Dituduh Dalang Sadap Prabowo, Bahlil Lahadalia Serang Balik: ‘Saya Juga Korban’, Ultimatum 3×24 Jam atau Jalur Hukum!

AMBON, JURNAL TIPIKOR– Pusaran dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto kian memanas. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, tidak tinggal diam melihat namanya diseret-seret dalam narasi liar yang beredar di ruang digital.

Dari Ambon, Maluku, Sabtu (7/11/2026), Bahlil melancarkan “serangan balik” yang tegas. Ia tidak hanya membantah keras keterlibatannya, tetapi juga membeberkan fakta mengejutkan: ia mengklaim dirinya pun menjadi korban dalam kasus ini.

Bantahan Keras dari Timur Indonesia

Usai melantik pengurus DPD Partai Golkar di Ambon, Bahlil menghadapi wartawan dengan raut serius. Ia menampar mentah-mentah spekulasi yang mengaitkan sosok “ketua umum partai di kawasan Widya Chandra” dengan momen penangkapan tersangka penyadap oleh Bareskrim Polri.

“Terkait proses penyadapan ke kepala negara, kami meminta kepolisian mengusut tuntas. Berkaitan dengan hal itu, “saya juga disadap” tegas Bahlil, mematahkan narasi yang memposisikan dirinya sebagai pelaku.

Pernyataan ini menjadi tamparan keras bagi para penyebar hoaks di grup percakapan WhatsApp yang gencar menggiring opini bahwa Bahlil adalah dalang di balik aksi spionase terhadap orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Baca juga BONGKAR TUNTAS DUGAAN PENYADAPAN PRESIDEN! REFORMASI POLRI HARUS BERJALAN, JANGAN ABAIKAN PERSOALAN RAKYAT!

Ultimatum 3×24 Jam

Tidak main-main, Bahlil memberikan tenggat waktu yang ketat. Ia menyatakan perang terhadap pihak-pihak yang bersembunyi di balik anonimitas untuk merusak reputasinya dan memperkeruh stabilitas politik.

“Saya minta kepada pihak yang menggulirkan isu itu, jangan asal bicara! Kepada beberapa orang yang sudah mencatut nama saya,  saya berikan somasi 3×24 jam terhitung sejak hari ini. Kalau tidak mengklarifikasi, saya akan proses hukum!” ancam Bahlil.

Ancaman pidana ini bukan isapan jempol. Bahlil meminta kepolisian bergerak cepat tidak hanya untuk mengungkap kasus penyadapan, tetapi juga menangkap “dalang fitnah” yang telah mencemarkan nama baiknya di mata publik.

Demokrasi Bermartabat, Bukan Demokrasi Fitnah

Bahlil mengingatkan bahwa narasi liar ini berbahaya bagi demokrasi Indonesia. Ia menyayangkan adanya upaya sistematis untuk mengadu domba dan menciptakan kegaduhan politik menjelang momentum-momentum penting negara.

“Kita ini negara demokrasi, tetapi juga demokrasi yang bermartabat. Jangan semua mengarah kepada fitnah. Polisi akan mengecek, dan saya tidak akan mentolerir siapa pun yang mempermainkan nama saya untuk kepentingan gelap,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, Bareskrim Polri masih terus mendalami dugaan kasus penyadapan terhadap Presiden yang oleh Kepala BIN disebut memiliki indikasi mengarah pada tindakan makar.

Sumber : Antara

Editor: Azi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *