Papan Informasi seputar Anggaran Dana Desa di Desa Sei Rampah Estate Tidak Terpasang, Ada apa Gerangan ?

Kab.Serdang, JURNAL TIPIKOR – Desa menjadi Sektor terbanyak kasus Korupsi sepanjang Tahun 2022. Menurut data ICW sebanyak 155 kasus dengan Kerugian Negara Mencapai 381 miliar lebih, dengan jumlah 252 tersangka, data tersebut  menunjukkan bahwa sejak tahun 2015 sampai tahun 2023,  dana desa yang di gelontorkan oleh pemerintah pusat sangat besar tentunya  patut diduga banyak terjadi praktek korupsi , ungkap wakil ketua LSM Penjara Dadek susanto di Sei rampah, Rabu (27/12/2023).

Lanjutnya, Tidak Tranparannya suatu Desa dalam mengumumkan  total anggaran Dana Desa, baik jumlah nya, Kegiatannya, bahkan hingga Laporan pertanggung Jawaban (LPJ) dapat mengundang kecurigaan yang tendensinya  mengarah pada dugaan Tindak Pidana Korupsi, tuturnya

“Ada beberapa modus yang sering kami temukan di lapangan yang  lakukan oleh oknum kepala Desa, seperti penggelembungan harga material atau barang, pembangunan sarana fisik atau kegiatan yang fiktif,” sambung nya

Baca juga Karya Bhakti Kodim 1406/Wajo Mencegah Potensi Banjir di Siwa

Kami menduga, apa yang terjadi di Desa Sei Rampah Estate tersebut dengan sengaja tidak memasang papan informasi tentang anggaran dana desa  ada yang ditutup-tutupi, tegasnya

“Kalau Bersih ga perlu risih ketika mereka ketemu kami” tutupnya

Jurnal Tipikor coba konfirmasi terhadap Kepala Desa melalui telp selular pribadinya, sampai berita ini diturunkan tidak ada respon sama sekali.

JT-Tri J

4 thoughts on “Papan Informasi seputar Anggaran Dana Desa di Desa Sei Rampah Estate Tidak Terpasang, Ada apa Gerangan ?

  1. Pingback: - Jurnal Tipikor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *