
JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Di tengah gempuran krisis identitas dan polarisasi yang kian tajam, sebuah kekuatan baru lahir dari rahim rakyat. Komunitas Peci Hitam, sebuah organisasi kemasyarakatan yang membawa semangat nasionalisme murni.
Bukan sekadar penutup kepala, “Peci Hitam” dipilih sebagai simbol perlawanan terhadap pudarnya rasa cinta tanah air. Organisasi ini hadir untuk mengembalikan marwah Bung Karno dan para pendiri bangsa yang menjadikan peci hitam sebagai identitas pemersatu lintas suku, agama, dan golongan.
Kembali ke Khitah Kebangsaan
Ketua Umum Komunitas Peci Hitam, A.Tarmizi menegaskan bahwa ormas ini tidak berafiliasi dengan kepentingan politik praktis mana pun. Fokus utamanya adalah Radikalisme Nasionalisme—sebuah gerakan untuk mengakar kembali pada Pancasila dan UUD 1945 secara totalitas.
“Peci Hitam adalah mahkota perjuangan. Kami lahir bukan untuk menambah kegaduhan, tapi untuk menjadi benteng terakhir ketika rasa bangga menjadi Indonesia mulai luntur.
Kami adalah kawan bagi siapapun yang setia pada Merah Putih, dan lawan bagi siapapun yang mencoba mengoyaknya,” tegasnya
Tiga Pilar Pergerakan Komunitas Peci Hitam:
- Edukasi Kebangsaan: Menghidupkan kembali literasi sejarah perjuangan di kalangan generasi Z dan Alpha.
- Kedaulatan Ekonomi Lokal: Membangun jejaring UMKM berbasis komunitas untuk mengurangi ketergantungan pada produk asing.
- Sosial Kemanusiaan: Aksi cepat tanggap untuk membela hak-hak rakyat kecil yang terpinggirkan
Simbol Persatuan, Bukan Sekat
Meskipun identik dengan budaya tertentu, Komunitas Peci Hitam menegaskan bahwa keanggotaan mereka terbuka luas bagi seluruh warga negara Indonesia tanpa memandang latar belakang.
Peci Hitam adalah simbol kesetaraan; bahwa di bawah naungan satu simbol, semua kepala memiliki derajat yang sama sebagai putra-putri bangsa.
Dengan semboyan “Satu Atap, Satu Bangsa, Satu Nyawa,” Komunitas Peci Hitam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali memakai “peci” di dalam hati—sebuah komitmen untuk selalu menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
(Red)


