
KPAD bersama Dinas Sosial (Dinsos), DP3A, dan Satpol PP Kota Bandung menggelar Operasi Gabungan (OPSGAB) Yustisia di sejumlah titik rawan pusat kota, Sabtu (14/2/2026) Poto : Dok.Jurnal Tipikor
BANDUNG, JURNAL TIPIKOR – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bandung mengambil langkah tegas dalam menjaga keamanan dan hak anak di wilayahnya.
Pada Sabtu dini hari (14/02/2026), KPAD bersama Dinas Sosial (Dinsos), DP3A, dan Satpol PP Kota Bandung menggelar Operasi Gabungan (OPSGAB) Yustisia di sejumlah titik rawan pusat kota.
Operasi ini menyisir area strategis mulai dari Perempatan Lima, Asia Afrika, Masjid Agung, Kepatihan, Kebon Kalapa, Pendopo, Otista, hingga Kautamaan Istri. Langkah ini merupakan bentuk pengawasan nyata terhadap kerentanan anak pada jam-jam rawan malam hari.
Baca juga Tak Berizin, Satpol PP Kota Bandung ‘Ratakan’ Bangunan Ilegal di Pandanwangi!
Temuan Operasi: 30 Pelajar Luar Kota Terjaring
Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan sekelompok remaja yang masih berkeliaran di luar rumah saat dini hari.

Hasil identifikasi menunjukkan:
- Sekitar 30 remaja berstatus pelajar setingkat SMP ditemukan di lokasi.
- Seluruh remaja tersebut diketahui berasal dari luar Kota Bandung.
- Petugas juga menemukan anak-anak di bawah umur yang dibawa orang tuanya bekerja hingga larut malam.
Sebagai tindakan preventif, para remaja luar kota tersebut didata dan langsung dipulangkan ke daerah asal menggunakan armada truk Satpol PP.
Sementara itu, para orang tua yang membawa anak saat bekerja diberikan peringatan keras dan edukasi agar memastikan anak-anak mereka tetap mendapatkan hak pendidikan serta tidak berada di lingkungan kerja yang berisiko.
Baca juga Gurita Bisnis di Balik Meja Pajak: KPK Bidik Modus Rangkap Jabatan 12 Perusahaan Tersangka Mulyono
Komitmen Lintas Sektor
Wakil Ketua KPAD Kota Bandung, M. Arif Djajanagara, S.H., M.Kn., yang turun langsung ke lapangan, menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar penertiban administratif.
“Langkah penertiban dilakukan semata-mata sebagai bentuk pencegahan risiko dan perlindungan terhadap anak, mengingat kerentanan mereka pada jam rawan malam hari sangat tinggi,” ujar Arif.
Di sisi lain, Ketua KPAD Kota Bandung, Ita Dianawati, S.Pd, menyatakan bahwa kolaborasi ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinsos yang dipimpin dr. H. Yorisa Sativa, M.Kes dan DP3A di bawah arahan Dra. Uum Sumiati, M.Si.
“Kami berkomitmen terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemenuhan hak anak melalui kolaborasi lintas OPD, aparat penegak hukum, dan masyarakat sipil.
Ini adalah langkah nyata mewujudkan Kota Bandung sebagai Kota Layak Anak dan Ramah Anak, yang menjadi program prioritas Bapak Wali Kota Bandung, H. Muhammad Farhan, S.E.,” tegas Ita.
(Her)





QQ88 không chạy theo xu hướng đại trà mà tập trung vào hiệu quả vận hành, giao diện mượt và cảm giác thoải mái trong từng lần đăng nhập.