Rapat Paripurna DPRD Kaur Usulkan Penertiban dan Pemeliharaan Hewan Ternak, Serta Pembangunan Industri.

Kaur, JURNAL TIPIKOR — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kaur menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota pengantar bupati terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) bertempat di gedung rapat DPRD kabupaten Kaur yang di hadiri oleh wakil bupati kaur, forkopimda, Anggota DPRD, Sekda, Staf Ahli, Kepala OPD Kabag Dir. RSUD dan seluruh camat se kabupaten kaur. Senin (17/11/2025).

Dalam sambutannya, wakil bupati kaur Abdul Hamid S. Pd. I menjelaskan bahwa dua Raperda tersebut meliputi :

  1. Raperda tentang penertiban dan pemeliharaan hewan ternak. 2. Raperda tentang Rencana pembangunan industri kabupaten kaur tahun 2025 / 2026.
  2. Regulasi tersebut disusun untuk mendukung arah pembangunan daerah tahun 2025 dan 2026, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Penyusunan dua Raperda ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan mempercepat proses pembangunan daerah,” ujar. wakil bupati kaur dalam nota pengantarnya.

Baca juga M. Arsya Fadillah, Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Temu Ramah dan Serap Aspirasi Masyarakat Air Kulim

Wakil Bupati menjelaskan bahwa

1. Raperda tentang penertiban dan pemeliharaan hewan ternak. bertujuan untuk merespon banyak pengaduan masyarakat terkait berkeliarannya hewan ternak yang ada di lingkungan baik di jalan jalan umum, perkantoran, pasar pasar dan lokasi pertanian warga yang mana tujuan nya untuk menjaga kebersihan lingkungan kabupaten kaur dan meningkatkan produksi pertanian masyarakat kabupaten kaur.

Sementara Raperda 2. Tentang rencana pembangunan industri kabupaten Kaur diarahkan untuk peningkatan jumlah komposisi dan kesejahteraan penduduk serta ke aripan loka yang tumbuh di masyarakat, dimana kearifan lokal merupakan kekayaan budaya yang tumbuh berkembang di masyarakat. Ia menegaskan bahwa implementasi dua regulasi tersebut penting untuk menjawab tantangan pembangunan di Kabupaten Kaur saat ini.

Baca juga Targetkan Zero Stunting Melalui Peran Lintas Sektoral

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kaur Herdrian Sapta Nugraha SH. menyambut penyampaian tersebut dan menyatakan bahwa DPRD akan segera menindaklanjuti melalui pembahasan di tingkat komisi maupun panitia khusus.

“DPRD siap membahas kedua Raperda ini secara komprehensif demi menghasilkan regulasi yang berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Rapat paripurna ditutup dengan penyerahan resmi dokumen dua Raperda dari Wakil Bupati kepada pimpinan DPRD.

( JS – jurnaltipikor.com/ )

M. Arsya Fadillah, Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Temu Ramah dan Serap Aspirasi Masyarakat Air Kulim

BATHIN SOLAPAN, JURNAL TIPIKOR – Wakil Ketua DPRD Bengkalis, M. Arsya Fadillah, didampingi Camat Bathin Solapan, M. Rusydy, melaksanakan kunjungan silaturahmi dan temu ramah dengan masyarakat di Aula Desa Air Kulim pada Senin, 17 November 2025.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Pj. Kepala Desa Air Kulim, Suryati, bersama dengan berbagai elemen masyarakat.

Acara temu ramah ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta berbagi informasi dan sharing terkait pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD dalam mendukung pembangunan daerah.

Infrastruktur dan Janji Perbaikan Jembatan

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPRD Bengkalis, M. Arsya Fadillah, menyampaikan fokus utamanya, yaitu masalah skala prioritas pembangunan infrastruktur dan optimalisasi lapangan kerja untuk masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi tingkat pengangguran di wilayah tersebut.
Secara spesifik, M. Arsya Fadillah juga berjanji akan memberikan bantuan perbaikan jembatan di Air Kulim pada tahun anggaran 2026 melalui anggaran Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) beliau.

Menyambut baik komitmen tersebut, Camat Bathin Solapan, M. Rusydy, menyatakan dukungannya agar skala prioritas pembangunan, termasuk perbaikan jembatan penghubung, dapat dioptimalkan pelaksanaannya.

Camat berharap perbaikan jembatan ini juga bisa berfungsi mengurangi potensi banjir di pemukiman masyarakat.

Baca juga Targetkan Zero Stunting Melalui Peran Lintas Sektoral

Sinergi dan Aspirasi Masyarakat

Pj. Kepala Desa Air Kulim, Suryati, menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan silaturahmi yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Bengkalis dan Camat Bathin Solapan.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, BPD, dan perangkat desa.

Selain bertukar informasi, kunjungan ini diharapkan dapat menambah erat hubungan silaturahmi antara DPRD dan masyarakat, sehingga ke depan dapat terjalin kesamaan pandang dalam menyikapi berbagai regulasi yang diturunkan.

( Jurnal Tipikor / Irwansyah)

Targetkan Zero Stunting Melalui Peran Lintas Sektoral

Kaur, JURNAL TIPIKOR – Melalui peran lintas sektor dan kolaborasi hingga ke tingkat desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur di tahun ini menargetkan zero stunting.

Hal ini ditekankan langsung oleh Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, S.Pd.I usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 melalui zoom meeting beberapa waktu yang lalu.

Wabup mengatakan, di tahun 2025 penurunan angka stunting di Kabupaten Kaur ditargetkan di angka 12,5 persen.

Baca juga SMAN 3 Bengkulu Selatan Gelar Aneka Lomba Bulan Bahasa dan Hari Pahlawan

Maka dari itu pentingnya, peran lintas sektoral hingga tingkat desa supaya bisa mewujudkan zero Stunting untuk Kabupaten Kaur.

“2025 targetnya zero stunting, harus ada pengawasan ketat yang dilakukan.

Pendampingan intensif serta, intervensi cepat melalui lintas sektoral,” kata Wabup.

Ia menyebutnya, bahwa intervensi telah dilakukan pada 166 kasus stunting di berbagai kecamatan, menggunakan pendekatan spesifik dan sensitif, serta berfokus pada keluarga berisiko berdasarkan data by name by address.

Baca juga Dugaan Realisasi Pembangunan Proyek Revitalisasi SDN 64 Kaur Tidak Sesuai Spesifikasi RAB

Untuk tahun 2024 lalu angka prevalensi stunting Kaur di angka 15,9 persen dan mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2023 di angka 14,5 persen.

Meskipun angka tersebut masih di atas target nasional, Pemkab Kaur terus berupaya maksimal melalui intervensi menyeluruh, baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitif serta memperkuat strategi percepatan penurunan stunting pada tahun 2025.

“Upaya kita teeus lakukan untuk penurunan stunting, salah satunya adalah peningkatan rumahnya, sanitasinya, air bersih dan lainnya.

Sedangkan spesifik, melalui pemberian makan tambahan terhadap ibu hamil, ibu menyusui dan balita,”

Baca juga Kedatangan Menteri Desa PDTT Yandri Susanto Disambut Antusias Masyarakat Seluma

Dijelaskannya, langkah yang diambil oleh Pemkab Kaur untuk menekan angkat Stunting sesuai dengan amanat yang diberikan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Yang mana salah satu langkah jitu untuk menekan jumlah kasus Stunting adalah memperbaiki kerjasama pendataan dalam pelaksanaan program percepatan penurunan Stunting.

Data yang akurat. adalah dasar utama untuk merumuskan kebijakan efektif dan juga tepat sasaran.

Serta dalam upaya percepatan penurunan angka Stunting yang butuh kerja bersama lintas sektor, tidak hanya kesehatan, tetapi juga seluruh perangkat pendukung pembangunan manusia.

“Komitmen yang kuat antar lintas sektoral saya yakini bisa menjadi salah satu langkah jitu untuk menekan angka Stunting di Kabupaten Kaur,” tukasnya.

( SM )

SMAN 3 Bengkulu Selatan Gelar Aneka Lomba Bulan Bahasa dan Hari Pahlawan

Bengkulu Selatan, JURNAL TIPIKOR – Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, Hari Sumpah Pemuda, serta Hari Pahlawan, SMA Negeri 3 Bengkulu Selatan menggelar berbagai kegiatan perlombaan antar kelas dengan tema “Pemuda dan Pemudi Berkarya, Berbahasa, dan Berjiwa Pahlawan”, Kamis, 13 November 2025.

Rangkaian perlombaan yang digelar meliputi Lomba Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), lomba baca puisi, serta lomba fashion show bertema pahlawan. Setiap kelas mengirimkan perwakilan terbaik mereka untuk unjuk kreativitas dan kemampuan, baik dalam hal seni, literasi, maupun penampilan yang merepresentasikan nilai-nilai kepahlawanan.

Panitia menetapkan juara 1, 2, dan 3 untuk setiap cabang lomba. Para pemenang berhak mendapatkan bingkisan dan piagam penghargaan yang disiapkan oleh panitia. Seluruh kegiatan dikoordinasikan oleh Pengurus OSIS SMAN 3 Bengkulu Selatan dengan bimbingan para pembina.

Baca juga Dugaan Realisasi Pembangunan Proyek Revitalisasi SDN 64 Kaur Tidak Sesuai Spesifikasi RAB

Kepala SMAN 3 Bengkulu Selatan, Herdi Agustiar, M.Pd, secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kreativitas siswa dan kerja keras OSIS dalam menyelenggarakan kegiatan.

Menurutnya kegiatan ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri dan semangat berkarya para siswa.

Dan berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi wadah pembentukan generasi muda yang aktif dan produktif.

Melalui momentum Bulan Bahasa dan Hari Pahlawan, kita ingin menanamkan nilai-nilai karakter, kebangsaan, serta kemampuan berbahasa yang baik kepada peserta didik,” ujar Herdi.

Baca juga Penca: Warisan Jiwa yang Membentuk Karakter Utama Bandung

Sementara itu, Pembina OSIS sekaligus koordinator kegiatan, Erlin Susanti, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini disiapkan sepenuhnya oleh OSIS dengan penuh tanggung jawab. Ia memuji kekompakan panitia dan semangat seluruh peserta.

“Persiapan kegiatan sudah berjalan sekitar dua minggu. OSIS bekerja sangat solid, mulai dari menyusun konsep, menyiapkan teknis lomba, hingga memandu jalannya acara. Saya apresiasi kerja keras mereka,” ungkap Erlin.

Erlin menambahkan bahwa tema yang diangkat tahun ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya berkarya dan menghargai bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa.

“Kami ingin siswa memahami bahwa semangat kepahlawanan hari ini bisa diwujudkan melalui karya, prestasi, dan kemampuan berbahasa yang baik. Itu nilai yang ingin kami tekankan melalui kegiatan ini,” katanya.

Seluruh dewan guru turut hadir menyaksikan penampilan siswa. Berbagai kreasi dan bakat siswa terlihat menonjol dalam setiap penampilan. Dukungan dari teman-teman sekelas membuat suasana acara semakin semarak.

( Siprian )

Dugaan Realisasi Pembangunan Proyek Revitalisasi SDN 64 Kaur Tidak Sesuai Spesifikasi RAB

Kaur, JURNAL TIPIKOR – Proyek revitalisasi Satuan Pendidikan di SDN 64 Kaur tahun 2025 dengan anggaran Rp 1.581.532.064 dari APBN tahun anggaran 2025 menuai dugaan penyelewengan. Proyek yang diduga dikerjakan secara swakelola oleh Direktorat Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal PAUD Dasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini mencakup pembangunan baru dan rehab bangunan.

