
BOGOR, JURNAL TIPIKOR – Aktivitas pertambangan emas ilegal di kawasan Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kembali memakan korban. Lima orang penambang kini dalam kondisi kritis dan harus dilarikan ke klinik setelah terpapar gas beracun di dalam lubang tambang sedalam ratusan meter pada Rabu (14/1/2024).
Insiden tragis ini menambah daftar panjang potret kelam pertambangan liar yang mengabaikan standar keselamatan demi mengejar butiran emas.
Kronologi: Terjebak Asap Genset di Perut Bumi
Berdasarkan investigasi di lapangan, petaka bermula saat para penambang menggunakan mesin generator (genset) di dalam lubang untuk keperluan penerangan dan operasional alat bor.
Baca juga GURITA KORUPSI BEKASI: KPK Endus Aliran Uang Panas ke Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono!
Gas Karbon Monoksida (CO) yang dihasilkan dari sisa pembakaran mesin tersebut terjebak di dalam lubang yang memiliki kedalaman hingga 700 meter.
Minimnya sirkulasi udara (ventilasi) di kedalaman tersebut menyebabkan gas beracun terkonsentrasi dengan cepat, meracuni para pekerja yang sedang beraktivitas.
Evakuasi Dramatis dan Kondisi Korban
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap oleh sesama rekan penambang dan warga sekitar di tengah medan yang ekstrem. Kelima korban segera dilarikan ke klinik di Desa Kalongliut, Kecamatan Nanggung, setelah mengalami gejala sesak napas berat dan pusing hebat.
“Pasien datang dengan keluhan sesak napas akut dan pusing-pusing. Saat ini mereka masih dalam perawatan intensif untuk pemulihan kadar oksigen dalam darah,” ujar dr. Aditya, tim medis klinik setempat yang menangani para korban.
Baca juga Pusaran Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Seret Ketua PDI-P Jabar Ono Surono ke Gedung Merah Putih!
Tanggapan Pihak Terkait
Menanggapi simpang siur kabar di media sosial, pihak PT Antam selaku pemegang konsesi resmi di wilayah Gunung Pongkor memberikan klarifikasi tegas. Pihak manajemen membantah adanya ledakan di area operasional mereka.
- Fakta: Insiden terjadi di lokasi tambang ilegal milik warga.
- Lokasi: Berada di luar area operasional resmi PT Antam.
- Penyebab: Keracunan gas buang mesin, bukan akibat ledakan teknis perusahaan.
Proses Pendataan Masih Berlangsung
Hingga berita ini diturunkan, petugas berwenang masih melakukan pendataan dan memantau lokasi kejadian. Proses evakuasi dan penyisiran masih terkendala oleh sisa gas beracun yang diduga masih mengendap di dalam lubang tambang yang sempit dan dalam tersebut.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi para pemangku kebijakan mengenai masifnya aktivitas tambang ilegal yang terus mengancam nyawa warga di wilayah Kabupaten Bogor.(***)




