PEKANBARU, JURNAL TIPIKOR – Gelombang kejut pasca pemecatan Sekretaris Daerah (Sekda) oleh DPD GRIB JAYA Provinsi Riau tidak menyurutkan langkah organisasi ini. Sebaliknya, momen tersebut justru menjadi katalisator bagi penyatuan tekad. Dalam Rapat Konsolidasi yang digelar pada Jumat (26/7) di Jalan Berdikari, Kulim, Kota Pekanbaru, jajaran pengurus DPD dan sembilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Riau sepakat untuk “merapatkan barisan” dan mempercepat ekspansi organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD GRIB JAYA Provinsi Riau, Dr. Martin Purba, SH., MH., ini bukan sekadar pertemuan rutin. Ini adalah respons strategis terhadap dinamika internal pasca diterbitkannya Surat Keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (SK PTDH) terhadap mantan Sekda, Dansatgas, dan Sekretaris Satgas sebelumnya.
Satu Komando, Satu Tujuan
Dr. Martin Purba menegaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan menghilangkan celah perpecahan. “Rapat ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi… Kita menyatukan hati, pikiran, dan pendapat demi kemajuan Organisasi GRIB ke depan,” ujarnya kepada media.
Pesan kunci yang digaungkan dalam rapat tersebut adalah “Satu Komando”. Seluruh kader diinstruksikan untuk tetap solid, bersatu, dan berpegang teguh pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta arahan langsung dari Ketua Umum DPP GRIB JAYA, H. Hercules, dan Sekjen Pusat.
Target Ambisius: Ekspansi Massal
Tidak hanya berhenti pada retorika persatuan, rapat ini menghasilkan target operasional yang menohok dan ambisius untuk memperkuat basis massa organisasi:
1. Percepatan Struktur: Pengembangan organisasi harus segera menyentuh tingkat kelurahan dan desa.
2. Rekrutmen Agresif: Setiap kecamatan diwajibkan merekrut minimal 200 orang baru untuk bergabung sebagai pengurus dan anggota. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan GRIB JAYA memiliki daya tawar dan kehadiran yang nyata di tengah masyarakat Riau.
Kehadiran Tokoh Kunci
Konsolidasi ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting yang menunjukkan keseriusan organisasi dalam menjaga stabilitas internal. Turut hadir S. Hutahaeyan (Penasehat), Plt. Sekda, Wakil Ketua Androy SH., MH. (yang juga Anggota DPRD Provinsi Riau), serta jajaran bidang seperti Henro, Kabid DPD Nelson Manalu, SH., Hatianto Pangaribuan, SH., Erick Simanjuntak, SH., Timsar, dan Tumpal Pardede.
Representasi daerah juga terlihat kuat dengan kehadiran utusan dari 9 DPC, meliputi Kabupaten Kepulauan Meranti, Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu (Inhu), dan Indragiri Hilir (Inhil).
Mitra Pemerintah, Bukan Oposisi Buta
Meskipun tegas dalam disiplin internal, GRIB JAYA Riau menegaskan posisinya sebagai mitra konstruktif pemerintah. “Kita bermitra bersama Pemerintah dalam menyukseskan setiap programnya untuk kesejahteraan masyarakat Riau. Ini harapan kita dan sesuai dengan arahan dari Ketua Umum DPP,” tutup Martin Purba.
Dengan target rekrutmen ribuan anggota baru dan struktur yang diperkuat hingga ke desa, GRIB JAYA Riau tampaknya sedang mempersiapkan diri untuk menjadi kekuatan sosial-politik yang lebih masif dan terorganisir di Bumi Lancang Kuning.
(Irwansyah)

