PANGKAT BUKANLAH DEWA: KAPOLRI SUYUDI ARIO SETO BERI ‘TAMPARAN’ MORAL BAGI JAJARAN POLRI

Dari atas mimbar Jumat, orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu menegaskan: Jabatan dan kekuasaan adalah amanah, bukan alat untuk merasa lebih hebat dari rakyat yang dilayani.

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR– Tidak ada ruang untuk kesombongan di tubuh Korps Bhayangkara. Pesan keras, reflektif, dan penuh makna itu disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto saat memimpin khotbah Shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri, Jumat (9/10/2026).

Di tengah hiruk-pikuk dinamika keamanan dan tantangan zaman, Kapolri memilih untuk “menelanjangi” ego. Ia mengingatkan ribuan personel kepolisian bahwa seragam, bintang di pundak, dan harta bukanlah tiket untuk merasa lebih tinggi dari masyarakat.

“Jadilah pribadi yang selalu rendah hati, jangan sombong, dan jangan pernah merasa lebih hebat daripada orang lain. Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Kapolri di hadapan jamaah, Jumat siang.(9/10)

Baca juga Skandal ‘Bakar Uang’ Iklan BJB Rp223 Miliar: Eks Dirut Beralasan ‘Sakit’, Saksi Kunci Malah Tak Kunjung Hadir di KPK!

Narasi yang dibangun oleh orang nomor satu di Polri ini bukanlah sekadar nasihat spiritual rutin. Ini adalah sebuah kompas moral dan peringatan keras di tengah era di mana arogansi kekuasaan sering kali menggerus kepercayaan publik. Kapolri secara gamblang menyatakan bahwa segala kedudukan yang melekat pada diri seorang anggota kepolisian adalah titipan Allah SWT yang harus dipertanggungjawabkan, bukan privilese untuk menindas.

Menurut Kapolri, cerminan akhlak mulia harus menjadi detak jantung dalam setiap langkah kepolisian. Semakin tinggi pangkat yang disandang, seharusnya semakin dalam pula rasa bijaksana, kepedulian, dan keteladanan yang ditunjukkan.

“Polri harus hadir sebagai pelindung yang merangkul, bukan penguasa yang menakutkan. Hormati sesama, bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana,” tambah Kapolri, mengingatkan agar nilai-nilai keimanan tidak berhenti di atas sajadah, melainkan mewujud dalam tindakan nyata di jalanan, di kantor, hingga di tengah keluarga.

Baca juga 57 Tulang Punggung Keluarga Akhirnya Bisa Bernapas Lega: Pemkot Bandung Pastikan Eks Pegawai Kebun Binatang Kembali Bekerja

Kegiatan yang berlangsung khidmat dari pukul 11.50 hingga 12.50 WIB ini menjadi momentum krusial bagi institusi Polri untuk melakukan “rekalkibrasi” jiwa. Sebuah pengingat kolektif bahwa pada akhirnya, kekuasaan akan sirna, namun amanah dan bagaimana seorang polisi memperlakukan rakyatnya akan menjadi hisab yang paling berat.

Melalui mimbar ini, Kapolri Suyudi Ario Seto kembali menegaskan komitmennya: Membangun Polri yang tidak hanya tangguh dalam menegakkan hukum, tetapi juga rendah hati dalam memanusiakan manusia.

Sumber :
Divisi Humas Polri
Pusat Komunikasi Kepolisian
Gedung Divhumas Mabes Polri, Jakarta Selatan
Email: pressrelease@polri.go.id
Telepon: (021) 7218513

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *