Bekasi kota, Jurnal Tipikor — Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Sandikta, Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung selama 3 hari didepan halaman sekolah. Yaitu dimulai dari hari Senin, Selasa dan Rabu.
Pada pukul 7 pagi kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Yayasan Sandikta dan diikuti sebanyak 740 siswa baru dengan aman dan lancar.
Kepala SMK Sandikta Dr. Heru Priatna, M.Pd mengatakan hingga saat ini Yayasan Sandikta masih membuka pendaftaran siswa baru hingga berakhir sampai tanggal 15 Juli 2026, kata Heru, Selasa (14/7/2026).
Heru mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan disusun agar siswa baru dapat beradaptasi dengan suasana sekolah melalui pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memotivasi mereka untuk berkembang.
Heru menyebut untuk saat ini tercatat calon siswa baru di yayasan sandikta dengan rincian sebagai berikut: Siswa SMP 100 siswa baru, SMA 250, dan SMK 390 siswa baru
Menurutnya, MPLS menjadi tahapan penting untuk membantu siswa mengenal lingkungan sekolah sebelum memulai proses pembelajaran.
“Kami ingin MPLS menjadi kegiatan yang berkesan, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan semangat belajar. Siswa harus yakin bahwa memilih melanjutkan pendidikan di SMP, SMA, SMK Yayasan Sandikta merupakan pilihan yang tepat,” ujarnya.
Menurut Heru, konsep ramah tidak hanya diterapkan dalam materi MPLS, tetapi juga menjadi budaya yang dibangun dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Salah satunya melalui penerapan budaya 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.
Ia menegaskan sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan yang bebas dari segala bentuk perundungan.
Guru maupun kakak kelas yang menjadi pendamping telah dibekali arahan agar berperan sebagai pembimbing yang humanis, bukan sebagai senior yang menekan siswa baru.
“Tidak boleh ada lagi tindakan bullying maupun budaya senioritas. Kakak kelas harus menjadi pembimbing yang memberikan contoh baik serta menyayangi adik kelas,” tegasnya.
Heru berharap melalui kegiatan MPLS, para murid baru memperoleh bekal pengetahuan yang cukup untuk menjalani proses pendidikan di sekolah. Selain itu, peserta juga diharapkan memiliki rasa memiliki terhadap SMK Sandikta serta mampu membangun hubungan yang baik dengan guru maupun kakak kelas.
Keberhasilan MPLS Ramah, lanjut Heru, bukan hanya diukur dari kelancaran pelaksanaan kegiatan, melainkan dari rasa aman dan nyaman yang dirasakan siswa ketika datang ke sekolah setiap hari.
“Kalau siswa berangkat ke sekolah dengan semangat, bahagia, dan merasa aman, berarti MPLS ini berhasil. Sebaliknya, apabila mereka datang dengan rasa takut atau tertekan, berarti kami belum berhasil,” tutupnya.
****Rwn

