
KUNINGAN, JURNAL TIPIKOR-Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan kembali menerima perhatian dan pendampingan serius yang ke dua kalinya dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DISKATAN) Kabupaten Kuningan bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ciwaru UPTD Pertanian Ciwaru dalam upaya pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) padi.
Kegiatan ini merupakan pelaksanaan pengendalian hama padi untuk kedua kalinya, sebagai bentuk kesinambungan program perlindungan tanaman dan ketahanan pangan daerah. Rabu (21/1/2026)
Kegiatan pengendalian hama tersebut dilaksanakan langsung di areal persawahan Desa Sagaranten dengan melibatkan berbagai unsur teknis dan penyuluh pertanian.
Hadir dalam kegiatan ini Kepala UPTD Brigade Proteksi Tanaman DISKATAN Kabupaten Kuningan, Yudi Frayudi, S.P., M.P., serta Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Ciwaru Desa Sagaranten, Taupik Imanudin.
Dalam keterangannya, Yudi Frayudi, S.P., M.P. menjelaskan bahwa pelaksanaan pengendalian hama padi tahap kedua ini merupakan langkah strategis untuk memastikan serangan OPT dapat ditekan secara optimal dan tidak menurunkan produktivitas hasil panen petani.
Menurutnya, pengendalian berkelanjutan sangat penting agar siklus hama dapat diputus sejak dini dan tidak berkembang lebih luas pada fase pertumbuhan tanaman padi yang rentan.
Sementara itu, Taupik Imanudin selaku POPT Kecamatan Ciwaru menegaskan bahwa kegiatan ini dilakukan berdasarkan hasil pengamatan lapangan serta laporan dari petani dan pemerintah desa. Pendekatan yang digunakan mengedepankan prinsip pengendalian hama terpadu (PHT), sehingga upaya yang dilakukan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan pertanian.
Pada kesempatan yang sama, Deni Sudrajat selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sagaranten bersama Rosandi turut memberikan penjelasan teknis kepada petani terkait metode pengendalian hama padi yang tepat. Penjelasan tersebut mencakup jenis hama yang menyerang, pola serangan, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang dapat dilakukan secara mandiri oleh petani di tingkat lapangan. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kapasitas petani dalam menjaga tanaman padi dari serangan OPT di masa mendatang.
Samsi Nugraha, selaku Kaur Perencanaan Desa Sagaranten, menyampaikan bahwa kehadiran DISKATAN Kabupaten Kuningan dan BPP Ciwaru selama ini selalu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa, khususnya para petani.
Ia menilai bahwa sinergi antara pemerintah daerah, tenaga teknis pertanian, dan pemerintah desa merupakan bentuk kolaborasi yang sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani Desa Sagaranten.
Baca juga Dari Kampus untuk Kampung Halaman, FORMABA Peduli Sampaikan Aspirasi Warga Batahan
Lebih lanjut, Kepala Desa Sagaranten menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DISKATAN Kabupaten Kuningan, BPP Ciwaru UPTD Pertanian Ciwaru, serta seluruh petugas dan penyuluh pertanian yang telah turun langsung ke lapangan.
Ia berharap kegiatan pengendalian hama padi ini dapat memberikan dampak positif terhadap hasil panen petani dan menjadi upaya berkelanjutan dalam mendukung sektor pertanian desa.
Melalui kegiatan pengendalian hama padi tahap kedua ini, Pemerintah Desa Sagaranten berharap kolaborasi dan pendampingan dari instansi terkait dapat terus terjalin secara konsisten, sehingga pertanian desa tetap produktif, berdaya saing, dan mampu mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan secara berkelanjutan.
(Deden)