Saat awak media mendatangi lokasi proyek, hanya mandor yang berada di lokasi dan mengaku bahwa proyek tersebut telah diborongkan. “Kepala Sekolah dan pengelola proyek tidak berada di kantor karena sedang dinas luar ke Jakarta, sehingga kami tidak bisa melakukan konfirmasi secara detail,” kata wartawan tersebut.

Dugaan penyelewengan yang terjadi pada proyek ini cukup serius, seperti: bangunan baru yang diduga tidak menggunakan cakar ayam, pembangunan rehab yang diduga hanya menempelkan besi pada slop lama, dan penggunaan kayu yang diduga berasal dari limbah bangunan lama.

Baca juga.Penca: Warisan Jiwa yang Membentuk Karakter Utama Bandung

Masyarakat dan pihak terkait berharap agar proyek ini dapat diawasi dengan ketat untuk memastikan bahwa anggaran yang digelontorkan dapat digunakan secara efektif dan efisien. Dugaan penyelewengan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.

Wartawan telah mencoba menghubungi Kepala Sekolah SDN 64 Kaur, namun belum mendapatkan konfirmasi. Kami akan terus memantau perkembangan proyek ini dan akan memberikan informasi lebih lanjut jika ada perkembangan.

Proyek revitalisasi SDN 64 Kaur ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa dan guru di sekolah tersebut. Namun, dugaan penyelewengan ini harus diusut tuntas untuk memastikan bahwa anggaran yang digelontorkan dapat digunakan secara efektif dan efisien.

Kami berharap agar pihak berwenang dapat segera menginvestigasi dugaan penyelewengan ini dan mengambil tindakan yang sesuai jika terbukti ada penyelewengan. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang transparan dan akuntabel tentang pengelolaan anggaran.

( SM )

Penca: Warisan Jiwa yang Membentuk Karakter Utama Bandung

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa Penca atau Pencak Silat bukan sekadar seni bela diri fisik, melainkan “warisan jiwa” dan identitas budaya yang menjadi bahasa leluhur masyarakat Sunda.

Hal ini disampaikannya saat membuka Festival Inovasi Penca Tradisi “Padungdung Jawara Bandung Utama” di Teras Sunda Cibiru, Minggu (16/11/2025).

Wali Kota Farhan menuturkan bahwa di setiap gerakan penca terkandung nilai-nilai luhur seperti kehormatan, kesederhanaan, kedisiplinan, keberanian, dan keharmonisan yang membentuk karakter dan jati diri masyarakat.

“Penca bagi urang Sunda bukan hanya gerak bela diri, tetapi warisan jiwa,” ujar Farhan. Ia menambahkan, penca adalah kebanggaan yang hidup di komunitas, paguron, dan kampung-kampung budaya di Kota Bandung.

Baca juga CORONG JABAR MENDESAK PEMPROV DAN PEMKOT/PEMKAB SERIUS ATASI SAMPAH, HENTIKAN SALING SALAHKAN!

Inovasi dan “Jawara Baru” Berakhlak Mulia

Wali Kota Farhan memandang festival ini sebagai ruang penting untuk mempertemukan tradisi dan inovasi tanpa harus menghilangkan akar jati diri penca.

“Inovasi bukan berarti meninggalkan akar budaya. Justru melalui inovasi, penca menemukan cara baru untuk tetap hidup, dikenal, dan dicintai generasi muda,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa tema “Padungdung Jawara Bandung Utama” membawa pesan bahwa Kota Bandung membutuhkan “jawara-jawara baru”—generasi yang mengutamakan etika, bukan ego.

“Jawara sejati bukan hanya kuat fisiknya, tetapi juga mulia akhlaknya, jernih budinya, dan kokoh jati dirinya. Jawara yang bersahabat dengan perubahan, namun tetap setia pada akar budaya,” tegasnya.

Baca juga Kedatangan Menteri Desa PDTT Yandri Susanto Disambut Antusias Masyarakat Seluma

Komitmen Pemerintah Kota dan Pelestarian Budaya

Pemerintah Kota Bandung, kata Farhan, memiliki komitmen kuat untuk menjaga dan merawat budaya lokal, termasuk penca tradisi. Dukungan terhadap festival ini merupakan wujud keseriusan Pemkot dalam merawat identitas budaya agar tidak tergilas zaman.

“Kita ingin Bandung tetap menjadi kota kreatif tanpa kehilangan akar tradisinya. Kota modern yang tetap hormat pada budayanya sendiri. Bandung telah membuktikan bahwa inovasi dan budaya bisa berjalan seiring,” jelasnya.

Wali Kota Farhan berharap festival ini dapat menjadi gerbang lahirnya program-program pelestarian budaya yang lebih besar, dengan harapan penca dapat hadir di sekolah, ruang publik, hingga ruang digital agar semakin dekat dengan keseharian masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa silaturahmi antar paguron dan para pencinta seni budaya adalah energi penting yang membuat tradisi tetap hidup.

“Budaya bertahan bukan hanya karena diajarkan, tetapi karena diamalkan, dicintai, dan diwariskan dengan kebahagiaan,” tutupnya.(*)

Kedatangan Menteri Desa PDTT Yandri Susanto Disambut Antusias Masyarakat Seluma

Seluma, JURNAL TIPIKOR – Kedatangan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal ( PDT ) Yandri Susanto di Kabupaten Seluma, Minggu 16 November 2025, berlangsung meriah dan penuh antusias.

Sejak pagi, ratusan warga sudah memadati Lapangan Bukit Peninjau I, Kecamatan Sukaraja, untuk menyambut langsung kedatangan rombongan Menteri Yandri.

Menteri Yandri tiba di Seluma sekitar pukul 14.00 WIB bersama Sekretaris Utama BNN RI, Irjen Pol Tantan Sulistyana, S.H., S.IK., M.M., didampingi Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, Bupati Seluma Teddy Rahman, serta perwakilan DPD RI. Suasana penyambutan berlangsung hangat, diiringi kesenian tradisional dan prosesi adat.

Baca juga Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejagung Tiba di Bengkulu

Kunjungan Menteri Yandri ke Kabupaten Seluma kali ini dalam rangka “Konsolidasi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Gotong Royong Membangun Desa”, sebagai bentuk penguatan komitmen pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan desa.

Antusiasme warga terlihat dari padatnya area lapangan dan tepi jalan menuju lokasi acara.

Tidak sedikit warga yang datang sejak pagi hanya untuk dapat melihat rombongan Menteri secara langsung. Banyak di antara mereka berharap kunjungan ini membawa dampak nyata bagi pembangunan desa-desa di Seluma.

Baca juga CORONG JABAR MENDESAK PEMPROV DAN PEMKOT/PEMKAB SERIUS ATASI SAMPAH, HENTIKAN SALING SALAHKAN!

Salah seorang warga, Rini (34), mengatakan bahwa masyarakat sangat menantikan kedatangan Menteri karena ingin menyampaikan harapan terkait pembangunan desa.

“Kami senang sekali Pak Menteri datang ke Seluma. Harapan kami, pembangunan desa bisa lebih merata, terutama jalan dan fasilitas pendidikan. Mudah-mudahan suara kami didengar,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sudirman (52), tokoh masyarakat setempat. Ia menilai kunjungan Menteri Yandri menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus ikut berpartisipasi dalam pembangunan desa.

“Kedatangan beliau membawa angin segar. Semoga program pemberdayaan masyarakat semakin diperkuat, dan desa-desa di Seluma bisa maju bersama,” kata Sudirman.

( JS – jurnaltipikor.com/ )

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejagung Tiba di Bengkulu

Bengkulu, JURNAL TIPIKOR – Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejagung RI, Prof. Dr Reda Manthovani tiba di Bengkulu dan dijadwalkan akan melakukan rangkaian kegiatan selama 3 hari ke depan.

Jamintel Kejagung RI tiba di Bandara Fatmawati Soekarno Hatta Benglulu pada Minggu 16 November 2025 yang langsung disambut Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, Wakajati Bengkulu, para Asisten hingga Kajari jajaran se Bengkulu.

Tidak hanya Kajati Bengkulu, dalam penyambutan Jamintel Kejagung RI juga tampak hadir Pj Sekda Provinsi Bengkulu serta Wakapolda Bengkulu.

Baca juga CORONG JABAR MENDESAK PEMPROV DAN PEMKOT/PEMKAB SERIUS ATASI SAMPAH, HENTIKAN SALING SALAHKAN!

Dalam penyambutan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen tersebut, tampak Kajati Bengkulu langsung mengalungkan kain batik besurek yang melambangkan khas budaya Provinsi Bengkulu.

Kedatangan Jamintel Kejagung RI juga langsung disambut Tarian persembahan SMKN 5 Kota Bengkulu.

Rencananya, usai tiba di Bengkulu Jamintel Kejagung RI akan menghadiri pengukuhan DPD ABPEDNAS (Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional) hingga menerima anugerah adat dari Badan Musyawarah Adat Bengkulu.

"Jam Intel tiba di Bengkulu pada hari ini dan dia akan melakukan kegiatan beberapa hari ke depan," ungkap Asisten Bidang intelijen Dr. David Palapa Duarsa, SH, MH.

( JS – jurnaltipikor.com/ )

CORONG JABAR MENDESAK PEMPROV DAN PEMKOT/PEMKAB SERIUS ATASI SAMPAH, HENTIKAN SALING SALAHKAN!

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Persoalan sampah di Jawa Barat, khususnya di Bandung Raya, terus menjadi polemik yang tak terhindarkan.

Menanggapi kondisi kritis ini, Presidium Corong Jabar, Yusuf Sumpena S.H., yang akrab disapa Kang Iyus, mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota/Kabupaten di Bandung Raya untuk serius mencari solusi berkelanjutan dan menghentikan praktik saling lempar tanggung jawab.

Krisis Sampah di Bandung Raya:

Kebutuhan TPA Berkelanjutan
Kota Bandung, dengan populasi sekitar 2.591.763 jiwa dan luas wilayah 167,31 km², tidak terhindarkan menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah setiap hari.

Angka fantastis ini jelas menuntut adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang mampu menampung sampah secara berkelanjutan.

“Kuota ritasi di Sarimukti sudah mulai dibatasi. Kepala Daerah Provinsi Jabar dan Kepala Daerah Bandung Raya harus segera mencari solusi terbaik. Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat, baik rumah tangga, pengusaha, maupun perkantoran,” tegas Kang Iyus.

Baca juga CORONG JABAR: RUPS BANK BJB HARUS TEMPATKAN DIREKSI DAN KOMISARIS PROFESIONAL, BEBAS DARI UNSUR POLITIS!

Ia menekankan bahwa polemik ini harus segera diselesaikan di tingkat pemerintahan.

“Saya mengingatkan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi Jabar jangan sampai saling melempar tanggung jawab dan saling menyalahkan. Saya harap pemerintah provinsi dan daerah Bandung raya duduk bersama mencari solusi yang terbaik. Ini harus serius ditindaklanjuti demi kepentingan rakyat,” lanjutnya.

Kang Iyus juga menyarankan agar kepala daerah segera berkonsolidasi dengan para tokoh dan ahli sampah yang kompeten untuk mendapatkan masukan yang konstruktif dan solutif.

Baca juga Disdikbud Bengkulu Segera Buka Seleksi Kepala Sekolah Non-Reguler

Pertanyaan Besar Mengenai Aset TPPAS Jabar

Corong Jabar menyoroti lambatnya tindak lanjut terhadap aset-aset TPPAS (Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah) yang sudah direncanakan sejak lama.

  • Legok Nangka: Proyek TPPAS seluas sekitar 82,5 Ha yang telah menguras APBD Provinsi Jabar hampir Rp 2 triliun. Infrastruktur sudah siap sejak 2019, namun proyek ini baru diprediksi aktif pada tahun 2029.
  • Leuwi Gajah dan Jelekong: Dua lokasi lain yang telah direncanakan namun hingga kini tidak ada tindak lanjut yang jelas.

Urusan TPAS tidak hanya berfokus pada Sarimukti saja. Jawa Barat memiliki aset yang sudah direncanakan sejak beberapa tahun, di antaranya lokasi Leuwi Gajah, Legok Nangka, dan Jelekong. Ini harus ditindaklanjuti,” ujar Kang Iyus.

Lamanya proses aktivasi TPPAS Legok Nangka yang melewati masa dua Gubernur menjadi sebuah pertanyaan besar mengenai keseriusan dan efektivitas perencanaan di tingkat provinsi dan daerah.

Baca juga Pemerintah Provinsi Bengkulu Usulkan Tambahan Kuota Gas LPG 3

Kewenangan dan Tanggung Jawab dalam UU No. 18 Tahun 2008

Kang Iyus mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah, kewenangan dan tanggung jawab berada di tangan pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah daerah.

  1. Masyarakat memiliki kewajiban untuk membayar retribusi kepada pemerintah melalui dinas terkait.
  2. Pemerintah Pusat dan Provinsi sebagai regulator harus turut bertanggung jawab dan memberikan solusi, bukan hanya memberikan punishment (hukuman).

“Pemerintah Pusat dan provinsi harus turut bertanggung jawab juga dan memberikan solusi, jangan hanya bisa memberikan punishment saja tidak mempertimbangkan fakta sosial dan demografis, dan geografis serta kondisi lapangan,” tegas Kang Iyus menutup pernyataannya.

(Her)

Disdikbud Bengkulu Segera Buka Seleksi Kepala Sekolah Non-Reguler

JURNAL TIPIKOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Bengkulu memastikan proses seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) non-reguler segera dimulai.

Disdikbud telah menerima Surat Keputusan (SK) Dewan Pertimbangan Kepala Sekolah sebagai dasar administrasi pembukaan pendaftaran.

Kepala Sub Bidang Pembinaan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdikbud Provinsi Bengkulu, Murni, SE, menyampaikan, setelah SK tersebut diterima, pihaknya tengah menyiapkan surat edaran resmi sebagai tahapan awal proses pendaftaran.

“SK dewan pertimbangan baru saja turun. Kami sedang menyiapkan surat edaran terlebih dahulu, dan setelah itu pendaftaran BCKS non-reguler akan segera diumumkan,” ujar Murni.

Baca juga Pemerintah Provinsi Bengkulu Usulkan Tambahan Kuota Gas LPG 3

Ia menegaskan, seleksi BCKS non-reguler ini menjadi langkah penting untuk memberi kesempatan kepada guru-guru berkompeten yang belum mengikuti seleksi sebelumnya.

Prosesnya akan dijalankan secara transparan dan berbasis merit, mulai dari pengumuman hingga tahap penilaian.

Sebelumnya, Kabid Tenaga Pendidikan dan Kependidikan (PTK) Disdikbud Provinsi Bengkulu, Medi Hartono, S.Pd, menjelaskan pihaknya tengah memimpin rapat bersama tim teknis untuk memetakan 191 sekolah negeri di Provinsi Bengkulu.

Baca juga Mutasi, Bupati Lantik 8 Pejabat Eselon II Kepahiang, Ini Daftarnya

Pemetaan dilakukan untuk mengetahui sekolah mana saja yang kepala sekolahnya telah menjabat lebih dari tujuh tahun.

“Sesuai dengan Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, masa tugas maksimal kepala sekolah adalah dua periode atau delapan tahun, dengan setiap periode berdurasi empat tahun.

Namun, bagi yang sudah menjabat lebih dari tujuh tahun, perlu segera dilakukan evaluasi dan rotasi untuk penyegaran,” jelas Medi.

Dengan terbitnya SK Dewan Pertimbangan Kepala Sekolah, Disdikbud optimistis tahapan seleksi dapat segera bergulir sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi menghadirkan kepala sekolah yang profesional, berintegritas, dan memiliki kemampuan manajerial untuk meningkatkan mutu pendidikan di Bengkulu.

( JS – jurnaltipikor.com/ )