
BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Fenomena kepemimpinan “jauh panggang dari api” yang seringkali menjebak daerah dalam disorientasi kebijakan menjadi sorotan tajam Ketua Umum Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP), A. Tarmizi.
Di tengah maraknya kepala daerah yang terjebak dalam janji manis kampanye namun berakhir pada kebijakan yang hanya menguntungkan kelompok tertentu, muncul sebuah anomali kepemimpinan yang radikal dari Kota Astaloka.
A.Tarmizi, memberikan sebuah ilustrasi di sebuah kota bernama Kota Astaloka.
Menurutnya, Di bawah komando Aris Sandiaga, era “pembangunan kosmetik” yang hanya memoles wajah kota dengan lampu neon dan fasad mewah resmi dihentikan.
Aris melakukan perombakan total pada struktur prioritas pembangunan, mengalihkan fokus dari kemegahan fisik menuju kesejahteraan fundamental masyarakat.
Baca juga ASN Dinas Pendidikan Indramayu “Main Mata” Anggaran PKBM, Negara Rugi Rp1,4 Miliar!
Radikalisme Anggaran: Rakyat Sebelum Estetika
Langkah awal Aris yang menghentak publik adalah pembatalan proyek renovasi Gedung Balai Kota pada minggu pertama ia menjabat.
Tanpa kompromi, seluruh anggaran tersebut dialihkan untuk membangun infrastruktur pipa air bersih di wilayah timur Astaloka.
“Tidak ada diskusi soal estetika gedung selama rakyat saya masih membeli air jeriken,” tegas Aris Sandiaga di hadapan jajaran pejabat kota.
Baginya, produktivitas dan kesehatan warga adalah magnet investasi yang jauh lebih kredibel dibandingkan sekadar gedung pencakar langit yang berdiri di atas kemiskinan sistemik.
Melawan Arus Kapitalisme Eksklusif
Ketegasan Aris kembali teruji saat ia secara terang-terangan menolak pembangunan mal mewah yang mengancam eksistensi pasar tradisional.
Aris justru memilih jalur revitalisasi pasar rakyat dengan tiga pilar transparansi:
- Satu Pedagang, Satu Lapak: Memutus rantai dominasi tengkulak dan mafia lapak.
- Digitalisasi Retribusi: Menghapus celah pungutan liar (pungli) secara permanen.
- Proteksi Stok Lokal: Menjamin petani dan pengrajin lokal menjadi tuan rumah di tanah sendiri.
Baca juga GURITA KORUPSI BEKASI: KPK Endus Aliran Uang Panas ke Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono!
Antitesis Pemimpin Seremonial
Berbeda dengan tipikal pemimpin yang gemar prosesi gunting pita, Aris Sandiaga lebih sering ditemukan di lapangan.
Dengan kemeja putih lengan digulung, ia memantau langsung kualitas aspal di gang sempit hingga ketersediaan obat di Puskesmas terpencil.
Prinsip yang dipegangnya teguh adalah: “Kebijakan yang baik adalah kebijakan yang dampaknya terasa langsung di piring makan rakyat.”
Capaian Nyata di Balik Kerja Senyap
Transformasi fundamental di Astaloka mulai membuahkan hasil signifikan yang melampaui sekadar narasi media sosial:
- Penurunan Angka Stunting: Berkat akses air bersih dan perbaikan gizi yang masif.
- Penguatan Ekonomi Mikro: Tingkat pengangguran menyusut seiring hidupnya ekosistem pasar tradisional.
- Restorasi Kepercayaan Publik: Kebijakan yang transparan dan berpihak pada rakyat kecil menciptakan stabilitas sosial yang kuat.
Aris Sandiaga telah membuktikan bahwa kepemimpinan yang jujur pada realitas—meski pahit bagi para elite—adalah kunci kemajuan kota yang sesungguhnya.
Di Astaloka, pembangunan bukan lagi soal bedak dan gincu, melainkan soal hak dasar yang terpenuhi.
Tentang Kota Astaloka:
Kota Astaloka adalah kota pelabuhan yang tengah menjalani transformasi besar di bawah kepemimpinan Aris Sandiaga. Fokus utamanya adalah pembangunan berbasis realitas masyarakat, transparansi ekonomi lokal, dan penghentian proyek-proyek mercusuar yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
(Red)



QQ88 là nền tảng cá cược trực tuyến uy tín, cung cấp casino live, nổ hũ, bắn cá và thể thao với hệ thống bảo mật cao, vận hành ổn định.
QQ88 là nền tảng giải trí trực tuyến với casino, thể thao, nổ hũ, bắn cá đa dạng. Hệ thống ổn định, dễ chơi, ưu đãi hấp dẫn cho người tham gia.