
Pantun Angin Wakil ketua DPP IKA IKOPIN/ Direktur Rohdale Insititut/ Ketua Dewan Pengurus Yayasan Kesehjahteraan Mahasiswa Sumedang/Sekjen SPEK. Poto : Dok.Jurnal Tipikor
JATINANGOR, JURNAL TIPIKOR – Sebuah langkah revolusioner dalam peta jalan ekonomi kerakyatan resmi digulirkan. Integrasi strategis antara program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Multi Pihak (KDMP), dan jaringan Alumni IKOPIN University dicanangkan sebagai poros baru rekonstruksi ekonomi desa dalam skala nasional.
Sinergi ini bukan sekadar kolaborasi administratif, melainkan sebuah desain besar untuk memastikan bahwa arus modal dan konsumsi raksasa dari program nasional tidak hanya mampir, tetapi menetap dan berputar di pedesaan melalui pengelolaan yang profesional dan akuntabel.
Memutus Rantai Ketimpangan Melalui Profesionalisme
Selama ini, desa seringkali hanya menjadi objek pasar. Melalui integrasi ini, KDMP diposisikan sebagai wadah konsolidasi produksi lokal—mulai dari hasil tani, ternak, hingga jasa logistik—yang akan menyuplai kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kehadiran Alumni IKOPIN sebagai tenaga ahli manajemen menjadi kunci pembeda. Dengan kompetensi di bidang manajemen koperasi modern, para alumni akan berperan sebagai engine penggerak yang memastikan KDMP dikelola secara transparan, efisien, dan memiliki daya saing industri.
“Ini adalah momentum pembuktian bahwa ekonomi desa bisa dikelola dengan standar korporasi tanpa kehilangan jati diri kerakyatannya. Kita tidak sedang membangun proyek sesaat, kita sedang membangun fondasi kedaulatan pangan dan ekonomi dari akar rumput,” ujar perwakilan koordinator inisiatif tersebut.
Tiga Pilar Utama Rekonstruksi Ekonomi:
- MBG sebagai Market Driver: Program Makan Bergizi Gratis menjadi off-taker (pembeli siaga) yang menjamin kepastian pasar bagi produk-produk desa.
- KDMP sebagai Wadah Inklusif: Koperasi Desa Multi Pihak menyatukan petani, peternak, dan UMKM dalam satu ekosistem bisnis yang kuat secara hukum dan permodalan.
- Alumni IKOPIN sebagai Managerial Power: Memastikan standarisasi mutu, rantai pasok yang efektif, dan digitalisasi pelaporan keuangan koperasi.
Dampak Nasional yang Terukur
Integrasi ini diproyeksikan akan menekan angka pengangguran di desa secara signifikan dan mencegah urbanisasi dengan menciptakan lapangan kerja berkualitas di sektor manajerial dan produksi pedesaan.
Dengan pengelolaan profesional, desa tidak lagi bergantung pada subsidi, melainkan tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri.
Rekonstruksi ini adalah jawaban nyata atas tantangan ekonomi global, sekaligus langkah konkret menuju Indonesia Emas 2045 yang berbasis pada penguatan ekonomi domestik.
Tentang IKOPIN University:
IKOPIN University (Institut Koperasi Indonesia) adalah lembaga pendidikan tinggi terkemuka yang berfokus pada pengembangan ilmu ekonomi, manajemen, dan perkoperasian, menghasilkan lulusan yang siap merevolusi sektor ekonomi kerakyatan dengan standar profesional.
Penulis :
Pantun Angin
Wakil ketua DPP IKA IKOPIN/ Direktur Rohdale Insititut/ Ketua Dewan Pengurus Yayasan Kesehjahteraan Mahasiswa Sumedang/Sekjen SPEK




