Bukan Saatnya Saling Tanding, Bandung-Jogja Pilih Bergandengan Tangan Kuasai Pasar UMKM!

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Di tengah sengitnya persaingan ekonomi nasional, Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengambil langkah manuver yang tak biasa. Alih-alih bersaing memperebutkan pasar, dua raksasa kota kreatif ini resmi memadukan kekuatan untuk memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui perluasan jejaring bisnis dan promosi produk unggulan antardaerah.

Komitmen strategis ini dibuktikan secara nyata lewat gelaran Sibakul Jelajah Nusantara 2026 bertajuk Pinara Ing Bandung yang menggebrak Atrium Ground Floor Cihampelas Walk, Kota Bandung, pada 6–8 November 2026.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa Bandung dan Yogyakarta memiliki DNA yang sangat identik sebagai pusat pendidikan dan poros kreativitas tanah air. Karakter serupa ini dinilainya sebagai senjata ampuh untuk membangun iklim ekonomi yang saling menguntungkan.

“Di saat dua kota memiliki banyak kemiripan, adalah rugi kalau kita berkompetisi. Kita harus berkolaborasi,” tegas Farhan secara menohok saat membuka acara, Jumat (6/11/2026).

Baca juga Tragedi di Tengah Kobaran Karhutla: Pilot Australia Selamat, Kru Asal Indonesia Masih Hilang di Aliran Sungai Barito

Farhan menampik pola pikir lama yang mengedepankan rivalitas antar wilayah. Menurutnya, kolaborasi konkret harus diwujudkan melalui pertukaran praktik terbaik, berbagi strategi, hingga pembukaan akses pasar secara dua arah. Ia mendorong agar market week digelar berkala di wilayah DIY untuk menampung produk unggulan Bandung, begitupun sebaliknya. Pola saling banting pintu pasar ini dipastikan menciptakan ruang tumbuh yang jauh lebih masif bagi pelaku UMKM kedua kota.

Senada dengan Farhan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Agus Mulyono, mengungkapkan bahwa Sibakul Jelajah Nusantara merupakan ajang pembuktian kualitas sekaligus penetrasi pasar UMKM Yogyakarta ke berbagai penjuru Nusantara.

“Melalui kegiatan ini, kami menghadirkan UMKM unggulan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memperkenalkan potensi dan kualitas produknya sekaligus membuka peluang kerja sama usaha yang diharapkan dapat ditindaklanjuti pada masa mendatang,” jelas Agus.

Baca juga Menerjang Badai Lelah, Pangeran Biru Siap Taklukkan Tantangan Java United di Jatidiri!

Tidak sekadar pameran biasa, ajang ini langsung menggebrak lewat sesi business matching yang mempertemukan para pelaku UMKM DIY dengan aktor-aktor strategis di Bandung, mulai dari pengelola toko oleh-oleh hingga jaringan pasar ritel. Langkah nyata ini dikunci dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan kemitraan bisnis jangka panjang.

Agus menekankan bahwa kolaborasi ini tidak boleh berhenti sebagai selebrasi seremonial di panggung pameran, melainkan harus menjelma menjadi rantai pasok berkelanjutan dengan mitra distribusi modern.

Hingga penutupannya pada 8 November 2026, Sibakul Jelajah Nusantara 2026 tidak hanya memanjakan pengunjung dengan stan UMKM pilihan dari DIY dan Bandung, tetapi juga menjadi ruang transfer ilmu secara intensif melalui lokakarya membatik, talkshow inspiratif, hingga pembuatan bakpia.

Melalui terobosan lintas daerah ini, Pemkot Bandung terus membuktikan komitmennya untuk membuka barikade ekonomi, memperkuat daya saing UMKM lokal, dan mempertegas posisi Bandung sebagai episentrum ekonomi kreatif yang tak tertan

dingi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *