
Bandung, JURNAL TIPIKOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berencana mengubah lahan bekas longsor Kampung Pasirlangu menjadi hutan bambu dan kebun buah. Hal ini dilakukan sebagai langkah pemulihan lingkungan paska bencana di wilayah tersebut. “Untuk tanah milik perhutani kami akan hutankan, tapi prosesnya tidak akan mengganggu penghasilan warga> Penggarapnya nanti langsung diberi tanaman, mulai dari bambu, tanaman hutan, sampai tanaman kebun buah”. (Kompas.Com, Selasa 27/1/2016).
Rencana KDM mengubah lahan bekas longsor sesuai dengan filosofi bambu : “Panjangnya umur bambu menjadikannya ia sebagai simbol keteguhan, ketulusan di Cina, dan sebagai tanda persahabatan di India”. Bambu, merupakan tanaman perdu yang memiliki ketahanan pada kustur tanah yang rentan bencana, dan mempunyai kecepatan pertumbuhan 30-60 cm perhari. Pertumbuhan bambu ini, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi tempat ditanamnya bambu. Dengan fakta tersebut, bambu merupakan salah satu tanaman yang memiliki pertumbuhan paling cepat.
Potensi Bambu Duni
Bambu memiliki lebih dari 1.250 jenis, dan ada lebih dari 10 % (125 jenis) atau sekitar 75 marganya di Indonesia. Kita, tahu bambu oleh para ahli menempatkan bambu dalam tribe bambusease, yang masuk pada family poacease. Dimana, family ini memiliki lebih dari 10.000 spesies, seperti bambu ukuran kecil (poa annua) sampai ukuran besar (dendracalamus giganteus). Sebaran bambu berdasarkan luasan lahan, Asia (Tiongkok, India, Indonesia, Vietnam), disusul oleh Afrika dan Amerika Latin. Secara global luas hutan bambu ada 36.777 juta hektar (Lobovikov et al. (2007). Dan Tiongkok kini memiliki hutan bambu seluas 3.856 juta ha, India 5,232 juta ha pada tahun 2000. Sementara, Indonesia baru memiliki 2 juta ha (5 %) dari total hutan bambu Asia. Dari, angka tersebut, seluas 723.000 ha merupakan hutan alam, dan luasan hutan tanaman bambu sekitar 1,4 juta ha.
Besar potensi bambu, menempatkan Indonesia sebagai negara yang bisa menjadi negara penghasil bambu dunia. Mengingat, bambu merupakan bagian dari tradisi leluhur yang sejak lama dimanfaatkan dan menjadi bagian dari budaya dan kehidupan masyarakat, baik sebagai bahan konstruksi rumah, jembatan, alat penangkap ikan, Bahan baku kerajinan, meubel, hiasan, peralatan dapur, bahan baku industri sumpit, tooth stick, dan pisau makan. Bahkan, konteks pisau seiring maraknya gerakan locavore di negara-negara Eropa, permintaan alat makan berbahan bambu.
Selain itu, bambu muda atau kita kenal dengan nama rebung, seperti di Tiongkok, Jepang, Indonesia, Malaysia dan Thailand, sering diolah menjadi bahan makanan (kuliner berbahan bambu) dan tentu pakan hewan (sapi, kambing, Kuda, Panda, dan lainnya). Selain, itu daun bambu juga bisa diolah menjadi obat herbal untuk meluruhkan dahak, meredakan batuk, susah nafas, menetralkan racun dalam tubuh, mengeluarkan panas, ampuh mengembalikan cairan, melancarkan air seni, mengatasi dan menurunkan kecemasan).
Jawa Barat Provinsi Hutan Bambu Dunia
Jika Jepang memiliki Hutan Bambu Arashiyama Bamboo Grove (unsplash.com/Fynn Geerdsen) dan Sagano Bamboe. Dimana, hutan bambu Arashiyama di Kyoto adalah salah satu tujuan paling ikonik di Jepang. Batang-batang bambu yang menjulang tinggi menciptakan lorong alami yang indah, memberikan pengalaman berjalan yang penuh kedamaian. Tidak heran jika tempat ini sering dianggap sebagai salah satu hutan terindah di dunia. Begitu juga, Hutan bambu Sagano –Sagano Bamboo Forest, Kyoto Jepang, yang memiliki daya tarik dan bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga tempat untuk menemukan ketenangan di tengah hiruk pikuk dunia. Keindahan alamnya yang autentik dan suasananya yang damai menjadikan setiap kunjungan terasa seperti perjalanan spiritual.
