
JAKARTA, JURNAL TIPIKOR- – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dalam penanganan perkara dugaan suap proyek di Kabupaten Bekasi. Langkah ini tetap berjalan konsisten meskipun telah dilakukan pencopotan jabatan terhadap Eddy Sumarman sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa sinergi antara kedua lembaga penegak hukum tersebut tetap solid, terutama dalam mengusut keterlibatan oknum-oknum jaksa dalam perkara yang sedang ditangani.
“Untuk perkara yang ditangani oleh KPK saat ini, khususnya yang menjerat para oknum jaksa, koordinasi terus dilakukan. Kejagung pun mendukung penuh proses hukum di KPK,” ujar Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (28/12).
Baca juga Tanggapi Penghentian Kasus Aswad Sulaiman, Mantan Pimpinan KPK Tegaskan Bukti Awal Sudah Mencukupi
Tanggapan Terkait Pencopotan Kajari Bekasi
Terkait pencopotan Eddy Sumarman oleh Jaksa Agung pada 24 Desember 2025 lalu, KPK memandang hal tersebut sebagai kebijakan internal korps Adhyaksa. KPK menghormati mekanisme manajemen sumber daya manusia yang dilakukan oleh Kejagung.
“Rotasi dan mutasi adalah bagian dari manajemen SDM yang merupakan ranah internal Kejaksaan Agung,” tambah Budi.
Fokus Penyidikan Saat Ini
Mengenai kemungkinan pemeriksaan terhadap Eddy Sumarman di masa mendatang, Budi menjelaskan bahwa saat ini tim penyidik masih fokus pada penyidikan pokok perkara yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang (ADK).
“Untuk penyidikan perkara Bekasi, saat ini masih fokus untuk perkara suap ijon proyeknya. Namun, kami mengajak semua pihak untuk menunggu perkembangan lebih lanjut dari penyidikan kasus ini,” tegasnya.
Baca juga Taklukkan PSM Makassar 1-0, Persib Bandung Rebut Takhta Klasemen BRI Super League
Kronologi Perkara
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 18 Desember 2025 di Kabupaten Bekasi. Berikut adalah perkembangan penting dalam kasus tersebut:
- 18 Desember 2025: KPK melakukan OTT dan mengamankan sepuluh orang.
- 19 Desember 2025: Sebanyak tujuh orang diperiksa intensif di Gedung Merah Putih KPK, termasuk Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang. Dalam operasi tersebut, KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah dan melakukan penyegelan terhadap dua rumah milik Eddy Sumarman.
- 20 Desember 2025: KPK resmi menetapkan tiga tersangka utama:
* Ade Kuswara Kunang (ADK) – Bupati Bekasi (Penerima Suap).
* HM Kunang (HMK) – Kepala Desa Sukadami/Ayah Bupati (Penerima Suap).
* Sarjan (SRJ) – Pihak Swasta (Pemberi Suap).
KPK memastikan bahwa setiap perkembangan dalam proses penyidikan akan disampaikan secara transparan kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Sumber :
Biro Hubungan Masyarakat
Komisi Pemberantasan Korupsi
Jl. Kuningan Persada Kav. 4, Jakarta Selatan



Trying my luck with 77vip tonight. Wish me luck!. Check it out 77vip.
Yo, Fun88app looks interesting! Been hearing some talk about it. Anyone used it before? Seems like a good place to visit if you are looking for such entertainments: fun88app.
**mitolyn**
Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.