
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kian memanas, Poto : Istimewa
JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kian memanas setelah konflik bersenjata antara dan melawan memicu gelombang evakuasi besar-besaran warga negara asing dari kawasan tersebut.
Sejumlah negara Asia mulai bergerak cepat menarik warganya dari wilayah konflik guna menghindari eskalasi perang yang semakin tak terkendali. Kantor berita melaporkan, lebih dari 260 warga China telah berhasil dievakuasi dari Iran dengan menyeberang ke melalui operasi yang dikoordinasikan langsung oleh Kedutaan Besar China di Teheran.
Sementara itu, juga melakukan langkah darurat dengan memindahkan 65 warganya dari Qatar ke Arab Saudi, serta membantu 41 warga lainnya keluar dari Yordania melalui penerbangan komersial yang difasilitasi Kedutaan Besar di Amman. Evakuasi juga dilakukan terhadap warga Korsel yang berada di , , , dan dengan memindahkan mereka ke negara-negara tetangga yang lebih aman.
Menurut laporan , pemerintah Korea Selatan bahkan berencana menyewa pesawat berkapasitas 290 kursi milik untuk mengevakuasi warga yang terjebak di melalui Abu Dhabi pada Minggu.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan memperkirakan sekitar 3.000 warganya masih terjebak di UEA akibat gangguan penerbangan yang dipicu oleh situasi keamanan yang memburuk.
Di sisi lain, pemerintah juga mengeluarkan imbauan darurat kepada seluruh warganya di Timur Tengah untuk segera meninggalkan kawasan konflik menggunakan penerbangan komersial yang masih tersedia.
Ketegangan regional meningkat drastis sejak serangan gabungan dan terhadap pada Sabtu pekan lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran , lebih dari 150 siswi, serta sejumlah pejabat militer senior.
Baca juga Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Muhibah Ramadhan Masjid Besar Assalam Karang Tengah Cibadak
Teheran tidak tinggal diam. Pemerintah Iran membalas dengan serangan besar-besaran yang menargetkan pangkalan militer, fasilitas diplomatik, serta personel militer Amerika di berbagai wilayah Timur Tengah, termasuk serangan ke sejumlah kota di Israel.
Situasi ini memicu kekhawatiran global akan potensi perang regional berskala besar yang dapat mengguncang stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi dunia.
Sumber : Anadolu
Editor : Azi




