
JAKARTA, JURNAL TIPIOR – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi angkat bicara menyusul temuan mengejutkan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait perputaran dana gelap hasil tambang emas ilegal yang nyaris menembus angka Rp1.000 triliun.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa pihaknya telah bergerak cepat dengan melakukan koordinasi langsung bersama PPATK.
Langkah ini diambil guna membedah jaringan transaksi berlapis yang selama ini menyembunyikan kekayaan negara dari sektor pertambangan emas tanpa izin (PETI).
Baca juga KPK Bidik Komunikasi Ridwan Kamil: Telusuri Jejak Kurs Miliaran Rupiah di Skandal Iklan BJB
Mengejar Jejak Transaksi Berlapis
Dalam keterangannya di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (30/1), Yuliot mengungkapkan bahwa dirinya telah menemui Deputi Analisa dan Pengawasan PPATK.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan setiap rupiah yang menjadi hak negara tidak hilang begitu saja akibat aktivitas ilegal.
“Kami sedang konfirmasi dengan PPATK. Transaksi keuangan ini sangat detail, melibatkan beberapa layer (lapisan) dan berbagai pihak. Kami harus memastikan mana yang menjadi hak negara, dan itu harus kembali ke negara,” tegas Yuliot.
Darurat Kejahatan Hijau (Green Financial Crime)
Baca juga Haramkan KKN, PN Mandailing Natal Turun ke Jalan Deklarasikan Perang Terhadap Gratifikasi!
Data PPATK sebelumnya menunjukkan angka yang menggetarkan: total perputaran dana terkait emas ilegal mencapai Rp992 triliun sepanjang periode 2023-2025.
Angka ini mencakup:
- Rp185,03 triliun dari aktivitas PETI di berbagai wilayah (Papua, Kalimantan, Sulawesi, hingga Sumatera).
- Rp517,47 triliun terkait aliran emas ilegal ke pasar luar negeri yang diklasifikasikan sebagai Green Financial Crime (GFC).
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menyebutkan bahwa praktik ini bukan sekadar pencurian sumber daya, melainkan kejahatan lingkungan lintas negara yang sistematis.
Komitmen Penertiban
Pemerintah menyadari bahwa pola distribusi emas ilegal ini sangat rapi, menggunakan pihak ketiga untuk mengaburkan asal-usul emas dari tambang rakyat maupun area konservasi.
Kementerian ESDM berkomitmen untuk memperketat pengawasan dan sinkronisasi data transaksi keuangan guna memutus rantai distribusi ilegal ini.(*)



QQ88 LÀ NHÀ CÁI CƯỢC UY TÍN SỐ 1 VN