Internasional

Kiamat Nuklir Menghantui Dunia: Indonesia Kecam Berakhirnya Perjanjian New START, Desak AS-Rusia Hentikan Kegilaan Perlombaan Senjata

JAKARTA, JURNAL TIPIKOR – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), menyatakan keprihatinan mendalam atas runtuhnya tatanan keamanan global pasca berakhirnya Perjanjian Pengurangan dan Pembatasan Senjata Serangan Strategis (New START) antara Amerika Serikat dan Rusia pada Kamis (5/2).

Berakhirnya pakta ini menandai sejarah kelam di mana untuk pertama kalinya sejak awal 1970-an, dua kekuatan nuklir terbesar dunia beroperasi tanpa batasan hukum, yang memicu risiko eskalasi militer tanpa kendali.

Ancaman Kemanusiaan yang Katastropik

Dalam pernyataan resminya melalui media sosial X, Kemlu RI menegaskan bahwa kekosongan hukum ini bukan sekadar urusan bilateral, melainkan ancaman eksistensial bagi umat manusia.

“Indonesia mendesak AS dan Rusia untuk segera melanjutkan perundingan mengenai pembaruan pembatasan senjata ofensif strategis. Risiko penggunaan senjata nuklir kini nyata dan dapat menimbulkan dampak kemanusiaan yang katastropik,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Baca juga BURONAN KELAS KAKAP IMPORTASI KW MENYERAH: Bos Blueray Cargo John Field Akhirnya Bertekuk Lutut di KPK!

Indonesia menggarisbawahi poin-poin krusial berikut:

  • Ketidakpastian Global: Hilangnya New START meningkatkan risiko “salah perhitungan” (miscalculation) yang dapat memicu perang nuklir yang tidak disengaja.
  • Perlombaan Senjata Baru: Dunia kini terancam kembali ke era Perang Dingin di mana negara-negara berlomba menimbun hulu ledak nuklir.
  • Kewajiban Moral & Hukum: Indonesia mendesak seluruh pemilik senjata nuklir untuk mematuhi Pasal VI Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) demi penghapusan total senjata pemusnah massal dari muka bumi.

Peta Kekuatan Nuklir Dunia (Januari 2025)

Situasi menjadi semakin genting mengingat jumlah hulu ledak yang ada saat ini sudah cukup untuk menghancurkan peradaban berkali-kali:

Negara

Jumlah Hulu Ledak

Rusia

4.309

Amerika Serikat

3.700

China

~600

Prancis

290

Inggris

225

Diplomasi di Tengah Jalan Buntu
Meskipun Presiden AS Donald Trump telah menyatakan keinginan untuk merundingkan “perjanjian yang lebih baik” dengan melibatkan China, Indonesia tetap mendorong agar jalur komunikasi esensial tetap dibuka.

Indonesia memandang bahwa negosiasi tidak boleh disandera oleh kepentingan geopolitik sektoral sementara keselamatan dunia menjadi taruhannya.

Indonesia akan terus menggalang dukungan internasional untuk memastikan kemajuan nyata dalam pelucutan senjata nuklir, demi menjaga kelangsungan hidup generasi mendatang.(*)

 

0 komentar pada “Kiamat Nuklir Menghantui Dunia: Indonesia Kecam Berakhirnya Perjanjian New START, Desak AS-Rusia Hentikan Kegilaan Perlombaan Senjata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *