Bandung “Tantang” Paris Fashion Week! Grand Final Putri Hijabfluencer 2026 Tegaskan Posisi sebagai Kiblat Modest Fashion Dunia
BANDUNG, JURNAL TIPIKOR– Panggung Grand Final Putri Hijabfluencer Indonesia 2026 di Ballroom Trans Luxury Hotel, Minggu (4/10) malam, bukan sekadar ajang kontes kecantikan. Lebih dari itu, malam tersebut menjadi deklarasi keras bahwa Kota Bandung siap mengambil alih takhta sebagai barometer modest fashion dunia, menyaingi pusat fesyen Eropa.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara tegas menyatakan bahwa Indonesia—dan khususnya Bandung—memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki negara lain. Berdasarkan pengalamannya berkeliling ke Asia, Afrika, Amerika, hingga Eropa, Farhan menegaskan bahwa pageant khusus hijab dengan ekosistem kreatif seperti di Indonesia adalah satu-satunya di dunia.
“Saya belum menemukan ajang yang secara khusus menampilkan hijab seperti ini di negara mana pun. Ini adalah satu-satunya di dunia! Harus dipertahankan dan dikembangkan, jangan sampai kita kalah oleh Paris Fashion Week yang baru mulai meraba-raba *modest fashion*,” tegas Farhan di hadapan ratusan tamu undangan dan finalis.
Farhan memandang hijab bukan lagi sekadar penutup aurat, melainkan kanvas inovasi. Ia mendefinisikan kreativitas sebagai kemampuan memberikan “nilai tambah” yang mampu menstimulasi rasa dan pikiran.
“Hijab adalah medium karya seni. Setiap kreator harus melihat ini sebagai peluang emas untuk menjadikan hijab sebagai karya fesyen terbaik yang lahir dari rahim Kota Bandung,” tambahnya.
Ledakan Kreativitas dan Ambisi Go Global
Sementara itu, Pemilik Albis Group sekaligus Anggota DPRD Kota Bandung, Indri Rindani, mengungkapkan bahwa gelaran tahun ini menandakan lonjakan signifikan dalam minat generasi muda terhadap fesyen muslim. Jika pada awal penyelenggaraan hanya tercatat 1.000 pendaftar, tahun ini angka tersebut meledak menjadi 3.000 pendaftar dari seluruh penjuru Nusantara.
Dari ribuan pendaftar, 63 finalis terbaik dari 22 provinsi telah bertarung membuktikan bahwa *modest fashion* Indonesia memiliki kelas dunia.
“Bandung itu *Paris van Java*, dan insyaallah akan menjadi kiblat fesyen muslim dunia. Kami tidak hanya berbicara soal panggung, tapi soal dampak ekonomi. Ini meningkatkan PAD dan menggerakkan roda ekonomi kreatif,” ujar Indri.
Indri juga membocorkan strategi besar Albis Group yang telah membawa industri fesyen muslim Bandung menembus pasar Eropa hingga mendapat undangan istimewa di Jeddah. Ia mengajak Pemerintah Kota dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu mendukung misi “Bandung *Go Global*”.
“Insyaallah dimulai dari Bandung yang mensupport kami, kita bawa *modest fashion* Indonesia merajai pasar global,” tutup Indri.
Komitmen Pemkot Bandung untuk terus menjadi tuan rumah pada tahun depan menjadi sinyal kuat bahwa Bandung tidak akan berhenti berinovasi hingga label “Kiblat Fesyen Muslim Dunia” resmi disematkan pada Kota Kembang.
Sumber : Humas Pemkot Bandung
Editor : Azi

