semangat,”harapnya.

Kunjungan Budi Azhar selaku Ketua DPRD ini menjadi bukti adanya kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat usaha kecil, khususnya penyandang disabilitas.

Sementara itu, Kang Sandi selaku pengrajin bola menyampaikan rasa syukur serta ucapan termakasihnya kepada Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar, atas kepeduliannya yang sangat tinggi.

“Alhamdulillah, terimakasih banyak bapak sudah menyempatkan waktu untuk menengok dan memberikan bantuan kepada saya dan keluarga,”ucap Sandi.

Baca juga KPK Tanggapi Surya Paloh Terkait Terminologi OTT: Penangkapan Bupati Kolaka Timur Sudah Sesuai Aturan

Sandi sebagai pengrajin bola dalam sehari hanya bisa menyelesaikan dua bola, dimana upah jahit per bola hanya Rp. 7.000 rupiah. Sehari, Sandi hanya dapat menghasilkan Rp. 14.000 rupiah.

Hasil dari upahnya, Sandi gunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari dirinya bersama ibunya.

Sandi pun mendokan Budi Azhar dan juga keluarga, agar selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan dilancarkan karirnya.

“Semoga Bapak Dewan (Budi Azhar) bersama keluarga selalu Allah berikan kesehatan, keselamatan dan juga dilancarkan karirnya, Aamiin,” pungkasnya.

(Rama)

PT. Bogorindo Cemerlang Buka Agrowisata Di Bukit Panenjoan Cibadak, AU Bintoro “Kita Jaga Dan Lestarikan Alam”

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,- Tidak lama lagi akan segera hadir agrowisata baru di Cibadak Sukabumi tepatnya di Bukit Panenjoan, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Agrowisata tersebut dibangun oleh PT. Bogorindo Cemerlang diatas lahan seluas 200 Hektar dengan total luas keseluruhan 400 Hektar.

Proyek agrowisata ini digadang-gadang akan mendorong dan menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus destinasi wisata edukatif dan alam dengan view yang sangat indah dan menjadi Agrowisata terbeser di wilayah Kecamatan Cibadak.

Baca juga KPK Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia

Direktur Utama PT Bogorindo Cemerlang, AU Bintoro, mengatakan bahwa Progres agrowisata ini mengusung konsep revitalisasi lahan rusak menjadi lahan produktif dan ramah lingkungan. Proyek ini juga dirancang menjadi sarana edukasi, wisata alam, hingga tempat healing yang menyatu dengan alam terbuka.

“Kita belajar Bagaimana kita mencintai alam, bagaimana alam harus kita jaga dan Lestarikan, di atas Lahan seluas 400 hektare, tapi kita mulai kembangkan 200 hektare dulu,” Ucapnya kepada awak media (06/08/2025).

Lanjutnya, proses pembangunan agrowisata ini masih dalam tahap awal. Izinnya pun sedang diproses dan ditargetkan akan rampung dalam waktu dekat ini. Kami optimis proyek ini bisa selesai dalam waktu satu tahun ke depan.

“Beragam fasilitas akan kami hadirkan di kawasan ini seperti kuliner khas, area healing, glamping (glamour camping), rafting, paralayang, dan berbagai wahana permainan rakyat yang bisa dinikmati pengunjung dari segala kalangan,”jelasnya.

Baca juga Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi Gelar Vaksin di Wilayah Kecamatan Cikembar, Sebanyak 400 hewan divaksin

AU Bintoro pun menjelaskan, bahwa kawasan ini memiliki keistimewaab diantaranya yaitu menyajikan pemandangan yang indah, udara sejuk, dan didukung dengan masyarakat sekitar yang ramah dan kondusif untuk membangun kawasan.

Dalam mewujudkan proyek ini, PT Bogorindo Cemerlang menyiapkan anggaran yang tidak sedikit. Meski tidak menyebutkan angka pasti, AU Bintoro menyebut nilainya bisa mencapai puluhan miliar rupiah.

“Terkait anggarannya kita mengalir saja, yang penting ada uang, kita masukkan. Tapi mungkin bisa habis puluhan miliar,” pungkasnya.

(Rama)

Dirwaster Lembaga BPKP Provinsi Riau Soroti manajemen PT SPS dan PT KITB tidak mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Siak

SIAK , JURNAL TIPIKOR – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sirkuler PT Samudera Siak (SS) yang dilaksanakan pada Selasa, 5 Agustus 2025,

menghasilkan keputusan penting. Pemegang saham, yaitu PT Sarana Pembangunan Siak (SPS) dan PT Siak Pertambangan dan Energi (SPE), bersepakat untuk memberhentikan jajaran direksi dan komisaris PT SS secara tidak hormat.

“Kami sebagai pemegang saham harus mengambil langkah tegas untuk memberhentikan jajaran direksi dan komisaris yang lama secara tidak hormat karena kelalaiannya dalam pengelolaan PT SS,” ujar Direktur PT SPS, Bob Novitriansyah, dalam siaran persnya.

Baca juga Kapolri Rotasi Tujuh Kapolda, Termasuk Polda Metro Jaya

Keputusan ini diambil setelah meninjau laporan keuangan perseroan tahun 2023 dan 2024 yang terus menunjukkan kerugian. Kinerja Direktur Juprizal dan Komisaris Wira Gunawan dinilai tidak optimal. Keadaan ini diperparah dengan kegagalan PT SS dalam mendapatkan kembali izin pengelolaan kawasan pelabuhan Tanjung Buton.

Menanggapi pemberhentian jajaran direksi PT SS, Direktur Pengawas Teritorial (Dirwaster) BPKP Provinsi Riau, Farizal, memberikan komentar tajam.

Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan bahwa PT SPS sebagai pemegang saham tidak melakukan pengawasan dengan baik.

“Saya miris membaca pernyataan Direktur PT SPS tentang kinerja PT SS, menyalahkan direksi PT SS seolah-olah PT SPS tidak punya andil di situ. Padahal ada saham PT SPS di PT SS,” kata Farizal.

Baca juga KPK Respons Isu Pemanggilan Nadiem Makarim dan Sampaikan Progres Penyelidikan Kasus Google Cloud

Ia menilai PT SPS seharusnya mengontrol manajemen PT SS sejak dini. Jika merugi dan kinerja direksi dianggap tidak mampu, rapat pemegang saham seharusnya sudah diadakan jauh hari sebelumnya untuk mengganti direksi yang lebih baik.

Farizal mengungkapkan bahwa manajemen PT SS sudah bermasalah sejak sebelum tahun 2022. Ia mempertanyakan mengapa PT SPS baru bertindak dan menyalahkan direksi setelah empat tahun.

“Jadi, apa kerja PT SPS selama ini sebagai pemegang saham?” tanyanya. Farizal pun mendesak DPRD untuk menekan Bupati agar mengganti seluruh jajaran PT SPS dan PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).

“Cabut dengan akarnya. Baru bisa lahan itu kita ganti dengan tumbuhan lain. Kalau tidak, tumbuhan yang baru tetap mati karena masih ada akar lalang yang kokoh dibiarkan,” tegasnya.

Baca juga Dewan Pers Cabut Verifikasi dan Sertifikasi Media Pencatut Nama Lembaga Negara

Menurut Farizal, jika PT SPS dan PT KITB tidak mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Siak, maka sebaiknya dibubarkan saja dan diganti dengan Badan Pengelolaan Kawasan Buton yang bertanggung jawab langsung kepada Bupati. Hal ini akan lebih jelas dan efektif.

Ia juga menyoroti satu direktur BUMD yang menjabat sejak era Bupati Arwin dan belum diganti hingga saat ini, meskipun prestasinya dinilai nihil.

(Tim)

Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi Gelar Vaksin di Wilayah Kecamatan Cikembar, Sebanyak 400 hewan divaksin

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi gelar kegiatan vaksinasi rabies terhadap ratusan hewan diantaranya anjing, kucing, dan monyet yang ada di wilayah di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (06/08/2025).

Kegiatan ini menyasar lima desa di wilayah Kecamatan Cikembar, yaitu Desa Cikembar, Sukamulya, Bojong, Bojong Kembar, serta satu desa tambahan. Target vaksinasi sebanyak 100 ekor perDesa, sehingga total hewan yang divaksin mencapai 400 ekor.

"Kami turunkan tim yang terdiri dari dokter hewan, petugas teknis, tenaga medis, serta tim khusus yang memiliki keahlian menangkap anjing," ujar Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Endri Baharianto.

Baca juga Sebanyak 1087 KPM Di Desa Karang Tengah Cibadak Mendapat Bantuan Pangan Beras 20 Kg Per-KPM

Lanjutnya, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Peternakan, Kecamatan Cikembar, serta dukungan dari Babinsa, Babinkamtibmas.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar, khususnya untuk mencegah kasus gigitan rabies pada manusia dan kasus positif rabies pada hewan,”ucapnya.

Endri pun menegaskan, bahwa wilayah Kecamatan Cikembar merupakan salah satu daerah dengan riwayat kasus positif rabies pada anjing serta memiliki populasi kepemilikan anjing yang cukup tinggi, terutama di wilayah perkotaan.

“Kasus gigitan rabies terakhir di Kabupaten Sukabumi terjadi pada 2018, dan sejak itu sudah tidak ada laporan kasus baru. Namun, vaksinasi terus kita galakkan agar status bebas rabies ini tetap terjaga,” bebernya.

Baca juga Kapolri Rotasi Tujuh Kapolda, Termasuk Polda Metro Jaya

Program vaksinasi rabies ini dilaksanakan setahun sekali sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Meski demikian, kasus gigitan hewan seperti anjing dan kucing terhadap manusia masih ditemukan. Oleh karena itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta Puskesmas Cikembar untuk mengendalikan potensi risiko.

Endri mengimbau kepada masyarakat yang memiliki hewan peliharaan agar bertanggung jawab dalam pemeliharaannya.

“Bagi masyarakat yang punya anjing, tolong dipelihara dengan baik, diberi makan, dan tidak dibiarkan liar. Selain itu, manfaatkan program vaksinasi rabies dari Dinas Peternakan dan itu gratis,” pungkasnya.

(Rama)

Sebanyak 499 KPM Di Desa Wangunjaya Ciambar Mendapat Bantuan Pangan Beras 20 Kg Per-KPM

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Bertempat di Aula Kantor Desa Wangunjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, sebanyak 499 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan bantuan pangan beras 20 Kg dari program pemerintah melalui Bulog yang disalurkan oleh pihak pemerintah Desa Wangunjaya, Rabu (06/08/2025).

Bantuan pangan beras tersebut bersumber dari bantuan pangan pemerintah dan disalurkan sebagai bagian dari program bantuan sosial yang dilakukan oleh pemerintah melalui Bulog.

Kepala Desa Wangunjaya, Ipin Aripin, S.I.P., mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah atas bantuan pangan beras yang dibagikan untuk warganya, dengan adanya bantuan pangan beras ini tentunya dapat meringankan beban warga dalam mencukupi kebutuhan pangan.

"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang terlibat, termasuk Bulog, serta unsur pengawasan lainnya. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami," ucapnya.

Baca juga Sebanyak 1087 KPM Di Desa Karang Tengah Cibadak Mendapat Bantuan Pangan Beras 20 Kg Per-KPM

Ipin pun turut hadir memantau langsung jalannya penyaluran bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, sebanyak 499 KPM di Desa kami mendapatkan bantuan pangan beras dari pemerintah sebanyak 20 Kg per-KPM”,ungkapnya.

Lanjut Ipin, Mudah-mudahan bantuan pangan beras ini dapat bermanfaat dan dapat meringankan beban akan kebutuhan pangan warga serta dapat menjadikan kekuatan dalam meningkatkan kegiatan beribadah kepada Allah SWT.

