
JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Nilai tukar Rupiah diprediksi akan terus menghadapi tekanan signifikan hingga awal tahun 2026. Dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat dan eskalasi ketidakpastian global menjadi faktor utama yang memicu penguatan dolar AS terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.
Faktor Kebijakan The Fed dan Daya Tarik Dolar
Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), diproyeksikan akan mempertahankan suku bunga acuan pada level tinggi (higher for longer) dalam jangka waktu yang lebih lama. Kebijakan ini diambil guna menekan inflasi di AS yang masih berada di atas target 2 persen, didorong oleh kuatnya pasar tenaga kerja dan tingkat konsumsi rumah tangga di negara tersebut.
Kondisi ini menyebabkan investor cenderung mengalihkan portofolio mereka ke aset berdenominasi dolar AS yang menawarkan imbal hasil lebih menarik, sehingga memicu aliran modal keluar dari pasar negara berkembang.
Dampak Geopolitik dan Harga Komoditas
Selain faktor moneter, tekanan terhadap Rupiah diperparah oleh:
- Ketegangan Geopolitik: Konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah menciptakan sentimen menghindari risiko (risk-off) di pasar global.
- Kenaikan Harga Komoditas: Lonjakan harga minyak dunia akibat gangguan rantai pasok menambah beban neraca perdagangan dan memperburuk ketidakpastian ekonomi global.
Respons Bank Indonesia dan Kondisi Domestik
Menyikapi fluktuasi ini, Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk terus berada di pasar guna menjaga stabilitas. BI secara konsisten melakukan intervensi di pasar valuta asing serta pasar Surat Berharga Negara (SBN). Penggunaan berbagai instrumen moneter terus dioptimalkan untuk mengelola ekspektasi inflasi dan memastikan nilai tukar tetap bergerak sesuai dengan fundamental ekonomi.
Di sisi lain, ekonomi domestik Indonesia menunjukkan resiliensi yang cukup baik. Inflasi domestik tercatat menunjukkan tren penurunan dan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. Meski demikian, Pemerintah dan otoritas moneter menjadikan penjagaan daya beli masyarakat sebagai prioritas utama di tengah tantangan nilai tukar yang fluktuatif.
Tentang Analisis Proyeksi Ekonomi:
Laporan ini disusun berdasarkan tinjauan terhadap indikator ekonomi makro global dan domestik untuk memberikan gambaran mengenai arah kebijakan moneter dan stabilitas keuangan nasional menjelang tahun 2026.(*)





QQ88 Media cập nhật tên miền mới, cá cược casino tặng 88k , bắn cá tặng 100k, nổ hũ tặng 50k, đá gà tặng 1 tỷ.
Perfect after a long week of work. Reset my mind and body. The best possible Friday ending.
B52fun is a good time! Got some unique games I haven’t seen anywhere else. Worth a look if you’re bored of the usual stuff. b52fun