
Manajer PERSIB, H. Umuh Muchtar, Poto : Istimewa
BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Manajer PERSIB, H. Umuh Muchtar, mengirimkan sinyal perang jelang laga krusial leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2).
Menghadapi wakil Thailand, Ratchaburi FC, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu, 18 Februari 2026, Umuh menginstruksikan seluruh pemain untuk tampil “kesetanan” demi membalikkan keadaan.
Meski membawa beban berat akibat kekalahan 0-3 pada leg pertama, pria yang akrab disapa Pak Haji ini menolak untuk mengibarkan bendera putih. Menurutnya, skor di Thailand sama sekali tidak mencerminkan jalannya pertandingan yang sebenarnya seimbang.
“Kalau dipikir pasti berat, tapi Insha Allah kami akan berusaha. Tidak menutup kemungkinan nanti di Bandung kami bisa mendapat gol lebih dari tiga,” ujar Umuh dengan nada optimis.
Baca juga AHMAD TARMIZI: REFORMIS BERDARAH PRAJURIT YANG TOLAK KOMPROMI DENGAN KORUPSI
Misi Mustahil? Tidak bagi Pangeran Biru
Umuh menilai faktor keberuntungan saja yang belum memihak Pangeran Biru di laga sebelumnya. Untuk laga penentuan esok, ia menuntut konsentrasi penuh dan permainan tanpa kompromi.
Margin empat gol memang terlihat lebar, namun atmosfer angker GBLA diyakini akan menjadi pemain ke-12 yang mampu melumpuhkan mental lawan.
Poin Utama Instruksi Manajer:
- Wajib Menang Telak: Target kemenangan minimal di atas 3-0 untuk mengamankan tiket perempat final.
- Disiplin Tinggi: Larangan keras untuk tampil lengah; hasil imbang apalagi kalah bukanlah opsi.
- Tekanan Mental: Memanfaatkan faktor kelelahan pemain Ratchaburi FC akibat perjalanan jauh dan jadwal padat.
Seruan untuk Bobotoh
Umuh menekankan bahwa dukungan masif dari Bobotoh adalah kunci utama. Ia berharap tribun GBLA membiru dan bergemuruh, menciptakan tekanan psikologis yang tak tertahankan bagi tim tamu sejak peluit pertama dibunyikan.
“Harapannya di kandang harus lebih semangat, lebih tinggi. Kita harus lebih hati-hati, jangan sampai kalah atau draw. Harus menang di atas 3-0,” tegasnya menutup pembicaraan.
Pertempuran ini bukan sekadar mengejar skor, melainkan pembuktian bahwa Persib Bandung layak berbicara banyak di panggung sepak bola Asia.
(Her)




