Tinggalkan Mental ‘Disuapi’, ARS University Bakar Semangat 595 Mahasiswa Baru: “Perguruan Tinggi Bukan Tempat Menunggu Perintah!

Mengusung tema “Bara Rona”, Rektor ARS University Prof. Purwadhi menegaskan era ospek perpeloncoan telah mati, digantikan oleh orientasi karakter yang mencetak pemimpin berintegritas di tengah badai digitalisasi.

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – ARS University tidak main-main dalam mencetak generasi penerus. Melalui gelaran Orientasi Mahasiswa Baru (OrientARS) yang dirangkai dengan PKKMB Tahun Ajaran 2026/2027, kampus ini secara tegas mendeklarasikan “kematian” mentalitas pasif. Mengusung tema “Bara Rona, Menyalakan Api Semangat”, ratusan mahasiswa baru langsung dihadapkan pada tamparan realitas dunia perguruan tinggi: berhenti menjadi siswa yang menunggu disuapi, dan mulailah menjadi mahasiswa yang mandiri.

Membuka acara secara resmi, Rektor ARS University, Prof. Dr. H. Purwadhi, M.Pd., tidak basa-basi menyampaikan pesan keras kepada para mahasiswa baru. Ia menegaskan bahwa transisi dari SMA/SMK ke perguruan tinggi adalah sebuah lompatan besar yang menuntut nyali dan kemandirian tingkat tinggi.

“Mahasiswa tidak lagi hanya menerima arahan secara langsung sebagaimana siswa di sekolah. Memasuki dunia perguruan tinggi, Anda dituntut untuk lebih mandiri dalam belajar, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab penuh atas pilihan yang dibuatnya. Perguruan tinggi bukan tempat menunggu perintah!” tegas Prof. Purwadhi.

Baca juga REVOLUSI CFD BANDUNG: Dago ‘Disterilkan’ dari ‘Penjajah’ Trotoar, Braga Beken Kembali Bernapas!

Pernyataan tegas ini disaksikan langsung oleh jajaran petinggi ARS University, meliputi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. H. A. Rohendi, MH., MM., Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Inovasi Ign. Wiseto P. Agung, PhD., serta Wakil Rektor Bidang PPM dan Kampus Berdampak Maxi Ary, M.Kom., PhD., beserta para Dekan dan Ketua Program Studi.

Karakter adalah Senjata Bertahan Hidup

Di tengah gempuran era digitalisasi yang rawan menggerus etika, Prof. Purwadhi mengingatkan bahwa kecerdasan akademik tanpa karakter adalah bom waktu. Oleh karena itu, *“Bara Rona”* bukan sekadar slogan pembuka semester, melainkan fondasi *ARS Culture* yang harus mendarah daging dalam diri setiap ARSnesia.

“Nilai-nilai dan budaya yang dianut di ARS University Bandung meliputi *We Are Family* yang menjunjung kebersamaan, Delivering The Best untuk selalu memberikan yang terbaik, dan Continuous Improvement yang berkomitmen pada perbaikan diri terus-menerus,” paparnya.

Lebih lanjut, sang Rektor menekankan bahwa fondasi ini harus ditopang oleh tiga nilai inti: Integritas  (kejujuran dan tanggung jawab), Empati (kepedulian humanis), dan Profesionalisme (standar kompetensi tinggi). “Ini adalah senjata Anda untuk berdaya saing global,” tambahnya.

Baca juga Kapolri Baru Tak Buang Waktu: 88 Pati-Pamen Digeser dalam 24 Jam, Pengamat Sebut “Dream Team” Polri Terbentuk

Senada dengan sang Rektor, Wakil Rektor Bidang Non Akademik, Dr. Ade Mubarok, M.Kom., MM., menegaskan bahwa ARS University telah lama mengubur istilah “ospek” yang lekat dengan konotasi negatif dan perpeloncoan. OrientARS kini bertransformasi total menjadi ruang inkubasi karakter yang edukatif dan humanis.

“Tahun ini kita menyambut 595 pejuang baru: 414 dari program S1/D3 dan 181 dari Pascasarjana. Pada intinya kami menekankan bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada nilai akademik. Kami di sini untuk mengembangkan *hard skill, soft skill, character skill*, serta etika sebagai bekal utama di kampus dan dunia kerja,” tandas Ade.

Materi ‘Keras’ dan Krusial di Hari Pertama

Keseriusan ARS University dalam membentuk benteng moral mahasiswa dibuktikan melalui kurikulum orientasi yang tajam dan relevan dengan isu kebangsaan serta keselamatan. Pada hari pertama, mahasiswa langsung dibekali materi Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Kesadaran Bela Negara oleh Ir. H. Ferdiasyah Muhammad, MT.

Tak kalah krusial, isu perlindungan dan kepedulian humanis juga menjadi sorotan utama melalui materi Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus yang disampaikan oleh Ari Saprudin, SM.

Dengan kombinasi antara tuntutan kemandirian yang keras dan nilai-nilai humanis yang mendalam, ARS University telah menyalakan Bara Rona. Api semangat ini kini berada di tangan 595 mahasiswa baru, siap membakar rintangan dan menerbitkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *