Berita Terkini

Kemerdekaan, sebuah kata yang begitu sakral bagi bangsa Indonesia.

Oleh :

Ketua Dewan Pimpinan Cabang
Badan Pemantau Kebijakan Publik
(BPKP)
Kota Bandung

HERI IRAWAN

Bandung, JURNAL TIPIKOR – Delapan puluh tahun lalu, para pendahulu kita berjuang mati-matian untuk memproklamasikan kemerdekaan dari penjajahan fisik. Namun, apakah setelah kemerdekaan diraih, perjuangan kita telah usai? Jawabannya jelas, tidak.

Kemerdekaan yang sesungguhnya bukan sekadar terbebas dari penjajahan bangsa lain, bukan sekadar kibaran bendera merah putih atau lagu kebangsaan yang menggema. Kemerdekaan yang sejati adalah ketika rakyat Indonesia terbebas dari segala bentuk penjajahan yang baru.

Penjajahan modern ini tak kasat mata, lebih halus, namun dampaknya tak kalah merusak. Salah satu bentuknya adalah penjajahan ekonomi. Ketika mayoritas rakyat masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar, ketika jurang antara si kaya dan si miskin semakin lebar, ketika utang negara terus membengkak, kita sesungguhnya belum sepenuhnya merdeka.

Kemerdekaan ekonomi berarti setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk sejahtera, memiliki akses terhadap pendidikan dan kesehatan yang layak, serta tidak lagi terbelenggu oleh kemiskinan.

Bentuk penjajahan lainnya adalah penindasan oleh para pejabat yang berkuasa. Korupsi yang merajalela, penyalahgunaan wewenang, dan kebijakan yang tidak pro-rakyat adalah bentuk-bentuk penindasan modern. Para pejabat yang seharusnya menjadi pelayan rakyat, justru kerap kali menjadi tiran baru yang menindas.

Ketika keadilan sulit didapat, ketika hak-hak rakyat diabaikan, dan ketika hukum hanya tajam ke bawah, maka kita sesungguhnya masih hidup dalam penjajahan.

Maka dari itu, perjuangan kita sebagai bangsa Indonesia belum berakhir. Proklamasi hanyalah langkah awal. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan mewujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya. Ini adalah tugas kolektif, tugas para pemimpin dan juga tugas seluruh rakyat.

Kita harus terus berjuang melawan kemiskinan, melawan ketidakadilan, dan melawan korupsi. Kita harus memastikan bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata, benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir elite.

Hanya dengan begitu, kita bisa benar-benar mengatakan bahwa kita adalah bangsa yang merdeka seutuhnya.

(YAZID)

0 komentar pada “Kemerdekaan, sebuah kata yang begitu sakral bagi bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *