
JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Wakil Menteri Hukum, Edward Omar Sharif Hiariej (Eddy Hiariej), mendesak Komisi III DPR RI untuk segera memulai pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati. Hal ini ditegaskan Eddy dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Eddy menekankan bahwa pembahasan RUU ini sangat mendesak sebagai mandat langsung dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional yang telah resmi berlaku sejak 2 Januari 2026.
“Ini sebenarnya sangat simpel. Mungkin dalam tahun ini bisa kita selesaikan,” ujar Eddy optimis saat memantau jalannya rapat secara daring.
Baca juga Gebrakan Lahan Meikarta: KPK Beri ‘Lampu Hijau’, Menteri Ara Siap Sulap Jadi Hunian Subsidi!
Transisi Hukum dan Perlindungan HAM
RUU ini diproyeksikan sebagai pengganti Penetapan Presiden Nomor 2 Tahun 1964. Meski sifatnya memindahkan tata cara lama, Eddy menggarisbawahi adanya pembaruan substansial yang mengedepankan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) sesuai Pancasila dan UUD 1945.
Beberapa poin krusial dalam RUU tersebut meliputi:
- Hak Terpidana: Fasilitas hunian layak, bebas dari pengekangan berlebihan, serta hak menentukan lokasi penguburan.
- Masa Tunggu: Pelaksanaan eksekusi dilakukan jika terpidana tidak menunjukkan perubahan perilaku selama masa percobaan atau grasi ditolak.
- Modernisasi Metode: Munculnya usulan metode eksekusi alternatif selain tembak mati, seperti injeksi mematikan atau kursi listrik, demi mencari cara yang mendatangkan kematian paling cepat secara ilmiah.
Baca juga Dobrak Krisis Tenaga Medis: Presiden Prabowo Targetkan 10 Kampus Standar Dunia Beroperasi di 2028
Respon Cepat DPR RI
Menanggapi urgensi tersebut, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyatakan kesiapan lembaga legislatif untuk segera memproses payung hukum tersebut.
“Ya, kita siap saja ya. Siap,” tegas Habiburokhman singkat menanggapi permintaan pemerintah.
Selain RUU Pelaksanaan Pidana Mati, Wamenkum juga menitipkan dua agenda besar lainnya untuk segera dibahas, yakni:
- RUU tentang Grasi, Amnesti, Abolisi, dan Rehabilitasi.
- RUU tentang Narkotika dan Psikotropika.
Pemerintah berharap sinergi dengan Komisi III dapat mempercepat kepastian hukum di Indonesia, terutama terkait aturan teknis pelaksanaan pidana yang lebih manusiawi dan sesuai dengan standar hukum nasional yang baru.
(Red)


Vừa test thử link bên Lương Sơn TV : https://welshpooltowncouncil.com/, ngon choét nhé. Anh em dùng iPhone vào Safari mở xem mượt, không cần cài app lằng nhằng
Tandem paragliding Pamukkale We enjoyed stress free travel. https://campsite.bio/travelshopbooking
QQ88 cung cấp nền tảng truy cập cá cược online hiệu quả, tối ưu tốc độ, minh bạch và mang lại sự thuận tiện trong từng lần đăng nhập.
i enjoy reading this great article, i have shared it many times on my website and started following you, Do you post more often ?? i am the owner of https://webdesignagenturbayreuth.de/ a webdesign agency in bayreuth Germany, webdesign agentur bayreuth, you can link up if you are interested. Thank you
Pamukkale hot springs swimming Highly satisfied with the overall experience. https://bio.site/travelshopbooking
QQ88 là cổng truy cập chính thức giúp người dùng tiếp cận hệ sinh thái giải trí trực tuyến ổn định, giao diện mượt và trải nghiệm an toàn.
Hierapolis theater tour Great attention to detail from the whole team. https://official.link/travelshopbooking
Pamukkale cultural tours TravelShopBooking offered great flexibility. https://biolink.website/travelshop