
MADIUN, JURNAL TIPIKOR – Suasana di Mapolres Madiun mendadak mencekam pada Senin (20/1) sore. Wali Kota Madiun, Maidi, bersama sejumlah pejabat teras Pemerintah Kota Madiun resmi dibawa oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuju Jakarta setelah menjalani pemeriksaan intensif di ruang Satreskrim Polres Madiun.
Pantauan di lokasi menunjukkan Maidi keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 17.00 WIB. Tidak sendirian, ia terlihat didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun, Thariq Megah, serta seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya.
Mereka langsung digiring masuk ke dalam mobil yang telah disiapkan tim lembaga antirasuah tersebut.
Konfirmasi Pihak Kepolisian
Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, membenarkan adanya aktivitas penyidik KPK di wilayah hukumnya.
Baca juga Awal Tahun Berdarah Koruptor, KPK Ringkus Bupati Pati Sudewo dalam OTT Ketiga 2026!
Ia menjelaskan bahwa pihak Polres Madiun hanya memfasilitasi tempat pemeriksaan.
“Pagi tadi sekitar pukul 08.30 WIB, ada tim KPK datang ke Polres Madiun untuk meminjam fasilitas tempat pemeriksaan. Terkait teknis, silakan ke Jubir KPK, namun benar bahwa sejumlah pejabat di seputaran Madiun
telah diperiksa dan dibawa oleh tim. Saat ini mereka sudah meninggalkan lokasi,” ujar AKBP Kemas, Senin (20/1).
Dugaan Kasus: Fee Proyek dan Dana CSR
Berdasarkan keterangan resmi dari KPK, Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan fee (biaya komitmen) terkait proyek infrastruktur serta penyelewengan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (CSR) di lingkup Pemerintah Kota Madiun.
Baca juga TOK! DPR DAN PEMERINTAH BATAL REVISI UU PILKADA, TEGASKAN RAKYAT TETAP MEMILIH LANGSUNG
Selain Maidi dan Thariq Megah, sejumlah pejabat lain juga turut diperiksa di lokasi yang sama, di antaranya:
- Soeko Dwi Handiarto (Sekretaris Daerah Kota Madiun)
- Suwarno (Mantan Kepala Bappeda/Kepala Dinas PUPR)
Meski demikian, keduanya dilaporkan tidak ikut dibawa ke Jakarta dalam rombongan sore tadi.
Status Hukum Ditentukan 1×24 Jam
Hingga saat ini, KPK tengah dalam proses membawa sembilan orang dari total 15 orang yang terjaring dalam operasi senyap ini menuju Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, termasuk Wali Kota Maidi, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau saksi.
Sumber : Antara
Editor : Azi





QQ88 là nền tảng cá cược trực tuyến chuyên nghiệp, tích hợp casino live, slot đổi thưởng, bắn cá và thể thao ổn định.
Historical tours Pamukkale Laura P. Our Pamukkale tour was so peaceful. The thermal pools are unreal — like walking on clouds! https://linkbio.co/7123012UvYhTo
Ephesus and Pamukkale combo Best booking experience ever! Customer service replied within minutes when I had a question about check-in time. The hotel they recommended was pure paradise, quiet, clean and right on the beach. Everything went smoothly from airport pickup to departure. 10/10, already planning my next trip with them. https://bento.me/travelshop
Pamukkale daily departures Travelshopbooking offered a great travel experience. The guide was friendly, and the tour ran smoothly. https://pastelink.net/5j5g6199
winstrol stack
References:
https://www.giveawayoftheday.com/
how do you play roulette
References:
https://pickleballswift.com/
real casino slots
References:
caso-centro.com
banque casino fr espace client
References:
superioranimalclinicvet.com
References:
Blackjack switch
References:
asceplus.com