
BOGOR, JURNAL TIPIKOR – Sebuah kolaborasi riset lintas lembaga yang melibatkan Badan Geologi Kementerian ESDM, Badan Informasi Geospasial (BIG), BPBD Kabupaten Bogor, dan PT Oseanland berhasil mengungkap fakta baru mengenai Sesar Cisadane.
Patahan besar yang membentang dari Bogor hingga Tangerang ini ditemukan memiliki indikasi aktif dan memotong batuan muda, memicu peringatan dini bagi masyarakat di wilayah metropolitan.
Jejak Purba di Gunung Nyungcung
Menggunakan teknologi mutakhir South Vtol Domino, tim peneliti melakukan pemetaan geologi udara seluas 700 hektare di kawasan Bukit Rumpin, Kabupaten Bogor. Hasilnya mengejutkan: Gunung Nyungcung (240 mdpl) menyimpan rekaman jejak pergeseran bumi yang nyata.
Penelitian menemukan bahwa batuan travertine dan fosil moluska di lokasi tersebut membuktikan bahwa wilayah Rumpin dulunya adalah laut dangkal yang terangkat oleh aktivitas tektonik Sesar Baribis atau West Java Back Arc Thrust. Sesar Cisadane kemudian muncul sebagai patahan geser yang memisahkan formasi pegunungan di wilayah tersebut.
Baca juga Kejari Batang “Selamatkan” Rp7,3 Miliar Uang Rakyat dari Kelebihan Bayar Listrik PLN
Mengapa Harus Waspada?
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa meskipun Sesar Cisadane adalah sesar tua yang terbentuk sekitar 5 juta tahun lalu, terdapat temuan geomorfologi yang mengkhawatirkan.
“Kami menemukan retakan memanjang di Gunung Panjang yang memotong batuan Kuarter (berusia sekitar 2 juta tahun). Ditambah adanya deretan rawa alami (sag pond) yang searah dengan retakan, ini menjadi bukti kuat bahwa Sesar Cisadane perlu diwaspadai keberadaannya sebagai sesar potensial aktif,” tegas Lana Saria (7/2/2026).
Imbauan Bagi Masyarakat Jabodetabek
Mengingat jalur Sesar Cisadane yang mengikuti alur sungai dan melintasi kawasan padat penduduk dari Bogor hingga Tangerang, pemerintah mengeluarkan poin-poin penting untuk keselamatan publik:
- Tetap Tenang & Waspada: Masyarakat diminta tidak panik namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi di masa depan.
- Konstruksi Tahan Gempa: Bangunan di sepanjang jalur sesar diharapkan mulai mengadopsi standar tahan gempa dan memiliki jalur evakuasi yang jelas.
- Cek Kondisi Bangunan: Pasca-terjadinya getaran atau gempa susulan, warga diimbau melakukan pemeriksaan mandiri terhadap struktur bangunan masing-masing.
- Verifikasi Informasi: Hindari terpancing isu liar atau hoaks mengenai tsunami dan gempa bumi. Pastikan informasi hanya berasal dari kanal resmi BPBD dan Badan Geologi.
Penelitian ini menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun rencana tata ruang dan mitigasi bencana berbasis geologi guna meminimalisir risiko bagi jutaan warga yang tinggal di atas jalur patahan ini.
Sumber : CNBC
Editor: Azi




78win nền tảng nổi bật nhất 2026 . đăng ký ngay lì tết 68k trải nghiệm