Halal Bi Halal 21 Syawal 1447 H Yayasan Gapura Sadululur Sajati, Perkuat Sinergitas Dengan Pemerintah Daerah Dalam Melestarikan Budaya Lokal.
Cimahi, JURNAL TIPIKOR — Setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh dan merayakan idul Fitri Yayasan Gapura Sadululur Sajati menggelar kegiatan Halal Bihalal pada 21 Syawal 1447 Hijriah yang bertepatan tanggal 8 April 2026 Masehi. Acara itu berlangsung di kantor sekretariat Jalan Raya Kebon Kopi No. 150, RT 01 RW 09, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat.
Kegiatan ini dihadiri oleh keluarga besar Yayasan Gapura Sadululur Sajati serta perwakilan DPW (Dewan Perwakilan Wilayah) se-Jawa Barat. Acara berlangsung penuh kehangatan sebagai momentum mempererat tali silaturahmi antar anggota.
Ketua Yayasan Gapura Sadululur Sajati, Ade Irwan Suryana, dalam sambutannya menyampaikan ucapan minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar Gapura. Ia juga menekankan pentingnya seluruh DPW untuk menjalankan visi dan misi organisasi secara maksimal agar sejalan dengan arah kebijakan pusat.
“Jika visi dan misi pusat dapat direalisasikan oleh seluruh DPW, maka kinerja organisasi akan terus berkembang dan maju ke depan,” ujar Ade Irwan.
Baca juga Gebrakan Menkeu: Barter Aset Geo Dipa demi Rebut PNM dari BRI untuk Bangun ‘Bank UMKM Sejati
Acara ini juga dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Cimahi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang diwakili oleh Kepala Bidang, Lucky. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa saat ini terjadi penurunan anggaran dari pusat ke daerah, khususnya di sektor kebudayaan dan pariwisata.
“Dengan keterbatasan anggaran, kita harus menyiasatinya dengan memperkuat silaturahmi dan kolaborasi, seperti kehadiran kami dalam kegiatan Halal Bihalal ini,” jelasnya.
Lucky juga membuka peluang kolaborasi antara pemerintah dan Yayasan Gapura dalam upaya pelestarian budaya Sunda. Ia menegaskan bahwa meskipun anggaran terbatas, pelestarian budaya harus tetap berjalan, sebagaimana arahan dari pimpinan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan pentingnya menjaga ketahanan pangan di Kota Cimahi, mengingat semakin berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi menjadi kawasan industri dan perumahan.
Sementara itu, Ade Irwan Suryana menyoroti pentingnya untuk menghargai dan memberikan perhatian kepada tokoh budaya lokal seperti Ujang Laip, yang dikenal sebagai pegiat budaya sekaligus pengajar bahasa dan aksara Sunda Buhun. Ia menilai bahwa sosok tersebut merupakan aset berharga yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Ujang Laip sendiri berharap adanya dukungan dari Yayasan Gapura untuk mendorong penggunaan aksara Sunda Buhun pada penamaan jalan sebagai bentuk pelestarian budaya leluhur.
Baca juga KPK: Jika Ruang Akademik Kehilangan Integritas, Pondasi Masa Depan Bangsa Runtuh!
Lebih lanjut, Ade Irwan mengungkapkan keprihatinannya terhadap derasnya pengaruh budaya asing di kalangan generasi muda, khususnya di Kota Cimahi.
“Hampir 95 persen generasi muda lebih mengenal budaya asing dibanding budaya leluhur Sunda. Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal,” tegasnya.
Yayasan Gapura Sadululur Sajati saat ini telah memiliki 12 DPW di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat dan bulan Juni 2026 akan rampung pembentukan di 27 Kabupaten dan Kota. Setiap wilayah memiliki potensi unggulan yang dapat dikembangkan, seperti sektor perikanan di Pangandaran yang dinilai memiliki peluang besar untuk ditingkatkan hingga menembus pasar ekspor tentunya tidak menghilangkan kearifan lokal
Dengan struktur organisasi yang mencakup bidang hukum, budaya, ekonomi, dan komunikasi, Yayasan Gapura terus berupaya memperluas kolaborasi, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga hingga mancanegara.
Melalui kegiatan Halal Bihalal ini, diharapkan semangat kebersamaan, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi daerah dapat terus terjaga dan berkembang di tengah tantangan zaman.
(Her)
