
RIYADH, JURNAL TIPIKOR – Stabilitas kawasan Timur Tengah berada di titik nadir setelah (IRGC) Iran meluncurkan operasi militer berskala besar bertajuk “Truthful Promise 4” pada 28 Februari 2026.
Serangan yang melibatkan kawanan drone dan rudal balistik ini menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk, memicu kepanikan luas di jantung kawasan eksportir minyak dunia.
Poin-Poin Krusial Situasi Terkini:
- Target Serangan: Instalasi militer AS di , (Markas Armada ke-5), , , dan dilaporkan menjadi sasaran utama.
- Ledakan di Ibu Kota: Suara dentuman keras terdengar hingga pusat kota , menandakan penetrasi serangan melampaui perimeter pertahanan perbatasan.
- Lumpuhnya Transportasi Udara: Maskapai nasional Saudi membatalkan sejumlah rute internasional, sementara Qatar Airways menghentikan operasional sementara demi keselamatan kru dan penumpang.
- Pemicu Utama: Eskalasi disebut sebagai balasan langsung atas serangan udara besar-besaran Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada Sabtu pagi, yang dikabarkan menyasar kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, .
- Sikap Kerajaan: Pemerintah Arab Saudi mengutuk serangan ini sebagai “agresi keji” dan menegaskan kesiapan militer penuh untuk melindungi kedaulatan wilayahnya.
Baca juga Potensi Desa Sukadamai Sukabumi : Menjelajahi Keindahan Alam dan Budaya yang Memikat
Analisis Singkat
Dunia kini menanti langkah balasan dari blok Barat. Dengan pangkalan-pangkalan strategis yang terkena dampak langsung, ruang de-eskalasi dinilai semakin sempit. Ketegangan yang semula bersifat proksi kini berpotensi berubah menjadi konflik regional terbuka, dengan risiko gangguan serius terhadap pasokan energi global dan stabilitas politik Timur Tengah.
Disclaimer:
Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi. Tidak mengandung ujaran kebencian, hasutan, maupun ajakan kekerasan yang melanggar hukum.(*)