Baca juga Kapolri Rotasi Tujuh Kapolda, Termasuk Polda Metro Jaya

Ipin berharap, program ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga kedepannya.

Ipin juga menegaskan, bahwa pemerintah desa berkomitmen dalam menjaga ketepatan sasaran bantuan tersebut.

“Kami memastikan, bahwa distribusi berjalan sesuai data yang ada. Warga yang berhak benar-benar mendapatkan haknya dengan sistem yang rapi dan tertib,”pungkasnya.

(Rama)

Sebanyak 1087 KPM Di Desa Karang Tengah Cibadak Mendapat Bantuan Pangan Beras 20 Kg Per-KPM

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Bertempat di Aula Kantor Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, sebanyak 1087 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan bantuan pangan beras 20 Kg dari program pemerintah melalui Bulog yang disalurkan oleh pihak pemerintah Desa Karang Tengah, Rabu (06/08/2025).

Bantuan pangan beras tersebut bersumber dari bantuan pangan pemerintah dan disalurkan sebagai bagian dari program bantuan sosial yang dilakukan oleh pemerintah melalui Bulog.

Kepala Desa Karang Tengah, Agung Pratama Putra, S.I.P., mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah atas bantuan pangan beras yang dibagikan untuk warganya, dengan adanya bantuan pangan beras ini tentunya dapat meringankan beban warga dalam mencukupi kebutuhan pangan.

"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang terlibat, termasuk Bulog, PSM, serta unsur pengawasan lainnya. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami," ucapnya.

Baca juga Kapolri Rotasi Tujuh Kapolda, Termasuk Polda Metro Jaya

Agung pun turut hadir memantau langsung jalannya penyaluran bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, sebanyak 1087 KPM di Desa kami mendapatkan bantuan pangan beras dari pemerintah sebanyak 20 Kg per-KPM”,ungkapnya.

Lanjut Agung, Mudah-mudahan bantuan pangan beras ini dapat bermanfaat dan dapat meringankan beban akan kebutuhan pangan warga serta dapat menjadikan kekuatan dalam meningkatkan kegiatan beribadah kepada Allah SWT.

Agung berharap, program ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga kedepannya.

Agung juga menegaskan, bahwa pemerintah desa berkomitmen dalam menjaga ketepatan sasaran bantuan tersebut.

“Kami memastikan, bahwa distribusi berjalan sesuai data yang ada. Warga yang berhak benar-benar mendapatkan haknya dengan sistem yang rapi dan tertib,”pungkasnya.

(Rama)

Bupati Sukabumi Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Agenda “Pengambilan Keputusan Hasil Evaluasi Gubernur Jawa Barat”

Sukabumi,jurnaltipikor.com/,-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi mengesahkan keputusan pimpinan DPRD Nomor 3 Tahun 2025 dalam Rapat Paripurna yang digelar, pada Kamis (31/07/2025).

Agenda utama rapat yakni penyampaian persetujuan atas penyempurnaan dan penyesuaian hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024.

Sidang yang berlangsung di ruang paripurna DPRD itu dihadiri oleh Bupati Sukabumi Dre. H. Asep Japar, M.M., Wakil Bupati H. Andreas, S.E.,Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, unsur Forkopimda, para Camat, serta tamu undangan lainnya.

Baca juga Polsek Mandau Gelar ‘Jumat Curhat’, Pererat Silaturahmi Polri dan Masyarakat

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar, menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan tindak lanjut atas persetujuan bersama DPRD pada 2 Juli 2025. Pemerintah Kabupaten Sukabumi sebelumnya telah menyerahkan dokumen-dokumen untuk dievaluasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Seluruh hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor: 903/Kep.400-BPKAD/2025, tanggal 22 Juli 2025, telah dibahas dan disepakati bersama antara Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah,” ucapnya.

