
JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan kecaman keras terhadap tindakan brutal militer Israel yang mengakibatkan gugurnya prajurit TNI, Serma Sahid Rahadian, anggota Kontingen Garuda XXIII-P UNIFIL, di wilayah Lebanon Selatan pada Selasa (10/10/2023).
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI menyatakan bahwa insiden ini bukan sekadar kecelakaan perang, melainkan bukti nyata arogansi Israel yang secara sengaja menargetkan simbol-simbol perdamaian dunia.
Desakan Penarikan Pasukan: Lindungi Nyawa Prajurit Kita
Merespons situasi yang kian tidak terkendali, MUI mendesak Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI), untuk segera mengambil langkah drastis:
- Menarik pulang seluruh prajurit TNI yang tergabung dalam misi Bantuan Operasi Perdamaian (BOP) UNIFIL di Lebanon.
- Mengevaluasi partisipasi Indonesia dalam misi di wilayah yang tidak lagi menghormati mandat PBB.
“Keselamatan putra-putra terbaik bangsa adalah prioritas utama. Ketika hukum internasional diinjak-injak dan pasukan perdamaian menjadi sasaran tembak, maka kehadiran mereka di sana harus segera ditinjau ulang demi menghindari jatuhnya lebih banyak korban,” tegas pernyataan resmi MUI.
Baca juga Nasionalisme Tanpa Taring: Generasi Akan Terseret, Bangsa Bisa Tergantikan
Israel Menargetkan Misi Kemanusiaan
Gugurnya Serma Sahid Rahadian terjadi di tengah eskalasi serangan Israel yang membabi buta. MUI menyoroti bahwa Israel telah berulang kali:
- Menargetkan pos-pos observasi UNIFIL secara sengaja.
- Menyerang kendaraan pembawa bantuan kemanusiaan, yang merupakan pelanggaran berat terhadap Hukum Humaniter Internasional.
Tuntutan Terhadap PBB dan Dunia Internasional
MUI menegaskan bahwa dunia tidak boleh bungkam melihat kejahatan perang yang kasat mata ini. MUI menuntut:
- PBB untuk segera menghentikan agresi militer Israel di wilayah kedaulatan Lebanon dan Jalur Gaza.
- Masyarakat Internasional untuk menjatuhkan sanksi tegas atas pelanggaran kedaulatan yang dilakukan Israel.
MUI menyampaikan duka mendalam bagi keluarga almarhum Serma Sahid Rahadian dan mendoakan agar pengabdiannya dicatat sebagai amal syuhada demi perdamaian dunia.(*)



