Seputar Bandung Raya

BRIN Pantau Aktivitas Sesar Lembang: Fenomena Kenaikan Gunung Batu dan Urgensi Mitigasi Bandung Raya

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan perhatian serius terhadap aktivitas geologi Sesar Lembang yang membentang sepanjang 29 kilometer dari Padalarang hingga Cimenyan.

Sebagai bagian dari sistem geologi aktif, Sesar Lembang terus menunjukkan dinamika yang nyata, termasuk fenomena peningkatan ketinggian pada struktur morfologinya.

Salah satu titik pantau utama adalah Gunung Batu di Lembang, yang terletak tepat di kilometer 17 jalur sesar. Menanggapi kabar mengenai bertambah tingginya gunung tersebut, Periset bidang Geologi Gempa Bumi BRIN, Mudrik R. Daryono, mengonfirmasi bahwa pergeseran atau kenaikan permukaan tanah merupakan konsekuensi alami dari aktivitas sesar aktif.

“Gunung Batu bisa naik hingga 40 cm dalam satu kali kejadian gempa. Pergeseran atau kenaikan ini secara langsung menghasilkan energi gempa bumi,” jelas Mudrik dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga KPK Perkuat Koordinasi dengan Kejagung Pasca-Pencopotan Kajari Bekasi Terkait Kasus Suap Proyek

Analisis Gempa Kecil dan Ketidakpastian Seismik
Terkait rentetan gempa kecil yang terjadi di wilayah Bandung, khususnya di segmen Cimeta dan Sesar Kertasari, BRIN mencatat ada dua kemungkinan skenario ilmiah:

    • Pelepasan Energi Skala Kecil: Gempa hanya berupa pelepasan energi rutin yang akan berhenti dengan sendirinya.
    • Prekursor Gempa Besar: Gempa kecil merupakan bagian dari rangkaian proses menuju pelepasan energi yang lebih besar.

Hingga saat ini, ilmu kebumian belum mampu memprediksi secara pasti skenario mana yang akan terjadi. Oleh karena itu, BRIN menekankan bahwa kewaspadaan dan persiapan langkah mitigasi sejak dini adalah tindakan yang paling bijak.

Dampak Regional dan Peringatan Pemerintah Provinsi

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, turut memberikan peringatan keras kepada warga di kawasan Bandung Raya. Mengutip data saintifik, Sesar Lembang tercatat bergeser rata-rata 4 milimeter setiap tahunnya.

Jika terjadi pelepasan energi besar, potensi gempa diperkirakan dapat mencapai Magnitudo 6,0 hingga 7,0.

Setidaknya terdapat tujuh wilayah kabupaten/kota di Jawa Barat yang berada dalam zona dampak utama:

  1. Kabupaten Bandung & Kabupaten Bandung Barat
  2. Kota Bandung & Kota Cimahi
  3. Kabupaten Sumedang
  4. Kabupaten Purwakarta
  5. Kabupaten Subang

Baca juga Raport Merah-Putih Setahun Farhan: Prestasi Internasional yang Tercoreng Skandal Korupsi internal

Langkah Strategis: Kewaspadaan Sehat

BRIN bersama BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah terus bersinergi melakukan riset berkelanjutan, pemetaan risiko, serta edukasi publik. Upaya ini dilakukan bukan untuk menciptakan kecemasan, melainkan untuk membangun “Kewaspadaan Sehat” di tengah masyarakat.

“Tujuannya adalah mendorong kesiapsiagaan yang baik sehingga Provinsi Jawa Barat, khususnya wilayah terdampak Sesar Lembang, menjadi wilayah yang lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa depan,” tutup Mudrik.

Sumber:
Biro Komunikasi Publik
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

0 komentar pada “BRIN Pantau Aktivitas Sesar Lembang: Fenomena Kenaikan Gunung Batu dan Urgensi Mitigasi Bandung Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *