DI USIA KE-57, SINAR BANTEN BANDUNG DEKLARASIKAN PERANG TERHADAP STIGMA NEGATIF ORMAS: “KAMI JAGA BUDAYA, BANGUN EKONOMI, DAN JADI SOLUSI!”

KABUPATEN BANDUNG, JURNAL TIPIKOR— Organisasi kemasyarakatan (ormas) yang hanya mengandalkan atribut dan otot adalah ormas yang mati karakter. Di usia ke-57, Sinar Banten memilih jalan yang berbeda. Melalui momentum Milad ke-57, Sinar Banten Kabupaten Bandung secara tegas mendeklarasikan transformasi wajah ormas: dari sekadar kumpulan massa menjadi garda terdepan pelestari budaya, penjaga ketertiban, hingga mesin penggerak ekonomi masyarakat.

Deklarasi sikap ini ditandai dengan pengukuhan Paguronan Pemuda Sinar Banten dan sayap organisasi kepemudaan (OKP) Sinar Banten DPC Kabupaten Bandung, yang berlangsung khidmat dan penuh semangat persaudaraan. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) langsung oleh perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), H. Syakri Mandala.

Dalam narasinya yang menohok, H. Syakri Mandala menegaskan bahwa zaman telah berubah. Ormas tidak boleh lagi menjadi sumber persoalan atau kompetisi destruktif yang merugikan warga.

“Kebesaran Sinar Banten di usia ke-57 ini tidak diukur dari seberapa ramai barisan kita atau seberapa besar atribut yang kita pakai. Tapi diukur dari seberapa besar tanggung jawab kita, seberapa dalam persaudaraan kita, dan seberapa nyata keringat kita untuk masyarakat. Ormas harus menjadi bagian dari solusi, bukan beban bagi negara dan warga. Kita harus guyub, solid, dan kompeten,” tegas H. Syakri Mandala di hadapan ratusan anggota yang hadir.

Baca juga Kaltim Membara, Gubernur Berobat ke Singapura: Ujian Empati dan Etika Kepemimpinan di Tengah Krisis Karhutla

Mencetak Pendekar Beradab: Silat dan Debus sebagai Benteng Moral

Lebih dari sekadar organisasi, Paguronan Sinar Banten Bandung memposisikan diri sebagai kawah candradimuka bagi generasi muda. Melalui pembinaan seni bela diri Pencak Silat dan Seni Debus, Sinar Banten tidak hanya mengajarkan teknik pertahanan diri, tetapi juga menempa spiritualitas, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap akar budaya Nusantara.

“Kami mencetak regenerasi yang tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga luhur budinya. Pelestarian Silat dan Debus adalah cara kami menolak arus globalisasi yang menggerus identitas lokal, sekaligus menanamkan karakter ksatria yang taat hukum,” tambah Syakri.

OKP Sinar Banten: Kontrol Sosial dan Mitra Pemerintah

Sejalan dengan visi tersebut, terbentuklah Sayap DPC Bandung Pemuda Organisasi Kepemudaan (OKP) Sinar Banten yang dipercayakan kepada Kang Geri Sandiana sebagai Ketua.

Kang Geri menegaskan bahwa OKP Pemuda Sinar Banten akan hadir sebagai wadah strategis. “Kedepannya, OKP Pemuda Sinar Banten harus lebih solid dan kompeten. Kami hadir sebagai mitra keamanan, kontrol sosial yang konstruktif, dan wadah seni budaya yang bermuara pada kemaslahatan umat dan masyarakat,” ucap Kang Geri.

Terobosan Ekonomi: Penjaga Tanah Bandung (PTB) Naik Kelas

Pernyataan paling mengejutkan dan visioner datang dari integrasi kekuatan antara OKP dan Paguron Sinar Banten ke dalam wadah Penjaga Tanah Bandung (PTB).

Mengumumkan terobosan besar, Kang Geri Sandiana mengungkapkan bahwa PTB telah berbadan hukum resmi menjadi Perusahaan Terbatas (PT). Tidak berhenti di situ, PTB tengah mempersiapkan pembentukan Yayasan yang akan berfungsi sebagai pusat penyaluran sumber daya manusia profesional.

“PTB dan Yayasan yang akan kami bentuk akan menjadi solusi nyata atas pengangguran. Kami akan menyalurkan satuan tugas (Satgas), tenaga keamanan (security), *office boy*, hingga tenaga ahli untuk proyek-proyek instansi pemerintahan kota/kabupaten dan sektor swasta. Ini bukti bahwa Sinar Banten dan PTB bukan hanya menjaga tanah air secara fisik, tapi juga menjaga perut dan ekonomi warga kami agar sejahtera dan mandiri,” pungkas Kang Geri.

Di usia ke-57, Sinar Banten Bandung telah memberikan preseden baru bagi dunia kemasyarakatan di Jawa Barat dan Indonesia: Bahwa tradisi (Silat & Debus), keamanan, dan pemberdayaan ekonomi dapat bersinergi dalam satu tarikan napas untuk mengabdi pada Ibu Pertiwi.

(Her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *