
TEHERAN/WASHINGTON, JURNAL TIPIKOR – Ketegangan militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali memicu kekhawatiran global akan pecahnya Perang Dunia III. Namun, sejumlah pengamat politik internasional menilai skenario tersebut jauh dari kepastian dan lebih banyak dipicu oleh ketakutan publik serta perang narasi media.
Pengamat politik internasional asal Amerika Serikat, , menilai konflik yang terjadi saat ini masih berada dalam kerangka perang regional terbatas, bukan perang global.
“Konflik ini memang berbahaya dan berpotensi meluas di kawasan Timur Tengah, tetapi peluangnya berkembang menjadi Perang Dunia III sangat kecil karena negara-negara besar masih berupaya menghindari konfrontasi langsung,” ujar Walt dalam analisisnya tentang dinamika kekuatan global.
Menurutnya, negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China memiliki kepentingan strategis untuk mencegah perang dunia terbuka karena dampaknya akan menghancurkan stabilitas ekonomi dan politik global. Oleh sebab itu, eskalasi konflik cenderung dikendalikan melalui jalur diplomasi, tekanan politik, dan operasi militer terbatas.
Meski demikian, Walt mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan tetap berisiko memicu perang regional yang lebih luas jika tidak dikelola secara hati-hati. Ia menekankan pentingnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara besar untuk menahan diri serta mendorong dialog politik.
Sementara itu, kekhawatiran publik terhadap Perang Dunia III dinilai lebih dipicu oleh intensitas pemberitaan dan media sosial, yang sering menyederhanakan konflik kompleks menjadi ancaman global instan.
“Perang dunia bukan terjadi hanya karena satu konflik, tetapi karena runtuhnya seluruh mekanisme pengendalian krisis antarnegara besar. Saat ini, mekanisme itu masih bekerja,” pungkas Walt.
(Red)





QQ88 media LÀ Trang chủ CÁ CƯỢC UY TÍN CỦA NHÀ CÁI QQ88. mang đến casino, bắn cá, nổ hũ, đá gà…