Selain Jepang, Tiongkok tidak kalah fantastik dalam pemanfaatan bambu sebagai destinasi wisata. Tiongkok, memiliki banyak hutan bambu, Shunan Bamboo Forest, yang memilik9i luas sekitar 120 kilometer persegi, kawasan ini dihiasi oleh rumpun bambu yang menjulang tinggi, air terjun, serta lanskap hijau yang menenangkan. Tiongkok, juga memiliki Anji Bamboo Sea, China dengan luas lebih dari 200 mil persegi, dengan koleksi bambu sekitar 40 spesies; ada juga Yixing Bamboo Forest, China yang memmpunyai luas fantastik lebih dari 15.000 hektar dengan lebih dari 100 spesies bambu, termasuk bambu moso yang terkenal. Keberagaman flora ini menjadikan Yixing salah satu hutan bambu terkaya di dunia.
Indonesia belum memiliki hutan bambu?. Indonesia telah ada Hutan Bambu Surabaya seluas 8,5 ha, Hutan Bambu Candipuro–Lumajang (14 ha), Hutan Bambu Klatakan – Magelang, Hutan Bambu, Hutan Bambu Mligi–Mojekerto, Hutan Bambu Boon Pring Andeman–Malang, Hutan Bambu Margahayu-_Bekasi (kini luasnya 2, 6 ha), dan yang paling terkenal adalah Hutan Bambu Penglipuran–Bali yang kini memiliki 14 jenis tanaman bambu.
Mirisnya, kehadiran hutan bambu di Indonesia itu belum menjadi prioritas pengembangan destinasi wisata edukasi ekologis. Dimana, keberadaan bambu hutan itu, baru sekedar pelengkap wahana destinasi wisata, bukan yang utama. “ Saya herang mengapa bambu di kita belum dilirik sebagao potensi prioritas dalam program ekologis, yang dipandu dalam riadmap pembangunan lingkungan nasional, dan memiliki masterplan penge,mbangan hutan bambu yang secara terintegrasi dalam agenda besar pembangunan lingkungan nasional, untuk penanganan perubahan iklim”, ujar Ali Wardhana Isha–Direktur Republik Bambu Indonesia (RepBI).
Adanya rencana KDM yang akan menjadikan Bekas lonsor Pasirlangu, sebagai kawasan konservasi bambu tentu angin segar bagi langkah-langkah strategis kita Indonesia, yang fokus menjadikan bambu sebagai tanaman ekologis lingkungan di daerah rawan longsor, banjir dan abrasi. “Kita sudah seharusnya menjadikan bambu sebagai bagian penting dalam kebijakan kehutanan dan ekonomi hijau, seperti China, Jepang, India, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, Filipina, Myanmar, Ethiopia dan Kenya yang telah lebih dulu mengembangkan kawasan hutan bambu skala besar”, sambung Awi biasa dipanggil.
Etikat KDM yang telah menyebut bambu, sebagai alternatif tanaman yang akan ditanam pada daerah bekas longsor pasirlangu merupakan angin cerah bagi pengembangan industri bambu dan menjaga keseimbangan ekologis. Bahkan, akan menjadi keikonikan destinasi, pendidikan, penelitian, kerajinan dan kuliner jika dipadukan pada program strategis nasional dalam pengembangan ekonomi hijau. Dengan, mengkoloni 125 jenis bambu dunia yang ada di Indonesia.
Sehingga, akhirnya Jawa Barat akan menjadi provinsi satu-satunya yang memiliki Hutan Bambu Internasional dengan mengkoleksi sebanyak 125 jenis bambu nusantara. Dan, pemulihan kawasan rawan longsor, abrasi dan banjir bukan lagi sekedar menanami tapi menjadikannya industri hijau. “Rehabilitasi kawasan harus disertai konservasi tanah dan air, yang sesuai dengan kemiringan, drainase lereng, sumur resapan, penutupan tanah permanen, dan larangan pemotongan lereng serta tanaman keras”. Semoga!.
(Her)


