Tepis Isu Penggusuran! Wali Kota Bandung Pasang Badan, Tegaskan Penataan Teuku Umar Harus Hasil Sepakat Warga dan Komunitas Skate
BANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan komitmennya untuk mengedepankan asas musyawarah dan kesepakatan bersama dalam penataan kawasan Jalan Teuku Umar, Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Coblong. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada pihak yang dirugikan serta membantah secara tegas isu liar mengenai penggusuran warga.
Pernyataan menohok tersebut disampaikan Farhan di hadapan warga saat melakukan peninjauan langsung ke kawasan Jalan Teuku Umar pada Minggu (1/11/2026) dini hari.
Dari Aspirasi 2016 Hingga Fasilitas Pengolahan Sampah
Wali Kota menjelaskan bahwa gagasan awal penataan kawasan tersebut bermula dari aspirasi komunitas skateboard pada 2016 lalu. Saat itu, berkembang keinginan kuat agar Kota Bandung memiliki tempat bermain skateboard yang lebih representatif ketimbang sekadar memanfaatkan ruang di bawah Jembatan Pasupati.
Sebagai wujud perhatian pemerintah setelah ia menjabat, gagasan tersebut coba direalisasikan dengan merancang fasilitas yang lebih memadai. Meski demikian, Farhan menyadari sepenuhnya dinamika dan perbedaan sudut pandang yang muncul di tengah masyarakat.
Selain ruang terbuka publik untuk komunitas, Pemkot Bandung juga menaruh perhatian besar pada penataan tempat penampungan serta pengolahan sampah ranting dan daun dari wilayah RW 09 dan RW 10 Kelurahan Lebakgede. Keberadaan fasilitas pengelolaan lingkungan ini dipandang sangat vital dan harus masuk dalam perhitungan rencana penataan kawasan.
Ruang Dialog Dibuka Lebar, Tepis Narasi Penggusuran
Guna menjembatani berbagai pihak, Farhan menginstruksikan seluruh elemen warga Kelurahan Lebakgede—khususnya RW 18 dan RW 10—bersama komunitas skateboard untuk duduk bersama, berdialog, dan mencari kompromi terbaik.
“Teuku Umar itu harus berdasarkan kesepakatan warga. Saya mempersilakan semua warga Kelurahan Lebakgede, RW 18, RW 10, kemudian komunitas skate untuk berkompromi menentukan mau dibuat apa,” tegas Farhan.
Lebih lanjut, ia mematahkan rumor yang menuding pemerintah akan menggusur permukiman warga setempat demi pembangunan proyek tersebut. Farhan memastikan bahwa pintu komunikasi selalu terbuka lebar bagi siapapun yang ingin berkontribusi dalam pembangunan kota yang inklusif.
“Tidak pernah ada niat ataupun rencana dari pemerintah untuk menggusur. Jadi kalau sekarang ada narasi menggusur, itu tidak benar. Diskusi saja seperti biasa,” pungkasnya.
Sumber: Humas Pemkot Bandung
Editor : Azi

