
Oleh : A.Tarmizi
Ketua Umum Komunitas Peci Hitam
Jakarta, JURNAL TIPIKOR – Di tengah derasnya arus perubahan global yang tak terbendung, semangat nasionalisme kembali diuji. Bukan hanya oleh tekanan ekonomi dan ketimpangan sosial, tetapi juga oleh infiltrasi ideologi yang berpotensi menggerus jati diri bangsa. Dalam situasi seperti ini, kesadaran kolektif sebagai bagian dari harus bangkit—bukan sekadar sebagai wacana, tetapi sebagai gerakan nyata.
Bangsa ini tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari perjuangan panjang, darah, dan air mata para pendiri negeri. bukan sekadar batas geografis, tetapi simbol persatuan yang tidak bisa ditawar. Namun hari ini, realitas menunjukkan bahwa kesejahteraan belum merata. Ketimpangan ekonomi masih terasa, kemiskinan belum sepenuhnya terselesaikan, dan praktik korupsi masih menjadi ancaman serius bagi kepercayaan publik.
Dalam ruang-ruang ketidakpuasan itulah, paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan berusaha masuk—mencari celah, memecah belah, dan merongrong fondasi negara. Maka, nasionalisme tidak boleh lagi dipahami sebagai simbol atau seremoni. Nasionalisme adalah sikap hidup. Ia adalah keberanian untuk berdiri tegak menjaga kedaulatan bangsa.
Komunitas Peci Hitam, bersama berbagai elemen masyarakat, menyatakan sikap tegas: berdiri dalam satu barisan untuk memperkuat integritas, menjaga persatuan, dan menolak segala bentuk ideologi yang mengancam keutuhan bangsa. Ini bukan sekadar deklarasi—ini adalah panggilan moral untuk seluruh anak negeri.

Hal senada, Wakil Panglima Komunitas peci hitam, Muchtar mengatakan, Peran (TNI) sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan tetap tidak tergantikan. Namun, kekuatan sejati bangsa tidak hanya terletak pada senjata, melainkan pada kesadaran rakyatnya. Dukungan masyarakat terhadap TNI adalah benteng kokoh dalam menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.
Lebih jauh, pendidikan bela negara harus menjadi prioritas. Generasi muda tidak cukup hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga harus kuat secara karakter. Cinta tanah air, disiplin, dan tanggung jawab adalah fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa yang berdaulat.
Kami juga menyerukan kepada pemerintah untuk tidak abai. Kebijakan harus hadir secara nyata dan berpihak kepada rakyat: pemerataan ekonomi, akses pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang adil, serta penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu. Karena nasionalisme tidak akan tumbuh di atas ketimpangan—ia hanya akan hidup dalam keadilan.
Indonesia tidak boleh goyah. Indonesia tidak boleh kalah.
Demi keutuhan NKRI, harga mati!
Bersama Komunitas Peci Hitam, kita jaga Indonesia! 🇮🇩

