MALAM MENCEKAM DI BEKASI TIMUR: KRL COMMUTER LINE DITABRAK ARGO BROMO ANGGREK, PULUHAN KORBAN LUKA DIEVAKUASI PANIK KE LANTAI DUA STASIUN
BEKASI, JURNAL TIPIKOR – Sebuah insiden kecelakaan kereta api yang mengerikan mengguncang Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Tabrakan antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dengan Kereta Api Jarak Jauh (KAJ) Argo Bromo Anggrek telah menyebabkan puluhan penumpang luka-luka dan memicu operasi evakuasi besar-besaran yang berlangsung hingga larut malam.
Kejadian nahas tersebut tercatat pukul 20.53 WIB. Saat itu, KRL yang membawa sejumlah penumpang, termasuk banyak wanita, terpaksa berhenti mendadak di jalur dekat stasiun. Penyebab penghentian darurat ini diduga kuat karena adanya kendaraan roda empat yang mogok tepat di perlintasan kereta api, memblokir jalur dan memaksa KRL menahan laju.
Namun, malang tak dapat ditolak. Dari arah belakang, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dengan kecepatan tinggi tidak sempat mengerem dan menghantam gerbong paling belakang KRL tersebut.
“Kejadiannya begitu cepat, kereta jarak jauh menabrak kami di KRL,” ujar Andi (42), salah seorang penumpang selamat, dengan suara masih gemetar di lokasi kejadian, Senin malam.
Andi menuturkan bahwa gerbong yang menjadi titik dampak terparah adalah gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling belakang. “Yang ditabrak gerbong paling belakang, gerbong khusus wanita itu yang paling belakang,” jelasnya.
Dampak tabrakan begitu keras hingga menimbulkan kepanikan massal. Kondisi di dalam gerbong yang hancur memaksa petugas gabungan yang terdiri dari Damkar, tim medis, TNI, Polri, serta petugas keamanan stasiun dan warga sekitar, bahu-membahu melakukan evakuasi. Para korban yang terluka, beberapa di antaranya masih terjebak di dalam reruntuhan gerbong, dievakuasi satu per satu dari lantai dasar menuju lantai dua Stasiun Bekasi Timur untuk kemudian segera dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan intensif.
Salah seorang korban lain yang berhasil diselamatkan memberikan kesaksian memilukan. “Kondisi penumpang KRL dari arah Stasiun Bekasi berhenti saat kejadian. Kemungkinan ada korban tewas, kebanyakan wanita,” katanya di tengah hiruk-pikuk proses evakuasi.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus berlangsung. Fokus utama petugas adalah memastikan tidak ada lagi penumpang yang tertinggal di dalam gerbong yang rusak parah. Identitas pasti jumlah korban jiwa dan rincian kondisi para korban yang dirawat di rumah sakit masih dalam pendataan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak terkait mengenai pentingnya keamanan di perlintasan kereta api dan sistem sinyal yang andal untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan menghindari area stasiun demi kelancaran proses evakuasi dan penyelidikan.
(Red)