Bupati menambahkan, hasil kesepakatan tersebut menjadi dasar penerbitan keputusan pimpinan DPRD mengenai penyempurnaan Raperda pertanggungjawaban APBD 2024.

Baca juga Seorang Pemuda Ditemukan Gantung Diri Di Nyalindung Sukabumi

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD yang telah menyepakati hasil evaluasi tersebut.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada DPRD Kabupaten Sukabumi yang telah membahas dan menyepakati hasil evaluasi gubernur, sehingga penyempurnaan ini dapat ditetapkan menjadi peraturan daerah,” ujarnya

Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD.

(Rama)

Aliansi Organisasi Sukabumi Bersatu Gelar Acara Dialog Kebangsaan

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Aliansi Organisasi Sukabumi Bersatu menggelar acara Dialog Kebangsaan dengan tema "Aliansi Organisasi Sukabumi Bersatu Anti Anarkis Dan Premanisme" yang berlangsung di GOR Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (30/07/2025).

Acara ini digelar sebagai ajang silaturahmi sekaligus forum diskusi dari berbagai organisasi yang ada di Kabupaten Sukabumi untuk memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, S.E., perwakilan berbagai Organisasi Kemasyarakat (Ormas), tokoh pemuda, Kapolsek, Danramil, Satpol PP, serta elemen strategis lainnya.

Baca juga Menko Polkam Budi Gunawan Pastikan Dana Masyarakat Aman Meski Rekening Diblokir PPATK

Dengan diadakannya dialog kebangsaan ini, diharapkan dapat terwujud sinergitas antara organisasi kemasyarakatan, aparat serta masyarakat dalam menciptakan suasana yang aman dan damai di wilayah Sukabumi.

Wakil Bupati Dukanumi, H. Andreas, S.E., menyampaikan rasa senang dan bangganya ketika organisasi kemasyarakatan turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah. Hal ini menunjukkan, bahwa masyarakat khususnya para pemuda, memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kemajuan di Kabupaten Sukabumi.

“Saya berharap, organisasi kemasyarakatan seperti ini dapat terus menjadi bagian dari kontrol sosial. Sehingga, setiap kebijakan maupun program pembangunan dapat berjalan sesuai harapan bersama,” ucapnya.

Lanjutnya, Mari kita jaga dan rawat kebersamaan ini, serta pelihara ketertiban umum demi terciptanya suasana yang kondusif dan damai di tengah masyarakat. Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga keharmonisan, memperkuat persatuan, serta memberikan berkontribusi yang positif.

“Semoga,apa yang kita lakukan hari ini dapat membawa kebaikan dan kekuatan bagi kehidupan kita ke depan,”harapnya.

Baca juga Komisi Informasi Jabar dan Pemprov Jabar Luncurkan E-Monev Keterbukaan Informasi Publik 2025 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Dilokasi yang sama, Jaya Wirata sebagai Koordinator Aliansi Organisasi Sukabumi Bersatu, menyampaikan bahwa dalam aliansi ini ada puluhan orgaisasi. Dimana hadirnya aliansi ini untuk menciptakan dan juga menjaga sebuah kerukunan, kedamaian, dan keamanan.

“Puluhan organisasi yang tergabung dalam Aliansi Organisasi Sukabumi Bersatu selalu mengutamakan kebersamaan dan menjungjung tinggi rasa cinta damai khususnya untuk wilayah Sukabumi,” pungkasnya.

(Rama)

Ponpes Di Sukabumi Dukung Polri Ciptakan Lingkungan Pendidikan yang Aman, Tertib dan Berkarakter

Sukabumi, jurnaltipikor.com/,-Pondok Modern Assalam Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung kebijakan pemerintah serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan berkarakter. Rabu (23/072025).

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok Modern Assalam Sukabumi, KH. Encep Hadiana, S.Pd.I., M.Si menyampaikan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan Islam dan aparat penegak hukum merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai elemen bangsa dalam menjaga persatuan, memperkuat ekonomi, dan membangun sumber daya manusia yang unggul.

“Kami menyambut baik sinergi ini sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, serta pembinaan karakter generasi muda. Santri tidak hanya dituntut cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga harus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dan cinta tanah air,” ujarnya.

Baca juga TKSK Simpenan Merespon Cepat Terkait Ramainya Pemberitaan Ibu Rukanah, 2 Karung Beras Langsung Dikirimkan

Selain memperkuat kolaborasi dengan Polri, Pondok Modern Assalam juga mengumumkan partisipasi aktifnya dalam kegiatan internasional World Muslim Scout Jambore 2025 yang akan digelar pada tanggal 09 – 14 September 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur. Delegasi santri/santriwati Pondok Modern Assalam Sukabumi akan menjadi bagian dari kontingen Indonesia yang akan bergabung dengan ribuan peserta dari berbagai negara di kegiatan tersebut.

Kegiatan World Muslim Scout Jamboree 2025 merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan budaya dan nilai-nilai moderasi Islam di Indonesia kepada dunia internasional. Pondok Modern Assalam Sukabumi siap mengirimkan santri/santriwati terbaiknya untuk menjadi duta perdamaian dan persaudaraan lintas bangsa.

KH. Encep Hadiana, S.Pd.I., M.Si selaku Pimpinan Pondok Modern Assalam Sukabumi menyampaikan bahwa Pondok Modern Assalam Sukabumi siap mendukung, berpartisipasi mengikuti kegiatan World Muslim Scout Jambore 2025, karena ini merupakan kegiatan Jambore Islam pertama se dunia.

“Kami dari Pondok Modern Assalam Sukabumi siap untuk mendukung kegiatan kepramukaan bertaraf internasional tersebut dengan mengirimkan 150 santri dan santriwati dalam kegiatan tersebut. Keikutsertaan Pondok Modern Assalam Sukabumi ini akan lebih menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air dan memiliki wawasan berkebangsaan yang luas bagi santri/santriwati, serta juga membawa baik Indonesia sebagai tuan rumah dalam kegiatan tersebut,” ujar KH. Encep.

Baca juga Menjelang Lomba Kicau Burung, DPRD Bersama Pemkab Sukabumi Gelar Gala Dinner

KH. Encep Hadiana, S.Pd.I., M.Si selaku Pimpinan Pondok Modern Assalam Sukabumi menegaskan bahwa tujuan utama diadakannya kegiatan World Muslim Scout Jamboree 2025 yaitu Menjadikan Sarana untuk mempererat umat, Mendukung Asta Cita Bapak Presiden RI Prabowo Subianto, Bagaimana Pramuka ini bisa Booming dikarenakan Pramuka ini adalah organisasi yang tidak memiliki keterikatan dengan Partai manapun serta kegiatan Pramuka ini adalah kegitan yang sangat terbuka, dan dengan banyaknya Destinasi wisata dan Budaya yang dimiliki Indonesia, dengan Bhineka Tunggal Ika sebagai Prinsip dasar untuk mengikat semua pihak yang ada, maka kami ingin memperlihatkan Bangsa Indonesia kepada mancanegara bahwa Indonesia tidak hanya sebatas negara yang mampu, namun memiliki nilai Toleransi yang sangat tinggi dan serta diharapkan dapat memancing Income devisa yang sangat besar agar dapat masuk ke Indonesia dan adapun tujuan utama kegiatan tersebut adalah bagian dari rangkaian memperingati 100 Tahun Pesantren Gontor dikarenakan ada keinginan bagaimana Gontor ini menjadi suatu lembaga yang tidak dapat terpisahkan dari lembaga-lembaga lainnya di Indonesia.

Dengan semangat ukhuwah dan kebangsaan, Pondok Modern Assalam Sukabumi berkomitmen menjadi pesantren yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga menjadi pelopor dalam membangun karakter generasi muda yang moderat, patriotik, dan siap berkontribusi di level nasional maupun internasional.

(Rama)