
JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Langit di atas Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata menjadi saksi bisu penghormatan terakhir bagi salah satu putra terbaik bangsa.
Mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prof. Dr. Juwono Sudarsono, M.A., hari ini dimakamkan melalui upacara militer penuh khidmat sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi tanpa batas dan pengabdian tulusnya bagi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Rombongan pembawa jenazah tiba di kompleks pemakaman pada Minggu, (29/3) pukul 11.19 WIB, disambut dengan barisan kehormatan. Sebelum menuju peristirahatan terakhirnya, jenazah tokoh intelektual pertahanan ini disemayamkan di Gedung Kementerian Pertahanan (Kemhan) sejak Minggu pagi untuk memberikan kesempatan bagi rekan sejawat dan keluarga besar pertahanan memberikan penghormatan terakhir.
Baca juga Kado “Wisata Api” di Jalur Madinah: Kemenhaj Tagih Ganti Rugi Atas Hangusnya Koper dan Doa Jamaah
Simbol Integritas dan Pengabdian
Pemakaman secara militer ini bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan representasi dari rasa terima kasih mendalam negara kepada sosok yang dikenal sebagai peletak dasar reformasi pertahanan dan hubungan sipil-militer di Indonesia.
- Penyemayaman Terakhir: Dilaksanakan di Gedung Kemhan sebagai simbol kedekatan emosional almarhum dengan institusi yang pernah dipimpinnya.
- Upacara Pemakaman: Melibatkan personel lintas matra yang dipimpin oleh inspektur upacara senior, menegaskan status beliau sebagai pejuang kemanusiaan dan pendidikan.
- Kehadiran Tokoh: Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, tokoh nasional, dan perwakilan negara sahabat yang ingin memberikan penghormatan bagi sang diplomat ulung.
“Indonesia kehilangan mercusuar integritas. Beliau bukan hanya seorang menteri, tetapi juga guru bangsa yang mengajarkan bahwa pertahanan negara yang kuat berakar dari diplomasi dan kecerdasan intelektual,” ujar salah satu perwakilan keluarga di lokasi.
Prof. Juwono Sudarsono meninggalkan warisan pemikiran yang akan terus menjadi rujukan bagi kebijakan pertahanan Indonesia di masa depan. Selamat jalan, Sang Penjaga Kedaulatan.
(red)



