Dokter Saja Tidak Cukup: ARS University Tegaskan Pimpinan Rumah Sakit Harus Miliki Kemampuan Manajemen dan Sensitivitas Digital

BANDUNG, JURNAL TIPIKOR — Kerap terjadinya keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan kacaunya tata kelola fasilitas medis membuktikan satu hal krusial: mengandalkan kompetensi medis belaka tidak lagi cukup untuk memimpin sebuah rumah sakit. Pimpinan rumah sakit era modern dituntut memiliki penguasaan ilmu managerial organisasi yang matang, keahlian pemasaran di era digital, serta wawasan lingkungan yang berpihak pada masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Program Pascasarjana Adirajasa Reswara Sanjaya (ARS) University, Prof. Rohendi, di Bandung, Selasa (6/10).

Menurutnya, dinamika pelayanan kesehatan saat ini dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara jumlah fasilitas kesehatan dan membludaknya jumlah pasien, terutama akibat kemudahan akses program BPJS Kesehatan yang membuat masyarakat dengan keluhan ringan berbondong-bondong langsung mendatangi rumah sakit.

“Untuk meminimalisasi masalah pelayanan, lulusan dituntut dibekali mata kuliah seperti manajemen pelayanan prima, manajemen rumah sakit, hingga manajemen mutu. Mereka harus siap menghadapi masalah internal maupun eksternal rumah sakit,” tegas Prof. Rohendi.

Baca juga BUKAN SEKADAR PENCURIAN! BEM UI Tuding ‘Teror Politis’ di Balik Penganiayaan Brutal Anggotanya, Desak Polda Metro Bongkar Aktor Intelektual

Lebih lanjut, di era keterbukaan digital di mana pasien dapat dengan sangat mudah menyampaikan komplain melalui media sosial, pimpinan rumah sakit dituntut memahami ilmu pemasaran mikro maupun makro. Pimpinan harus mampu mengendalikan faktor-faktor lingkungan sekitar dan memastikan rumah sakit tidak menjadi “parasit”, melainkan hadir menciptakan solusi berwawasan lingkungan yang saling menguntungkan (win-win solution) bagi masyarakat sekitar.

Senada dengan hal tersebut, Rektor ARS University, Prof. Purwadhi, menyoroti bahwa buruknya tata kelola dan manajemen merupakan akar utama dari ketertinggalan dan ketidaksejahteraan di berbagai instansi.

“Para lulusan magister manajemen diharapkan tidak sekadar menyandang gelar di belakang nama, melainkan mampu menjadi ahli manajemen sejati yang membawa perubahan nyata di lapangan,” ujar Prof. Purwadhi.
Melalui kurikulum pascasarjana yang berfokus pada kepemimpinan strategis, manajemen mutu, dan responsivitas digital, ARS University berkomitmen mencetak para pemimpin rumah sakit dan organisasi yang adaptif, profesional, serta solutif dalam menjawab tantangan tata kelola pelayanan publik di Indonesia.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *