DUNIA BERNAPAS LEGA: China Desak Stabilitas Permanen Usai Gencatan Senjata Israel-Lebanon dan Pembukaan Selat Hormuz
BEIJING, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah China secara resmi menyambut baik kesepakatan gencatan senjata sepuluh hari antara Lebanon dan Israel yang mulai berlaku Jumat (17/4).
Di tengah krisis energi global yang kian mencekik, Beijing menegaskan bahwa solusi diplomatik adalah satu-satunya jalan “bertanggung jawab” untuk mengakhiri pertumpahan darah di Timur Tengah.
Seruan Beijing: Akhiri Kekacauan Energi
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, **Guo Jiakun**, menyatakan dalam konferensi pers di Beijing bahwa prioritas dunia saat ini adalah memastikan pertempuran tidak meletus kembali.
“Prioritas utama sekarang adalah mencegah dengan segala cara terjadinya kembali pertempuran dan mencegah kekacauan lebih lanjut yang dapat lebih merusak keamanan energi global,” tegas Guo.
Meski menjadi kekuatan ekonomi besar, China mengaku belum mengirimkan bantuan energi spesifik ke negara-negara terdampak krisis karena hambatan pasokan yang masif.
China berkomitmen menjaga komunikasi dengan seluruh pihak demi mengamankan rantai pasok bahan bakar dunia yang sempat lumpuh.
Titik Balik di Selat Hormuz
Momentum perdamaian ini diperkuat dengan pengumuman mengejutkan dari Teheran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Selat Hormuz—jalur nadi yang membawa 20% pasokan energi dunia—kini dibuka sepenuhnya untuk lalu lintas komersial selama masa gencatan senjata.
Presiden AS Donald Trump merespons cepat melalui unggahan di Truth Social:
- Apresiasi: Trump berterima kasih atas pembukaan jalur tersebut (yang ia sebut sebagai “Selat Iran”).
- Ketegasan: Namun, Trump menekankan bahwa **blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlanjut hingga negosiasi bilateral mencapai kesepakatan final.
- Negosiasi di Ujung Tanduk
Gencatan senjata 10 hari ini terjadi di tengah dinamika diplomatik yang fluktuatif:
|
Tanggal |
Peristiwa Penting |
|---|---|
|
28 Februari 2026 |
Serangan militer AS dan Israel ke Iran memicu krisis besar. |
|
11 April 2026 |
Perundingan putaran pertama di Islamabad dinyatakan gagal oleh Wapres AS J.D. Vance. |
|
16 April 2026 |
Trump umumkan gencatan senjata Israel-Lebanon (berlaku mulai 21:00 GMT). |
|
19 April 2026 |
Rencana Negosiasi Babak Kedua antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan. |
Undangan ke Washington
Sebagai mediator utama, Presiden Trump berencana mengundang Presiden Lebanon **Joseph Aoun dan PM Israel Benjamin Netanyahu ke Washington DC untuk pembicaraan tingkat tinggi yang lebih mendalam.
Dunia kini menanti apakah gencatan senjata singkat ini akan menjadi fondasi perdamaian abadi atau sekadar “jeda” sebelum eskalasi berikutnya, terutama menjelang negosiasi krusial AS-Iran akhir pekan ini di Islamabad.(***)

